Bursa Siang: IHSG Melesat Lagi, Regional Tertahan Aksi Ambil Untung

Bursa Siang: IHSG Melesat Lagi, Regional Tertahan Aksi Ambil Untung

Posted by Written on 10 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melesat ke zona hijau pada akhir sesi pagi perdagangan hari Kamis (10/1). IHSG melaju +0,41 persen (+25 poin) ke level 6.298.

Indeks LQ45 +0,55% ke level 1.002 poin. IDX30 +0,52% ke level 550 poin. Indeks JII +0,62% ke level 698. Indeks Kompas100 +0,56% ke level 1.290. Indeks Sri Kehati +0,42% ke posisi 386. Indeks Sinfra18 +1,01% ke level 323.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILBEEFKPASADROBEEF-W, BBRI dan FREN

Saham-saham top gainer LQ45: INKPINCOKLBFSCMASMGRMEDC dan PGAS

Saham-saham top loser LQ45: AKRAADHIBBCABRPTLPPFEXCL dan ICBP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,52 triliun dengan volume trading sebanyak 77,28 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp189,93 miliar.

Sektor industri dasar dan tambang menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,39 persen dan +0,97 persen.

Nilai tukar rupiah menguat +0,58 persen ke level Rp14.043 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia melaju mixed di sesi pagi perdagangan hari Kamis (10/1). Data inflasi di China yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Sementara itu para investor mendalami konklusi negosiasi konflik dagang selama 3 hari antara USA dengan China.

Inflasi periode Desember di China naik 1,9 persen yang berarti lebih rendah dari perkiraan para analis yang memperkirakan naik 2,1 persen. Sedangkan inflasi di tingkat produksi naik 0,9 persen, juga lebih rendah dari ekspektasi sebesar 1,6 persen.

MSCI Asia Pasific Index (tolok ukur pasar saham Asia Pasifik) meluruh -0,2 persen, berbalik dari penguatan yang terjadi pada awal sesi.

"Risalah the Fed yang cenderung dovish dan perkembangan positif negosiasi konflik dagang USA dengan China kemungkinan akan menjaga rally meskipun beberapa pelaku pasar mungkin memilih untuk aksi ambil untung dan menunggu sentimen baru," demikian Tim Riset ING dalam catatannya yang dipublikasikan hari ini.

Indeks acuan pasar saham China bergerak menguat. Indeks Shanghai menghijau dan Indeks Shenzhen melaju 0,528 persen. Pasar saham Hong Kong juga berada di jalur positif setelah Indeks Hang Seng menghijau. Harga saham unggulan seperti Tencent naik 0,31 persen.

Di bursa Jepang Indeks Nikkei 225 tertekan. Begitu juga Indeks Topix, turun 0,38 persen. Indeks Kospi (Korsel) juga bergerak positif seiring saham unggulan seperti SK Hynix naik 2,8 persen.

Market saham Australia melorot. Indeks ASX200 turun tipis 0,1 persen seiring pergerakan sektor saham yang mixed.

Sementara Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong mampu bangkit ke zona hijau secara signifikan. Adapun market saham China pun di zona hijau. Indeks Shenzhen menguat 1,824 persen.

Indeks dolar AS ke level 95,054 atau melemah dibanding sesi sebelumnya di kisaran level 95,9.

Kurs yen berada di level 107,88 terhadap dolar AS atau menguat dibanding posisi kemarin di kisaran level 108,9. Dolar Australia di level $0,7179, menguat dibanding pada sesi sebelumnya di posisi $0,714.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,13% ke 20.196 (11.39 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,37% ke posisi 26.559.

Indeks Shanghai (China) +0,23% ke posisi 2.550.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,64% ke level 3.178. (12:00 pm).


Oil

Harga minyak tergelincir di pasar komoditas Asia pagi ini, Kamis (10/1) seiring lonjakan suplai di USA walaupun mood market global meningkatkan kepercayaan di tengah harapan USA dan China akan segera mengakhiri konflik dagang.

Minyak Brent drop 63 sen ke harga USD60,81 per barel. Sedangkan harga minyak WTI melemah 61 sen ke harga USD51,75 per barel. (pukul 01:13 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author