Bursa Siang: Regional Tertekan Brexit, IHSG Melenggang Hijau

Bursa Siang: Regional Tertekan Brexit, IHSG Melenggang Hijau

Posted by Written on 16 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke zona hijau pada akhir sesi pagi perdagangan hari Rabu (16/1). IHSG bertambah +0,19 persen (+12 poin) ke level 6.420.

Indeks LQ45 +0,31% ke level 1.022 poin. IDX30 +0,22% ke level 562 poin. Indeks JII +0,52% ke level 772. Indeks Kompas100 +0,21% ke level 1.321. Indeks Sri Kehati +0,25% ke posisi 395. Indeks Sinfra18 +0,90% ke level 329.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: UNTRTLKMABBABUMIBBRIASII dan WSKT

Saham-saham top gainer LQ45: ANTMPGASINCOSCMALPPFMNCN dan INDY

Saham-saham top loser LQ45: BBCAGGRM,WIKABRPTICBPINTP dan SMGR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,49 triliun dengan volume trading sebanyak 80,05 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp395,78 miliar.

Sektor infrastruktur dan tambang menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +1,33 persen dan +1,06 persen.

Nilai tukar rupiah melemah -0,04 persen ke level Rp14.123 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia jeda sejenak pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (16/1) setelah mencetak rally pada sesi kemarin didorong harapan stimulus oleh China. Para pemodal mencermati sentimen Brexit setelah parlemen Inggris menolak kesepakatan dengan PM Theresa May untuk keluar dari Uni Eropa.

Kekalahan Theresa May memicu pergolakan politik yang dapat menyebabkan ketidakstabilan untuk keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret atau bahkan keputusan untuk meninggalkan (UE) pada 2016 akan berubah.

Fokus investor dalam jangka pendek sekarang adalah mosi tidak percaya terhadap PM Theresa May pada petang hari ini. Kurs poundsterling ke posisi USD1,2841 terhadap USD atau melemah -0,1 persen.

"Proses politik voting cenderung menyebabkan aksi jual di pasar sebab mereka pada dasarnya peristiwa yang tidak pasti. Tetapi situasi di Inggris lebih kompleks daripadai voting normal," kata Stephanie Kelly, Analis pada Aberdeen Standard Investments yang berpusat di Edinburg.

Menurutnya kekalahan Theresa May dan mosi tidak percaya mempengaruhi pasar dalam jangka pendek. Kelly memperkirakan poundsterling akan bergejolak sampai hasil mosi tidak percaya diketahui.

Indeks Kospi menguat 0,2 persen. Sedangkan Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang juga ke zona merah dan Indeks Topix turun 0,52 persen. Pelemahan juga terjadi di bursa Hong Kong yang mana Indeks Hang Seng dalam tekanan.

Sedangkan Indeks ASX 200 di market saham Australia menghijau, naik 0,21 persen seiring penguatan sektor saham finansial. Indeks saham di bursa China melandai dan bergerak fluktuatif.

Indeks dolar AS ke level 96,009. Kurs yen berada di level 108,49 terhadap dolar AS. Dolar Australia di level $0,7198.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,64% ke level 20.423 (11:41 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,25% ke posisi 26.763.

Indeks Shanghai (China) -0,06% ke posisi 2.568.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,15% ke level 3.217. (12:00 pm).


Oil

Harga minyak tertekan ke zona merah di pasar komoditas Asia pagi ini, Rabu (16/1) seiring sinyal perlambatan ekonomi global walaupun kesepakatan pemangkasan produksi oleh OPEC menolong harga minyak Brent bergerak di atas level USD60 per barel.

Minyak Brent drop 11 sen ke harga USD60,53 per barel (pukul 04:03 GMT). Sedangkan harga minyak WTI melorot 11 sen ke harga USD52 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author