Bursa Siang: Regional Tertekan Pelemahan China, IHSG Turut Tergelincir

Bursa Siang: Regional Tertekan Pelemahan China, IHSG Turut Tergelincir

Posted by Written on 14 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir ke zona merah pada akhir sesi pagi perdagangan hari Senin (14/1). IHSG melemah -0,86 persen (-55 poin) ke level 6.306.

Indeks LQ45 -1,15% ke level 1.001 poin. IDX30 -1,15% ke level 550 poin. Indeks JII -1,49% ke level 702. Indeks Kompas100 -1,09% ke level 1.292. Indeks Sri Kehati -1,23% ke posisi 386. Indeks Sinfra18 -1,10% ke level 320.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: KPASTLKMBBCATOPSMNCNBMRI dan ELSA

Saham-saham top gainer LQ45: MNCNPTPPWSKTLPKRWSBPADHI dan SRIL

Saham-saham top loser LQ45: BMRIADROSSMSINTPLPPFMEDC dan BBTN

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,57 triliun dengan volume trading sebanyak 60,61 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp53,19 miliar.

Sektor aneka industri dan industri dasar menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,86 persen dan -1,3 persen.

Nilai tukar rupiah melemah -0,32 persen ke level Rp14.090 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia goyah pada sesi pagi perdagangan hari Senin (14/1). Pasar saham Asia merespon negatif pelemahan ekspor China sehingga memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi China lebih tajam. MSCI Asia Pasific Index (tolok ukur pasar saham Asia Pasifik) drop -1 persen.

"Data (ekonomi) China tersebut sangat lemah dan itu hanya menambah insentif bagi China untuk mencapai kesepakatan konflik dagang dengan USA dalam beberapa pekan ke depan," ujar Ray Attrill, Analis pada National Australia Bank. Ray menambahkan, hal ini juga memperkuat sejauh mana mereka (pembuat kebijakan China) harus memberikan stimulus kepada ekonomi domestik.

Indeks acuan pasar saham China bergerak melemah. Indeks Shanghai tertekan dan Indeks Shenzhen melorot -0,59 persen. Pasar saham Hong Kong juga berada di jalur negatif setelah Indeks Hang Seng turun signifikan.

Bank sentral China menetapkan kurs yuan di level 6,7560 terhadap USD. Kurs tetap ini adalah tertinggi sejak 19 Juli 2018. Pada trading hari ini yuan di level 6,7493 terhadap USD (10:49 am).

Di bursa Jepang Indeks Nikkei 225 melaju. Indeks Topix menguat 0,4 persen.

Indeks Kospi (Korsel) bergerak negatif, turun -0,6 persen. Saham-saham unggulan gugur. Harga saham Samsung Electronics drop 0,62 persen. SK Hynix tumbang 4,15 persen. Naver (penyedia jasa internet) drop 3,82 persen.

Market saham Australia menguat di awal sesi namun berbalik melemah. Indeks ASX200 melemah 0,13 persen seiring pelemahan sektor energi sebesar 0,92 persen.

Indeks dolar AS ke level 95,581. Kurs yen berada di level 108,22 terhadap dolar AS. Dolar Australia di level $0,7201, menguat dibanding pada sesi sebelumnya di posisi $0,7120.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) libur.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,38% ke posisi 26.299.

Indeks Shanghai (China) -0,56% ke posisi 2.539.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,42% ke level 3.185. (12:00 pm).


Oil

Harga minyak tergelincir lagi di pasar komoditas Asia pagi ini, Senin (14/1). Minyak Brent kembali bergerak di bawah harga USD60 per barel. Hal ini terjadi setelah data ekspor dan impor China terlihat melemah.

Minyak Brent drop 57 sen ke harga USD59,91 per barel (pukul 04:03 GMT). Sedangkan harga minyak WTI melemah 47 sen ke harga USD51,12 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author