Bursa Sore: IHSG Menguat Walau Sempat Tertekan Sentimen Ekonomi Tiongkok

Bursa Sore: IHSG Menguat Walau Sempat Tertekan Sentimen Ekonomi Tiongkok

Posted by Written on 21 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mendaki zona hijau pada perdagangan hari Senin (21/1) meski sempat mampir di zona negatif. IHSG melaju +0,04 persen (+2 poin) ke level 6.450.

Indeks LQ45 -0,16% ke level 1.029 poin. IDX30 -0.10% ke level 566 poin. Indeks JII -0,31% ke level 723. Indeks Kompas100 +0,00% ke level 1.327. Indeks Sri Kehati -0,01% ke posisi 400. Indeks Sinfra18 -0,17% ke level 335.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: HOMEBUMIERAABNLIPNLFASII dan BHIT

Saham-saham top gainer LQ45: LPPFBBCASMGRPGASITMGINCO dan INTP

Saham-saham top loser LQ45: SCMA,UNTRUNVRWSBPBBRISRIL dan ADHI

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,40 triliun dengan volume trading sebanyak 123,78 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp443,68 miliar.

Sektor agri dan pertambangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +3,72 persen dan +0,81 persen.

Nilai tukar rupiah melemah -0,34 persen ke level Rp14.223 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Laju market saham Asia Pacific menguat pada perdagangan hari Senin (21/1). Para pemodal mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi China yang tumbuh 6,6 persen di periode tahun 2018. Angka ini adalah terlambat sejak 1990.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen. Pertumbuhan ekonomi China tersebut sesuai dengan ekspektasi namun lebih rendah dari data serupa di tahun 2017 yang tumbuh sebesar 6,8 persen. Pada triwulan IV, ekonomi China tumbuh 6,4 persen sesuai dengan perkiraan para analis.

Analis pada ANZ Banking Group, Raymond Yeung mengulas angka GDP China bukan ukuran yang akurat dari pertumbuhan ekonominya. Menurutnya gap antara angka aktual dan target resminya biasanya membentuk kebijakan pemerintah.

"Penurunan harga produsen dan order ekspor baru menunjukkan perlambatan momentum pertumbuhan China," kata Yeung. Menurutnya Presiden Xi Jinping kemungkinan akan merilis kebijakan untuk mendukung pertumbuhan.

Bursa Jepang menguat ke zona hijau. Indeks Topix menguat 0,56 persen. Saham Nissan naik 0,44 persen setelah detil syarat jaminan baru oleh mantan CEO perusahaan tersebut, Carlos Ghosn'ns muncul.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi bergerak melandai setelah di sesi awal melemah. Indeks ASX 200 bergerak naik 0,18 persen seiring sektor saham yang bergerak variatif.

Sementara indeks market saham China bangkit. Indeks Shenzhen composite dan Indeks Shenzhen Component naik masing-masing 0,607 persen dan 0,592 persen. Adapun indeks saham di bursa Hong Kong juga ada di zona hijau setelah Indeks Hang Seng melaju positif.

Indeks dolar AS ke level 96,251 setelah sempat menguat di level 96,374 poin di sesi sebelumnya. Dolar Australia di level $0,7172 setelah di sesi sebelumnya pada posisi $0,7185. Nilai tukar yen pada posisi 109,55 terhadap dolar AS atau menguat dibanding sesi sebelumnya pada posisi 109,76.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,26% ke level 20.719.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,39% ke posisi 27.196.

Indeks Shanghai (China) +0,56% ke posisi 2.610.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,07% ke level 3.226.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Senin (21/1) pagi waktu setempat. Pelaku pasar di bursa Eropa merespon negatif data pertumbuhan ekonomi China yang menorehkan level terburuk sejak 1990. The European Stoxx 600 Index (acuan bursa Eropa) melorot -0,3 persen.

Indeks DAX (Jerman) -0,30% di level 11.171

Indeks FTSE (Inggris) -0,02% ke posisi 6.966.

Indeks CAC (Perancis) -0,26% pada level 4.863


Oil

Harga minyak melaju positif di pasar komoditas Asia sore ini, Senin (21/1). Hal ini terjadi setelah Data menunjukkan penyulingan di China naik mencapai level terkuat sejak 2018 walaupun terdapat perlambatan ekonomi.

Minyak Brent naik 5 sen ke harga USD62,75 per barel (sampai pukul 07:47 GMT). Sedangkan harga minyak WTI melaju 7 sen ke harga USD53,87 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author