Bursa Sore: Rupiah Kokoh, Ikut Jadi Penopang Laju IHSG

Bursa Sore: Rupiah Kokoh, Ikut Jadi Penopang Laju IHSG

Posted by Written on 10 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Kamis (10/1). IHSG melaju +0,90 persen (+56 poin) ke level 6.328.

Indeks LQ45 +1,29% ke level 1.009 poin. IDX30 +1,35% ke level 555 poin. Indeks JII +1,75% ke level 706. Indeks Kompas100 +1,23% ke level 1.229. Indeks Sri Kehati +1,35% ke posisi 390. Indeks Sinfra18 +1,36% ke level 324.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILBEEFKPASBHITESTIINKP dan PGAS

Saham-saham top gainer LQ45: INKPLPPFSMGRSCMAINCOUNVR dan KLBF

Saham-saham top loser LQ45: INTPJSMRSSMSTPIAAKRABKSL dan PTBA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp10,77 triliun dengan volume trading sebanyak 155,60 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp771,90 miliar.

Sektor konsumer dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,96 persen dan +1,79 persen.

"Penguatan harga komoditas dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tambahan katalis positif bagi IHSG ," demikian ulasan Tim Riset Indo Premier Sekuritas.
Nilai tukar rupiah menguat +0,50 persen ke level Rp14.055 (pukul 04:00 pm)

Bursa Asia
Sebagian besar pasar saham Asia bergerak melemah pada perdagangan hari Kamis (10/1). Pelaku pasar menunggu rincian hasil negosiasi konflik dagang USA dengan China di tengah harapan konflik dagang secara all out dapat dihindari.
Data indikator makro ekonomi China mengiringi aktivitas perdagangan saham Asia. Inflasi periode Desember di China naik 1,9 persen yang berarti lebih rendah dari perkiraan para analis yang memperkirakan naik 2,1 persen. Sedangkan inflasi di tingkat produksi naik 0,9 persen, juga lebih rendah dari ekspektasi sebesar 1,6 persen.
Tim Analis DBS Group Research (Singapura) menyatakan negosiasi dagang 3 hari adalah langkah awal menuju peredaan tensi kedua pihak walaupun ke depan terdapat tantangan.
"Tuntutan USA adalah verifikasi dan target penegakkan hak kekayaan intelektual, transfer teknologi dan hambatan non tarif yang mungkin tidak mudah untuk ditangani," demikian kata DBS. Hal ini menciptakan ruang gejolak menjelang tenggat waktu 1 Maret mendatang yang mana negosiasi tentang masalah ini harus disimpulkan.
Indeks acuan pasar saham China berbalik lesu setelah sempat bergerak menguat di sesi pagi. Indeks Shanghai tertekan dan Indeks Shenzhen melemah 0,259 persen. Pasar saham Hong Kong melandai setelah Indeks Hang Seng flat. Harga saham unggulan seperti Tencent naik 0,31 persen.
Di bursa Jepang Indeks Nikkei 225 tertekan. Begitu juga Indeks Topix, turun 0,85 persen. Indeks Kospi (Korsel) melemah tipis. Saham unggulan seperti SK Hynix naik 2,67 persen.
Market saham Australia melaju positif setelah di sesi pagi melemah. Indeks ASX200 naik 0,29 persen seiring penguatan hampir semua sektor saham.
Indeks dolar AS ke level 95,127 atau melemah dibanding sesi sebelumnya di kisaran level 95,9.
Kurs yen berada di level 107,85 terhadap dolar AS atau menguat dibanding posisi kemarin di kisaran level 108,9. Dolar Australia di level $0,7181, menguat dibanding pada sesi sebelumnya di posisi $0,714.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,29% ke 20.163.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,22% ke posisi 26.521.
Indeks Shanghai (China) -0,36% ke posisi 2.535.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,81% ke level 3.183.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (10/1) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa fokus ke perkembangan konflik dagang USA dengan China erta kebijakan moneter USA.
Indeks DAX (Jerman) -0,95% ke level 10.790.
Indeks FTSE (Inggris) -0,59% ke posisi 6.866.
Indeks CAC (Perancis) -0,93% pada level 4.768.

Oil
Harga minyak tergelincir di pasar komoditas Asia sore ini, Kamis (10/1) seiring lonjakan suplai di USA di tengah kehati-hatian pasca negosiasi konflik dagang USA dan China berakhir tanpa detil pernyataan pada poin penyelesaian konflik kedua negara tersebut.
Minyak Brent drop 72 sen ke harga USD60,72 per barel. Sedangkan harga minyak WTI melemah 70 sen ke harga USD51,66 per barel. (pukul 08:07 GMT).

(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author