Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Laju IHSG Rawan Koreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Laju IHSG Rawan Koreksi

Posted by Written on 17 January 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (17/1) dibuka menguat moderat, berusaha melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang didukung laporan keuangan emiten yang positif. Perdana Menteri Theresa May selamat dari aksi mosi tidak percaya parlemen Inggris, untuk melanjutkan upaya konsensus Brexit.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka menguat 0,22% didukung kenaikan harga saham sektor keuangan sebesar 0,4%. Indeks berlanjut naik 0,31% (18,00 poin) ke posisi 5.853,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang tercatat naik 0,26% (52,22 poin) menjadi 20.494,97, setelah dibuka di level yang sama di tengah pelemahan yen terhadap dolar. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,23%, dan berlanjut meningkat 0,24% di level 2.111,06.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,29% (-77,10 poin) ke level 26.825,00 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China mengawali perdagangan dengan menguat tipis 0,04% di posisi 2.571,57.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional, setelah nyaris terbenam di zona merah dan mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menguat tipis 0,07% di posisi 6.413. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat didukung capital inflow dan rilis data ekonomi, namun rawan koreksi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguat signifikannya indeks di bursa Wall Street yang dipicu oleh positifnya laporan pedapatan kuartal keempat dari Goldman Sachs dan Bank of America diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu, naiknya harga minyak mentah dan batu bara diprediksi juga akan menjadi tambahan sentimen positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.385 dan resistance di 6.445.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : SCMA (Buy, Support: Rp1.945, Resist: Rp2.670), EXCL (Buy, Support: Rp2.180, Resist: Rp2.410), CTRA (Buy on Weakness, Support: Rp1.035 Rp, Resist: Rp1.055), BBCA ( Buy, Support :Rp26.275, Resist :Rp26.575).

  • ETF : XIIT (Buy, Support: Rp573, Resist: Rp577), XDIF (Buy, Support: Rp508, Resist: Rp512), XPSG (Buy, Support: Rp465, Resist: Rp470).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat didorong oleh laporan keuangan sektor perbankan yang positif. Namun kekhawatiran dampak government shutdown yang berkepanjangan terhadap perekonomian membatasi kenaikan indeks. Saham Bank of America melonjak 7,2%, dan Goldman Sachs melambung 9,6% setelah rilis laba kedua bank itu melampaui ekspektasi.

Di sektor lain, saham United Continental melesat 6,4% setelah melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Namun, analis menilai penutupan aktivitas pemerintah menimbulkan risiko bagi United dan operator penerbangan lainnya. Sebaliknya, saham Ford anjlok merosot 6,5% karena memperkirakan kerugian USD112 juta pada kuartal keempat dan penurunan laba tahunan. Saham Nordsrom anjlok lebih dari 4,5% karena penjualan yang di bawah ekspektasi.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 0,9% (141,57 poin) ke level 24.207,16.

  • S&P 500 bertambah 0,22% (5,80 poin) ke posisi 2.616,10.

  • Nasdaq Composite menguat 0,15% (10,86 poin) menjadi 7.034,69.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,32% menjadi USD26,77.
Bursa saham utamaEropa tadi malam berakhir cenderung menguat, di tengah penantian investor terhadap ancaman mosi tidak percaya parlemen Inggris kepada Perdana Menteri Theresa May. Penolakan parlemen terhadap proposal Brexit yang diajukan May, mendorong pemimpin oposisi, Jeremy Corbyn untuk menggulirkan mosi tidak percaya kepada pemerintah. Pemungutan suara akan diadakan sekitar pukul 19.00 waktu London. 

Rilis Indeks harga konsumen Inggris periode Desember naik 2,1% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 2,3%.

Indeks STOXX 600 naik 0,54% menjadi 350,59, dipimpin kenaikan harga saham sektor perbankan sebesar 2,4%. Saham Deutsche Bank melambung 8,4% setelah dikabarkan akan bergabung dengan pesaingnya di Eropa. Metro Bank, Inggris melesat lebih dari 10% pada akhir sesi. Saham Norsk Hydro melejit lebih dari 5 persen setelah Brasil mencabut embargo produksi salah satu pemurnian aluminiumnya. Namun saham penerbitan Pearson, anjlok 6% dan jaringan bioskop Cineworld, Inggris rontok hampir 7% karena mengumumkan perlambatan pendapatan.

  • FTSE 100 London turun 0,47% (-32,34 poin) menjadi 6.862,68.

  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,36% (39,45 poin) ke posisi 10.931,24.

  • CAC 40 Paris naik 0,51% (24,57 poin) ke level 4.810,74.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat, tertahan oleh kenaikan nilai tukar poundsterling yang sempat terperosok lebih dari 1% pada awal sesi. 

Pound melaju setelah Theresa May dipastikan selamat dari mosi tidak percaya di parlemen Inggris. May mendapatkan dukungan dari "pemberontak" di partainya sendiri dan sekutu Irlandia Utara, untuk melanjutkan konsensus proses Brexit. Euro berlanjut melemah setelah pimpinan Bank Sentral Eropa memperingatkan bahwa ekonomi zona euro tumbuh lebih lemah dari perkiraan. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,02% menjadi 96,059.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13970.0005+0.04%6:09 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2881-0.0004-0.03%6:09 P
Yen (USD-JPY)109.090.000.00%6:09 PM
Yuan (USD-CNY)6.7568-0.0042-0.06%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,127.5037.50+0.27%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, didukung reli Wall Street dan kesepakatan pemangkasan pasokan oleh OPEC +. Namun kenaikannya dibatasi oleh kenaikan data produksi minyak mentah dan stok produk olahan minyak AS.

OPEC +sepakat untuk memangkas produksi minyak gabungan sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) mulai Januari. Badan Informasi Energi (EIA) AS mengatakan produksi minyak mentah pekan lalu melesat ke rekor 11,9 juta bph, dan ekspor minyak mentah melonjak mendekati rekor tertinggi 3 juta bph. Stok bahan bakar Amerika naik untuk pekan keempat berturut-turut, melonjak melebihi perkiraan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 68 sen menjadi USD61,32 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 20 sen menjadi USD52,31 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melesat ke rekor tertinggi, di tengah meningkatnya permintaan dan rendahnya pasokan palladium. Emas menguat karena meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan ekspektasi jeda siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve. Government shutdown diperkirakan akan mendorong The Fed untuk lebih bersabar sebelum menaikkan suku bunga. Palladium melonjak ke level tertinggi sepanjang masa USD1.358 per ounce, dan terakhir naik 2,73 persen menjadi USD1.354.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.294,31 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD5,40 menjadi USD1.293,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author