Bursa Sore: Laju IHSG Belum Tertahan, Regional Jadi Sentimen

Bursa Sore: Laju IHSG Belum Tertahan, Regional Jadi Sentimen

Posted by Written on 11 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) solid ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Jumat (11/1). IHSG melaju +0,52 persen (+32 poin) ke level 6.361.

Indeks LQ45 +0,37% ke level 1.013 poin. IDX30 +0,33% ke level 557 poin. Indeks JII +0,88% ke level 712. Indeks Kompas100 +0,57% ke level 1.306. Indeks Sri Kehati +0,22% ke posisi 391. Indeks Sinfra18 -0,02% ke level 324.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILKPASTRAMTLKMBBRIINKP dan BHIT

Saham-saham top gainer LQ45: INTPELSASRILBRPTBJBRITMG dan BBTN

Saham-saham top loser LQ45: BBCABBRIAKRAADHIWSKTUNTR dan WSBP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,44 triliun dengan volume trading sebanyak 99,94 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp812,66 miliar.

Sektor industri dasar dan aneka industri menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,48 persen dan +1,29 persen.

Nilai tukar rupiah menguat +0,07 persen ke level Rp14.045 (pukul 04:00 pm)

Bursa Asia
Market saham Asia melaju ke penguatan tertinggi dalam 5 pekan terakhir pada perdagangan hari Jumat (11/1). Kondisi ini terjadi setelah Chairman the Fed Jerome Powell menegaskan lagi bahwa The Fed akan bersabar dalam memutuskan kenaikan suku bunga acuan. Pasar saham Asia juga merespon positif negosiasi dagang USA-China bergerak ke level pejabat lebih tinggi.
MSCI Asia Pasific Index (tolok ukur pasar saham Asia Pasifik) melaju +0,29 persen ke posisi tertinggi sejak 6 Desember. Posisi the Fed yang cenderung dovish menekan dolar AS. Sedangkan Yuan ke posisi tertinggi dalam 5 bulan terakhir sejak revaluasi di pasar on shore.
"Bagi pasar, (hasil negosiasi konflik dagang) mengantarkan prospek tahun 2019 terlihat lebih baik karena tensi konflik turun, menciptakan potensi untuk mengkalkulasi ulang aset berisiko karena dampak konflik dagang dalam jangka pendek sebagian sudah tercermin pada harga," kata Jeremy Lawson, Analis pada Aberdeen Standard Investments (Ediburg) seperti dilansir Reuters. Menurut dia hal ini khususnya dalam kasus di Asia.
Indeks acuan pasar saham China bergerak menguat. Indeks Shanghai menghijau dan Indeks Shenzhen melaju 0,758 persen. Pasar saham Hong Kong juga berada di jalur positif setelah Indeks Hang Seng menghijau.
Di bursa Jepang Indeks Nikkei 225 melaju. Indeks Topix menguat 0,51 persen. Indeks Kospi (Korsel) juga bergerak positif naik 0,6 persen.
Market saham Australia melorot. Indeks ASX200 melemah 0,36 persen di akhir sesi. Penjualan ritel Australia naik 0,4 persen. Data ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi para analis sebesar 0,3 persen.
Indeks dolar AS ke level 95,365 setelah pada kemarin melemah di bawah kisaran 95 poin. Kurs yen berada di level 108,38 terhadap dolar AS setelah menguat di bawah kisaran level 108 kemarin. Dolar Australia di level $0,7212, setelah melorot pada sesi sebelumnya di posisi $0,714.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,97% ke 20.359.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,55% ke posisi 26.667.
Indeks Shanghai (China) +0,74% ke posisi 2.553.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,48% ke level 3.198.

Bursa Eropa
Market saham Eropa bergerak menguat di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (11/1) pagi waktu setempat. Para pemodal mencoba untuk mengendalikan ketidakpastian politik.
Indeks DAX (Jerman) +0,23% ke level 10.946
Indeks FTSE (Inggris) +0,28 ke posisi 6.962.
Indeks CAC (Perancis) +0,10 pada level 4.810.

Oil
Harga minyak di pasar komoditas Asia sore ini, Jumat (11/1) berada di jalur penguatan mingguan yang solid. Situasi ini terjadi setelah pasar finansial terdongkrak harapan USA dan China akan segera menyelesaikan konflik dagang. OPEC menjadi pelopor pemangkasan produksi guna mengetatkan suplai.
Minyak Brent drop 6 sen ke harga USD61,62 per barel (pukul 07:49 GMT). Sedangkan harga minyak WTI melaju 4 sen ke harga USD52,63 per barel.
(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author