Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Berpeluang Melaju Rentan Koreksi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Berpeluang Melaju Rentan Koreksi

Posted by Written on 21 January 2019


Ipotnews - Mengawali pekan keempat Januari, Senin (21/1) bursa saham Asia dibuka menguat, sebagian besar investor menunggu rilis data PDB China kuartal IV-2018, yang akan memberikan gambaran kondisi ekonomi negara terbesar kedua dunia itu. Analis memperkirakan China akan tumbuh 6,4% pada periode Desember, turun dari kuartal sebelumnya sebesar 6,5%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia lebih dari 0,3% didukung oleh kenaikan harga saham energi sebesar 0,9% merspon kenaikan harga minyak. Indeks berlanjut menguat 0,42% (24,90 poin) ke posisi 5.904,50 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 0,96% (199,13 poin) ke level 20.865,20, setelah melaju 0,76% pada sesi awal perdagangan, di tengah pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,2% dan berlanjut cenderung mendatar 0,14% menjadi 2.127,32.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, mencapai 0,33% (88,19 poin) pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,35% menjadi 2.605,19.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) awal pekan ini, dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah berhasil keluar dari tekanan pelemahan pada sesi perdagangan pekan lalu dan ditutup naik 0,37% di level 6.448,16. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan pola uptrend dengan dukungan modal asing yang terus mengalir. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan optimisme investor terkait kemajuan negosiasi dagang AS-China dan naiknya harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, serta nikel diprediksi akan memberikan katalis positif untuk IHSG . Sementara itu berlanjutnya aliran dana masuk asing sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatandengan rentang support di level 6.415 dan resistance di 6.475.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : SIMP (Buy, Support: Rp490, Resist: Rp498), WSKT (Buy, Support: Rp2.040, Resist: Rp2.100), 

    ASII (Buy, Support: Rp8.300, Rp, Resist: Rp8.625), BRPT (Buy, Support :Rp2.300, Resist :Rp2.430).

  • ETF : XISC (Buy, Support: Rp760, Resist: Rp771), XBLQ (Buy, Support: Rp510, Resist: Rp519), XIJI (Buy, Support: Rp736, Resist: Rp746).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, investor merespon positif potensi kemajuan negosiasi konflik dagang AS-China. Beijing dikabarkan menawarkan kenaikan impor barang AS dalam 6 tahun selama proses negosiasi konflik dagang, untuk menghapuskan defisit dagang tahunan AS pada 2024. Sehari sebelumnya Menteri Keuangan AS mengusulkan pelonggaran tarif impor barang China demi melanjutkan perundingan.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 naik lebih dari 2% sepanjang pekan lalu, membukukan kenaikan selama 4 pekan beruntun.Sektor pertambangan dasar dan industri melesat. Saham Boeing dan Caterpillar naik masing-masing 1,5%.

  • Dow Jones Industrial Average naik melonjak 1,38% (336,25 poin) ke level 24.706,35.

  • S&P 500 melompat 1,32% (34,75 poin) ke posisi 2.670,71.

  • Nasdaq Composite melaju 1,03% (72,77 poin) menjadi 7.157,23.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,26% menjadi USD27,04.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu melaju kencang, mencetak level tertinggi sejak 6 Desember lalu, menyambut sinyal meredanya konflik dagang AS-China. Indeks STOXX 600 naik 1,8% menjadi 357,05% disokong kenaikan harga saham-saham yang sensitif terhadap konflik dagang, seperti Siemens, Airbus, Richemot, dan Kering Luis Vitton. Sektor saham teknologi melompat 3%, tertinggi harian sejak Oktober, dan sektor otomotif naik 2,7%. Indeks saham perbankan menguat didukung perbaikan rekomendasi beberapa bank Eropa.

Namun saham Telecom Italia rontok 7,2% setelah memperkirakan penurunan laba tahunan sebesar 5%. Saham Ryanair juga turun 0,5%, karena tarif musim dingin yang lebih murah dari perkiraan akibat kelebihan kapasitas. 

Surplus neraca transaksi berjalan zona euro periode November turun 20 miliar euro, dari 27 miliar euro pada Oktober.

  • DAX 30 Frankfurt melesat 2,63% (286,93 poin) ke level 11.205,54.

  • FTSE 100 London melonjak 1,95% (133,41 poin) ke posisi 6.968,33.

  • CAC 40 Paris melaju 1,70% (81,56 poin) menjadi 4.875,93.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakiri pekan lalu dengan menguat di tengah optimisme terhadap progres negosiasi konflik dagang AS-China, melebihi ekspektasi pasar.

Penguatan dolar juga didukung rilis data produksi manufaktur AS periode Desember berada di level tertinggi dalam 10 bulan terakhir, terutama ditopang produksi kendaraan bermotor dan barang lainnya. Indeks dolar AS naik 0,28% menjadi 96,336.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1363-0.0026-0.23%
Poundsterling (GBP-USD)1.2872-0.0114-0.88%
Yen (USD-JPY)109.780.52+0.48%
Yuan (USD-CNY)6.77730.0009+0.01%
Rupiah (USD-IDR)14,177.50-14.00-0.10%

Sumber : Bloomberg.com, 18/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu melaju kencang, ditutup dengan menorehkan kenaikan tertinggi dalam 2 bulan terakhir. Namun Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan keseimbangan kelebihan pasokan suplai di pasar komoditas minyak akan bersifat jangka panjang, karena permintaan yang masih tidak pasti pada saat ini di tengah lonjakan produksi minyak dunia. Operasi anjungan minyak AS turun 21 rig pada pekan lalu, menjadi 852 rig, terendah sejak Mei tahun lalu. Produksi minyak OPEC turun drastis sepanjang pekan lalu, menyusul penngrngan produksi Arab Saudi dan gangguan di Libya dan Iran.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,73 (3,3%) menjadi USD53,80 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,50 (2,5%) menjadi USD62,68 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan lesu, turun ke posisi terendah dalam pekan ini. Pamor emas meredup, terdampak kemajuan dalam negosiasi konflik dagang AS-China yang melambungkan indeks acauan bursa saham utma Eropa dan Wall Street. Harga palladium turun 1,36% menjadi USD1,377 per ounce, setelah mencatatkan rekor tertinggi senilai USD1.434,50 pada sesi perdagangan Kamis lalu.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,68% menjadi USD1.282,57 per ounce.

  • Harga emas berjangka USD9,70 menjadi USD1.282,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author