Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, Aksi Ambil Untung Masih Hantui Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, Aksi Ambil Untung Masih Hantui Laju IHSG

Posted by Written on 16 January 2019


Ipotnews - Bursa Asia pagi ini, Rabu (16/1) dibuka mixed, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, kendati diwarnai kegagalan PM Theresa May untuk mendapatkan dukungan Brexit dari parlemen Inggris sehingga menimbulkan ketidakpastian di Eropa.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia di kisaran level 5,820, didukung kenaikan harga saham sektor keuangan sebesar 0,39%. Penguatan indeks berlanjut 0,16% (9,50 poin) di posisi 5.824,10 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,60% (-122,77 poin) ke level 20.432,52, setelah dibuka melorot 0,7%. Indeks Kospi, Korea Selatan mengawali perdagangan dengan menguat 0,15% dan berlanjut dengan bertambah 0,12% di level 2.099,66.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,47% (-127,36 poin) menjadi 26.702,93 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,05% di posisi 2.569,07.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan yang bervariasi di bursa saham global dan regional, setelah membukukan lonjakan 1,15% ke level 6.408 pada sesi perdagangan kemarin. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSG hari ini akan melanjutkan kenaikan, ditopang sentimen positif terkait rilis suku bunga acuan Bank Indonesia dan capital inflow, namun masih rawan profit taking jika rupiah dan bursa regional melemah.Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya peluang berlanjutnya penguatan di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan naiknya harga minyak mentah, CPO, nikel, timah serta batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang supportdi level 6.345 dan resistance di 6.460.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : HMSP (Buy, Support: Rp3.790, Resist: Rp3.900), ICBP (Buy, Support: Rp9.950, Resist: Rp10.200), WTON (Buy, Support: Rp408 Rp, Resist: Rp398), ADRO ( Buy, Support :Rp1.505, Resist :Rp1.420).

  • ETF : XISI (Buy, Support: Rp339, Resist: Rp351), XBNI (Buy, Support: Rp1.110, Resist: Rp1.140), 

    XIIC (Buy, Support: Rp1.182, Resist: Rp1.222)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, didorong harapan pemotongan pajak China dan kenaikan harga saham di sektor teknologi. Indeks sempat melemah pada sesi petang setelah parlemen Inggris menolak propsal Brexit dari Perdana Menteri Theresa May. China mengatakan akan lebih banyak pengurangan pajak dan pungutan secara "besar-besaran" pada tahun ini, untuk mendorong perekonomian yang melambat tajam. Sejauh ini, baru 4,75% emiten di S&P 500 yang melaporkan kinerja kuartal IV, 87,5% diantaranya melaporkan kinerja di atas ekspektasi.

Raksasa streaming Netflix melambung 6,6% persen setelah mengumumkan kenaikan biaya berlangganan, mendorong kenaikan harga saham Alphabet dan Microsoft masing-masing 3%. Apple menguat 2%. 

Raksasa healthcare, UnitedHealth melejit 3,6%, setelah mengumumkan kenaikan laba. Saham JP Morgan naik 0,7% meski melaporkan laba jauh dari ekspektasi, taoi Wells Fargo anjlok 1,6% karena penurunan laba kuartalan dan pendapatan yang lebih rendah.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,65% (155,75 poin) menjadi 24.065,59.

  • S&P 500 melonjak 1,07% (27,69 poin) ke posisi 2.610,30.

  • Nasdaq Composite melesat 1,71% (117,92 poin) ke level 7.023,83.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,38% menjadi USD26,42.

Bursa saham utamaEropa tadi malam juga menguat, didukung aksi beli di akhir sesi pada perdagangan, jelang pemungutan suara parlemen Inggris mengenai kesepakatan Brexit yang hampir pasti menolak proposal pemerintah. Indeks STOXX 600 naik 0,35% menjadi 348,71, dipimpin kenaikan sektor perawatan kesehatan. Sektor otomotif melaju merespon rencana stimulus ekonomi China. Saham Fiat Chrysler dan Ferrari melonjak sekitar 2%.

Saham perbankan Italia berguguran setelah muncul laporan bahwa Bank Sentral Eropa akan meminta perbankan Italia agar menyisihkan modal lebih untuk mengatasi kredit macet. Rilis data ekonomi Jerman 2018 menunjukkan pertumbuhan output sebesar 1,5%, lebih rendah dari tahun lalu sebesar 2,2%, terlemah dalam 5 tahun.

  • FTSE 100 London naik 0,58% (40,00 poin) menjadi 6.895,02.

  • DAX 30 Frankfurt bertambah 0,33% (35,88 poin) di posisi 10.891,79.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,49% (23,42 poin) di level 4.786,17.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah pelemahan poundsterling setelah anggota parlemen Inggris menolak proposal Brexit dari pemerintah dengan selisih suara signifikan (432-202). Pound sempat menguat dengan ekspektasi bahwa kekalahan tersebut akan memaksa London untuk mengejar opsi lain. Euro melemah, tertekan oleh perlambatan pertumbuhan data ekonomi Jerman tahun 2018 sebesar 1,5% dari 2,2% pada tahun sebelumnya. Indeks harga produsen AS periode Desember menunjukkan penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun, mengindikasikan laju inflasi AS yang melambat.

Indeks dolar, patokan kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,45% menjadi USD96,039.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1411-0.0002-0.02%6:20 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28660.0005+0.04%6:20 PM
Yen (USD-JPY)108.65-0.03-0.03%6:20 PM
Yuan (USD-CNY)6.761-0.0071-0.10%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,090.00-34.50-0.24%3:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, dan ditutup melonjak sekitar 3%. 

Lonjakan harga minyak didukung oleh kemungkinan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China untuk lebih banyak meluncurkan stimulus fiskal, untuk mendongkrak ekonominya yang melambat.

Namun penolakan Brexit yang diusung PM Theresa May, oleh parlemen Inggris meredam kenaikan harga minyak, karena berpotensi memicu pergolakan politik yang dapat menyebabkan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa secara tidak teratur. OPEC + dikabarkan telah menetapkan pertemuan 17-18 Maret untuk memantau implementasi pakta pemotongan produksi dan akan kemungkinana akan menggelar pertemuan lain pada 17-18 April untuk memutuskan apakah akan memperpanjang pemotongan di luar periode enam bulan yang disepakati.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,65 (2,8%) menjadi USD60,64 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,60 (3,2%) menjadi USD52,11 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh indeks dolar dan indeks saham Wall Street yang lebih tinggi. Penurunan lebih lanjut relatif tertahan oleh kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi dan prospek jeda kenaikan suku bunga Amerika. Analis mengatakan, data makro yang lemah dari seluruh dunia menimbulkan keraguan tentang kondisi ekonomi global, sehingga menjaga daya tarik emas.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,25 persen menjadi USD1.288,45 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD2,90 menjadi USD1.288,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author