Bursa Sore: Negosiasi Konflik Dagang Global Usai, IHSG Bertahan Menguat

Bursa Sore: Negosiasi Konflik Dagang Global Usai, IHSG Bertahan Menguat

Posted by Written on 09 January 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir menguat pada perdagangan hari Rabu (9/1). IHSG melaju +0,15 persen (+9 poin) ke level 6.272.

Indeks LQ45 -0,07% ke level 996 poin. IDX30 -0,10% ke level 547 poin. Indeks JII -0,61% ke level 694. Indeks Kompas100 +0,13% ke level 1.283. Indeks Sri Kehati +0,09% ke posisi 385. Indeks Sinfra18 +0,67% ke level 320.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILKPASISATTLKMBBRIADRO dan INDY

Saham-saham top gainer LQ45: BMRIJSMREXCLANTMBKSLINKP dan BJBR

Saham-saham top loser LQ45: PTPPWSBPBBNIHMSPBRPTTPIA dan SMGR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp9,74 triliun dengan volume trading sebanyak 153,91 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp836,80 miliar.

Sektor agri dan properti menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,8 persen dan +0,77 persen.

Nilai tukar rupiah -0,14 persen ke level Rp14.125 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada perdagangan hari Rabu (9/1) seiring optimisme para investor bahwa negosiasi konflik dagang USA dengan China yang berakhir hari ini menghasilkan kesepakatan.

MSCI Asia Pasific Index (tolok ukur pasar saham Asia Pasifik) menguat 1,5 persen, merupakan posisi tertinggi sejak 14 Desember.

Kegugupan ekstrim yang terjadi di pasar berkurang sebagian setelah pernyataan pelonggaran moneter the Fed sehingga cakupan jangka pendek bergeraknya dapat segera, demikian kata Analis UFJ Morgan Stanley, Norihiro Fujito.

"Berharap negosiasi konflik dagang USA-China membantu. Beberapa poin kesepakatan mungkin meningkatkan impor China dalam hal gas alam, kedelai dari USA. Tetapi akan sulit menyelesaikan masalah yang lebih struktural seperti hak kekayaan intelektual," tambahnya.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang menguat cukup signifikan. Indeks Topix naik 1,1 persen. Indeks Kospi (Korsel) menguat signifikan naik 2 persen seiring saham unggulan seperti Samsung Electronics naik 3,94 persen. Posco naik 4,07 persen. SK Hynix naik 7,43 persen.

Market saham Australia menguat ditopang penguatan seluruh sektor. Indeks ASX200 naik mendekati 1 persen terutama mendapat dukungan dari penguatan saham-saham energi. Santos naik 1,4 persen. Woodside Petroleum naik 2,25 persen. Beach Energy naik 5,17 persen.

Sementara Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong mampu bangkit ke zona hijau secara signifikan. Adapun market saham China pun di zona hijau. Indeks Shenzhen menguat 0,761 persen.

Indeks dolar AS ke level 95,777 atau melemah dibanding sesi sebelumnya di kisaran level 96.

Kurs yen berada di level 108,97 terhadap dolar AS atau melemah dibanding posisi kemarin di kisaran level 108,66. Dolar Australia di level $0,7155, menguat dibanding pada sesi sebelumnya di posisi $0,711.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,10% ke 20.427.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +2,27% ke posisi 26.462.

Indeks Shanghai (China) +0,71% ke posisi 2.544.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,86% ke level 3.149.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (9/1) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau kejutan pelaksanaan negosiasi perang dagang hari ketiga antara USA dengan China. The Stoxx 600 Index (acuan pasar saham Eropa) naik 0,6 persen seiring penguatan seluruh sektor saham.

Indeks DAX (Jerman) +0,38% ke level 10.789.

Indeks FTSE (Inggris) +0,47% di posisi ke 6842

Indeks CAC (Perancis) +0,48% pada level 4.742.


Oil

Harga minyak menguat di pasar komoditas Asia sore ini, Rabu (9/1), memperpanjang penguatan sesi sebelumnya di tengah harapan USA dan China dapat mencari solusi mengatasi konflik dagang. Sengketa dagang USA-China telah memicu perlambatan ekonomi global.

Minyak Brent naik 69 sen ke harga USD59,41 per barel. Sedangkan harga minyak WTI melaju 64 sen ke harga USD50,42 per barel. (pukul 07:52 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author