Bursa Sore: Aksi Beli Asing Tahan Koreksi IHSG Lebih Dalam

Bursa Sore: Aksi Beli Asing Tahan Koreksi IHSG Lebih Dalam

Posted by Written on 14 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir ke zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (14/1). IHSG melemah -0,40 persen (-26 poin) ke level 6.336.

Indeks LQ45 -0,57% ke level 1.007 poin. IDX30 -0,51% ke level 554 poin. Indeks JII -0,93% ke level 706. Indeks Kompas100 -0,53% ke level 1.299. Indeks Sri Kehati -0,47% ke posisi 389. Indeks Sinfra18 -0,89% ke level 321.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILUNTRKPASBBCABBRITLKM dan ASII

Saham-saham top gainer LQ45: MNCN,PTPPSRILBBRIPTBAADHI dan WSKT

Saham-saham top loser LQ45: TLKMINTPKLBFBSDEWSBPBBNI dan MEDC

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,84 triliun dengan volume trading sebanyak 103,15 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp496,52 miliar.

Sektor aneka industri dan perdagangan menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,24 persen dan -1,03 persen.

Nilai tukar rupiah melemah -0,56 persen ke level Rp14.124 (pukul 04:00 pm)

Bursa Asia
Market saham Asia goyah pada perdagangan hari Senin (14/1). Pasar saham Asia merespon negatif pelemahan ekspor China sehingga memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi China lebih tajam.
MSCI Asia Pasific Index (tolok ukur pasar saham Asia Pasifik) drop -1 persen.
Analis Oxford Economics, Louis Kuijs menilai perlambatan impor China konsisten dengan sinyal pertumbuhan ekonomi domestik negara tersebut yang telah melemah.
"Diperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan (triwulan IV) 2018 terus melambat dan tetap di bawah tekanan dari ekspor yang turun, pertumbuhan kredit melambat serta aktivitas real estate yang lesu di semester pertama 2019," kata Kuijs.
Indeks acuan pasar saham China bergerak melemah. Indeks Shanghai tertekan dan Indeks Shenzhen Composite Index melorot -0,73 persen. Shenzhen Component Index drop 0,86 persen. Pasar saham Hong Kong juga berada di jalur negatif setelah Indeks Hang Seng turun signifikan.
Bank sentral China menetapkan kurs yuan di level 6,7560 terhadap USD. Kurs tetap ini adalah tertinggi sejak 19 Juli 2018. Pada trading hari ini yuan di level 6,7649 terhadap USD (02:57 pm) di pasar on shore. Bank sentral China hanya memboleh naik/turun kurs yuan maksimal 2 persen dari kurs acuan tetap.
Indeks Kospi (Korsel) bergerak negatif, turun -0,53 persen. Saham-saham unggulan gugur. Harga saham Samsung Electronics drop 1,11 persen. SK Hynix tumbang 4,61 persen. Naver (penyedia jasa internet) drop 3,05 persen.
Market saham Australia menguat di awal sesi namun berbalik flat seiring pelemahan sektor energi sebesar 0,77 persen.
Indeks dolar AS ke level 95,615. Kurs yen berada di level 108,12 terhadap dolar AS. Dolar Australia di level $0,7182, melemah dibanding pada sesi sebelumnya di posisi $0,7217.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) libur.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,38% ke posisi 26.298.
Indeks Shanghai (China) -0,71% ke posisi 2.535.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,79% ke level 3.173.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Senin (14/1) pagi waktu setempat. Ini adalah respon atas data ekspor dan impor China yang melemah sehingga meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di negara terbesar kedua di dunia secara skala perekonomian.
Indeks DAX (Jerman) -0,53% ke 10.830.
Indeks FTSE (Inggris) -0,44% ke 6.887.
Indeks CAC (Perancis) -0,67% ke 4.749.

Oil
Harga minyak tergelincir lagi di pasar komoditas Asia sore ini, Senin (14/1). Minyak Brent kembali bergerak di bawah harga USD60 per barel. Hal ini terjadi setelah data ekspor dan impor China terlihat melemah.
Minyak Brent drop 60 sen ke harga USD59,88 per barel (pukul 08:16 GMT). Sedangkan harga minyak WTI melemah 59 sen ke harga USD51 per barel.

(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author