Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Berpeluang Melaju Rentan Profit Taking

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Berpeluang Melaju Rentan Profit Taking

Posted by Written on 15 January 2019


Ipotnews - Perdagangan saham Asia pagi ini, Selasa (15/1), dibuka di zona hijau, berusaha keluar dari kekhawatiran pelemahan ekonomi global, setelah rilis data kontraksi perdagangan China yang menekan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street.

Mengawali perdagangan hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, sebesar 0,31%, meskipun diwarnai dengan penurunan harga saham sektor pertambangan sebesar 0,32%. Kenaikan indek berlanjut 0,22% (12,70 poin) menjadi 5.786,10 pada pukull 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,16% (32,22 poin) di posisi 20.391,92, setelah dibuka kembali dari libur panjang akhir pekan, dengan kenaikan 0,34% pada sesi awal perdagangan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 1,03% dan berlanjut melaju 0,99% ke level 2.084,95.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,84% (220,29 poin) ke level 26.518, 62 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,06% menjadi 2.537,37.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan yang bervariasi di bursa saham global dan regional, setelah bergerak melemah ditekan aksi ambil untung pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,4% menjadi 6.336.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat didukung capital inflow, rilis data neraca perdagangan BPS, dan melemahnya tekanan regional, namun masih dibayangi berlanjutnya aksi profit taking. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya tekanan koreksi jangka pendek di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global dipicu oleh kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi di Cina dan melambatnya kinerja emiten di kuartal empat, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu, turunnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel dan timah diprediksi akan memberikan tambahan katalis negatif bagi indeks. Investor juga akan mencermati data neraca perdagangan di bulan Desember. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.305 dan resistance di 6.370.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan , antara lain;

  • Saham : WSKT (Buy, Support: Rp1.935, Resist: Rp2.010), ADHI (Buy, Support: Rp1.725, Resist: Rp1.775), AKRA (Buy on Weakness, Support: Rp4.370 Rp, Resist: Rp4.500), SRIL ( Buy, Support :Rp342, Resist :Rp354).

  • ETF : R-LQ45X ( SELL , Support: Rp1.046, Resist: Rp1.059), XPLQ ( SELL , Support: Rp545, Resist: Rp551), XPID ( SELL , Support: Rp545, Resist: Rp552).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursWall Street pagi tadi berakhir di zona merah kekhawatiran terhadap ekonomi global meredam sentimen investor memasuki musim laporan keuangan. Penurunan beruntun pertama pada 2019. Rilis data perdagangan China memperkuat kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Ekspor China periode Desember turun 4,4%, sementara impor anjlok 7,6%, mencerminkan permintaan yang melambat di dalam dan luar negeri. Investor juga mencemaskam government shutdown yang telah memasuki pekan keempat.

Saham Citigroup ditutup naik tajam, hampir 4% setelah menerbitkan laporan keuangan yang lebh baik dari perkiraan. Harga saham emiten terkait energi berguguran, karena hagra minyak turun USD1,49 di New York. Exxon Mobil melemah 0,2 persen, sedangkan Chevron turun 0,8 persen.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,36% (-86,11 poin) menjadi 23.909,85.

  • S&P 500 melorot 0,53% (-13,65 poin) ke posisi 2.582,61.

  • Nasdaq Composite anjlok 0,94% (-65,56 poin) ke level 6.905,92.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,57% menjadi USD26,32.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, terpengaruh oleh rilis data kontraksi perdagangan China sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global. Indeks Stoxx 600 turun 0,48% menjadi 347,51 dipimpin kejatuhan harga saham sektor teknologi, anjlok lebih dari 1,5%. Harga saham sektor energi juga melemah terseret penurunan harga minyak yang terbebani kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar akan tertekan oleh perlambatan ekonomi global.

ITV melaporkan sekelompok anggota parlemen Konservatif akan mendukung kesepakatan May di parlemen, namun dengan cepat ditolak oleh anggota parlemen yang berpengaruh dalam kelompok tersebut. Proposal May untuk keluar dari blok itu hampir pasti menghadapi kekalahan.

  • FTSE 100 London terperosok 0,91% (-63,16 poin) ke level 6.855,02.

  • DAX 30 Frankfurt menyusut 0,29% (-31,55 poin) menjadi 10.855,91.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,39% (-18,59 poin) ke posisi 4.762,75.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah. Kontraksi data perdagangan China memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi yang mendorong aksi beli yen sebagai safe haven sehingga menekan dolar AS. Greenback juga melemah terhadap euro dan poundsterling.
Kekhawatiran terhadap perlambatan China pada awalnya juga memukul yuan di pasar offshore, tetapi sedikit berubah pada sesi petang. Pekan lalu, yuan reli 1,5% terhadap dolar pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2017, mencerminkan optimisme dalam kemajuan perundingan perdagangan AS-China. Namun kondisi tersebut tidak sesuai dengan kelesuan dalam perekonomian China. Indeks Dolar AS melemah 0,08% menjadi 95,593.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14690.000.00%6:01 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28680.0004+0.03%6:01 PM
Yen (USD-JPY)108.160.000.00%6:00 PM
Yuan (USD-CNY)6.76810.0051+0.08%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,124.5077.00+0.55%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/1/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi melorot tajam, setelah rilis data perdagangan China - konsumen minyak terbesar kedua di dunia - yang menunjukkan pelemahan impor dan ekspor. Pasar saham Asia dan Eropa juga tergelincir.

Namun ada sedikit sinyal bahwa permintaan minyak China belum melemah. Impor minyak mentah China pada Desember melonjak hampir 30%. Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, mengatakan dia tidak terlalu mengkhawatirkan perlambatan global yang mengganggu permintaan minyak.

  • Harga minyak mentah berjanka Brent, turun USD1,48 (-2,5%) menjadi USD59 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,08 (-2,1%) menjadi USD50,51 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, di tengah pelemahan indeks saham global yang terbebani penurunan ekspor-impor China yang mengisyaratkan pelemahan ekonomi negara itu, dan mendorong investor untuk membeli emas sebagai safe haven. Analis mengatakan, pasar saham yang tertekan dan data China yang lemah menyiratkan kondisi ekonomi dapat memburuk sepanjang tahun ini. Kenaikan harga emas juga dibantu oleh kekhawatiran seputar Brexit di Eropa dan government shutdown yang berkepanjangan di AS. Perpanjangan government shutdown dan perlambatan ekonomi AS memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.291,99 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.291,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)



comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author