Bursa Pagi: Global-Regional Berbeda Arah, IHSG Dibayangi Koreksi Teknikal

Bursa Pagi: Global-Regional Berbeda Arah, IHSG Dibayangi Koreksi Teknikal

Posted by Written on 10 January 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (10/1) dibuka sedikit melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, mewaspadai hasil perundingan perdagangan AS-China yang belum mengungkapkan rincian kesepakatan kedua pihak. Investor juga menunggu rilis data inflasi China
Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200 sebesar 0,18% yang diwarnai penurunan harga saham sektor keuangan sebesar 0,1%. Indeks berlanjut sedikit berkurang 0,06% (-3,40 poin) di posisi 5.774,90 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak merosot 0,97% (-197,38 poin) ke level 20.229,68, setelah dibuka anjlok hampir 0,9% di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah 0,06% dan berlanjut berkurang 0,02% di posisi 2.064,35.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,27% (-70,54 poin) ke level 26.391,78 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,02% menjadi 2.543,85.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah berhasil menghindar dari zona merah pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,15% di posisi 6.272,23.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat didukung data ekonomi yang kuat dan capital inflow. Namun, kendati indeks menguat secara teknikal pada perdagangan kemarin, sejumlah indikator mengindikasikan adanya potensi koreksi di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan harapan adanya kesepakatan dagang antara Amerika dan Cina, serta adanya indikasi bank sentral Amerika yang tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat diprediksi menjadi katalis positif di pasar. Selain itu berlanjutnya penguatan rupiah terhadap dolar serta naiknnya beberapa komoditas seperti CPO, batu bara, nikel dan timah akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksikan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.240 dan resistance di 6.300.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain:

Saham : ASRI (Buy, Support: Rp332, Resist: Rp352), ICBP (Buy, Support: Rp10.150, Resist: Rp10.350), 

BJBR (Buy, Support: Rp2.080 Rp, Resist: Rp2.160), KAEF ( Buy, Support :Rp2.490, Resist :Rp2.700).

ETF : XISR (Sell on Strength, Support: Rp386, Resist: Rp390), XPLC (Buy, Support: Rp517, Resist: Rp521), 

XMTS (Buy on weakness, Support: Rp502, Resist: Rp505)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan melanjutkan kenaikan empat hari berturut-turut, dipicu oleh optimisme perundingan dagang AS-China di Beijing yang "berjalan dengan baik" hingga Rabu kemarin. Namun kenaikan indeks relatif moderat terganjal kegagalan perundingan di Washington untuk mengakhiri penutupan aktivitas pemerintah (government shutdown). Kenaikan indeks juga didukung rilis risalah The Fed yang mengonfirmasi bahwa bank sentral "bisa bersabar" sebelum menaikkan kembali suku bunga.
Saham Caterpillar dan Boeing yang dipandang sebagai eksposur perusahaan AS di pasar luar negeri masing-masing naik 0,4% dan hampir 1%. Perusahaan yang terkait dengan minyak mencatatkan penguatan tajam. 

Saham Halliburton, melonjak 2,7%, Apache melambung 5,1%. Tetapi kenaikan Wall Street melemah setelah Presiden Donald Trump men-tweet bahwa pertemuan dengan para pemimpin kongres Demokrat hanya "membuang-buang waktu."

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,35% (83,21 poin) menjadi 23.879,12.

  • S&P 500 meningkat 0,41% (10,55 poin) ke posisi 2.584,96.

  • Nasdaq Composite melaju 0,87% (60,08 poin) ke level 6.957,08.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,19% menjadi USD26,18.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat setelah menyentuh level tertinggi tiga pekan, karena investor semakin yakin bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan. Indeks Stoxx 600 naik 0,53% menjadi 347,70, dipimpin kenaikan harga saham di sektor otomotif dan teknologi. Perdana Menteri Theresa May mengalami kekalahan awal dalam upaya mencapai Kesepakatan Penarikan Brexit, karena anggota parlemen menghendaki agar pemerintah segera membuat rencana B jika kesepakatan tersebut dibatalkan.

  • FTSE 100 Inggris naik 0,66% (45,03 poin) menjadi 6.906,63.

  • DAX 30 Jerman meningkat 0,83% (89,34 poin) ke level 10.893,32.

  • CAC 40 Prancis melaju 0,84% (40,31 poin) ke posisi 4.813,58.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup di level terendah sejak Oktober, setelah The Feed merilis risalah rapat 18-19 Desember lalu yang mengonfirmasi kehati-hatiannya dalam menetapkan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Beberapa pejabat tidak mendukung kenaikan suku bunga pada bulan itu. Pelemahan dolar juga dipicu sikap investor yang mengurangi pemilikan dolar AS sebagai safe haven karena optimisme terhadap perundingan perdagangan AS-China, dan beralih ke aset-aset yang lebih berisiko. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,75% menjadi 95,179.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15490.0006+0.05%6:05 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.27980.0009+0.07%6:06 PM
Yen (USD-JPY)108.16-0.01-0.01%6:06 PM
Yuan (USD-CNY)6.816-0.0372-0.54%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,125.00-22.50-0.16%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com,9/1 /2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi melaju kencang, dan ditutup melambung lebih dari 5%, didukung optimisme perundingan dagang AS-China dan pengurangan produksi OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, mulai Januari. Harga minyak WTI sempat menyentuh level tertinggi USD52,58 per barel, mendorong kenaikan harga lebih dari 13% sepanjang tahun ini.

Data Badan Informasi Energi (EIA) Amerika menunjukkan stok minyak mentah domestik turun pada 1,7 juta barel pekan lalu, lebih kecil dari proyeksi penurunan 2,8 juta barel. Namun persediaan bensin dan produk penyulingan meningkat lebih dari perkiraan. Stok bensin naik 8,1 juta barel, jauh melebihi ekspektasi kenaikan 3,4 juta barel, dan stok produk distilasi meningkat 10,6 juta barel, lebih dari lima kali lipat perkiraan kenaikan 1,9 juta barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI melonjak USD2,58 (5,2%) menjadi USD52,36 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent melompat USD2,55 (4,3%) menjadi USD61,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terangkat oleh penurunan tajam indeks dolar AS. Risalah rapat kebijakan Teh Fed 18-19 Desember lalu menunjukkan bahwa sejumlah pejabat tidak mendukung kenaikan suku bunga pada bulan itu dan menghendaki agar lebih bersabar dalam menetapkan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,03 persen menjadi 796,53 ton pada sesi Selasa, namun masih di kisaran level tertinggi, sejak Agustus lalu. Sementara itu, palladium mencetak level tertinggi sepanjang masa, setelah pejabat China mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan untuk meningkatkan pembelian mobil.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,42% menjadi USD1.290,25 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD6,10 (0,5%) menjadi US1.292 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author