Bursa Sore: Aliran Modal Deras Lagi, Laju IHSG Mulus

Bursa Sore: Aliran Modal Deras Lagi, Laju IHSG Mulus

Posted by Written on 17 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) meneruskan keperkasaan pada akhir perdagangan hari Kamis (17/1). IHSG bertambah +0,16 persen (+10 poin) ke level 6.423.

Indeks LQ45 +0,32% ke level 1.024 poin. IDX30 +0,38% ke level 563 poin. Indeks JII +0,52% ke level 721. Indeks Kompas100 +0,22% ke level 1.322. Indeks Sri Kehati +0,64% ke posisi 397. Indeks Sinfra18 +0,87% ke level 333.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILVICOINDYUNTRKPASERAA dan BBRI

Saham-saham top gainer LQ45: INDY,SMGRINTPUNTRITMGUNVR dan PTBA

Saham-saham top loser LQ45: GGRMICBPINKPEXCLELSAMNCN, dan TPIA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp9,30 triliun dengan volume trading sebanyak 144,37 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,61 triliun.

Sektor industri dasar dan keuangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +0,76 persen dan +0,49 persen.

Nilai tukar rupiah melemah -0,25 persen ke level Rp14.184 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia mixed pada perdagangan hari Kamis (16/1). Kecemasan terhadap perlambatan China menjadi sentimen yang membebani market. Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,2 persen.

Kurs yuan di pasar on shore di posisi 6,7644 terhadap dolar AS. Kurs tetap yuan oleh bank sentral China di posisi 6,7592.

"Pelaku pasar ingin melihat reaksi pemerintah China, pengakuan bahwa terdapat perlambatan ekonomi tidak hanya dari sisi konflik dagang yang sedang dihadapi tetapi juga persoalan deleveraging," kata Daniel Morris, Analis pada BNP Paribas Asset Management.

Morris menunjuk upaya pemerintah China mengurangi utang dalam perekonomian serta skala ukuran sistem perbankan bayangan (shadow banking). Hal ini pasti berdampak negatif pada pertumbuhan dan pemerintah sekarang berusaha mengimbangi masalah tersebut.

Bursa Jepang tergelincir ke zona merah. Namun Indeks Topix menguat 0,35 persen. Di bursa Korsel, Indeks Kospi berakhir melandai setelah sempat merah di sesi pagi. Indeks ASX 200 bergerak menguat 0,26 persen.

Sementara indeks market saham China dalam tekanan. Indeks Shenzhen composite dan Indeks Shenzhen Component drop masing-masing 0,9 persen. Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga berakhir melemah.

Indeks dolar AS ke level 96,144. Dolar Australia di level $0,7157.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,20% ke level 20.402.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,54% ke posisi 26.755.

Indeks Shanghai (China) -0,42% ke posisi 2.559.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,45% ke level 3.214.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (17/1) pagi waktu setempat. Pelemahan bursa Eropa terjadi di tengah lonjaka ketidakpastian politik di Inggris dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi China yang sedang terjadi.

Indeks DAX (Jerman) -0,90% di posisi 10.832

Indeks FTSE (Inggris) -0,40% di level 6.835

Indeks CAC (Perancis) -0,66 pada posisi 4.779.


Oil

Harga minyak tertekan ke zona merah di pasar komoditas Asia sore ini, Kamis (17/1) seiring lonjakan produksi minyak USA ke level rekor 12 juta barel per hari sehingga memunculkan kekhawatiran munculnya pelemahan demand.

Minyak Brent drop 37 sen ke harga USD60,95 per barel. Sedangkan harga minyak WTI melorot 39 sen ke harga USD51,92 per barel (07:52 GMT/14.:52 WIB).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author