Bursa Sore: Window Dressing Mulai Terlihat, IHSG Melaju Kencang

Bursa Sore: Window Dressing Mulai Terlihat, IHSG Melaju Kencang

Posted by Written on 19 December 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir di zona hijau pada akhir perdagangan hari Rabu (19/12). IHSG menguat +1,55 persen (+94 poin) ke level 6.176.

Indeks LQ45 +1,93% ke level 989 poin. IDX30 +1,94% ke level 545 poin. Indeks JII +1,72% ke level 686. Indeks Kompas100 +1,90% ke level 1.264. Indeks Sri Kehati +1,58% ke posisi 380. Indeks Sinfra18 +1,22% ke level 314.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILBBRIBBCAWSBPTLKMUNTR dan PTBA

Saham-saham top gainer LQ45: WSBPAKRABRPTEXCLHMSPTPIA dan INCO

Saham-saham top loser LQ45: PTBAPTPPMEDCUNTRMNCNELSA dan BJBR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp11,42 triliun dengan volume trading sebanyak 198,09 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp376,27 miliar.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas mengulas, tren penguatan nilai tukar rupiah serta harga komoditas CPO menjadi sentimen positif di pasar. Selain itu, mulai adanya aksi window dressing menjelang penutupan akhir tahun turut menambah katalis positif di pasar.

Sektor konsumer dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +2,82 persen dan +2,69 persen.

Nilai tukar rupiah -0,39 persen ke level Rp14.443 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia mixed pada perdagangan hari Rabu (19/12) menjelang the Fed memutuskan tingkat suku bunga acuan pada pekan ini. MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia dan Pasifik) menguat 0,5 persen.

Analis pada lembaga ANZ, Tom Kenny mengulas meskipun akhir-akhir ini terjadi volatilitas market, itu (karena) masih lebih mungkin the Fed akan menaikkan suku bunga daripada tidak.

"Tetapi kami condong ke arah the Fed mengubah acuan untuk kebutuhan lebih lanjut peningkatan secara bertahap," kata Tom. Dia juga memperkirakan proyeksi median the Fed menurunkan dua kali kenaikan suku bunga pada tahun depan dari proyeksi 3 kali yang dtetapkan pada September lalu.

Pasar saham China berakhir di zona negatif pada aktivitas trading hari ini ditandai Indeks Shenzhen drop 1,376 persen. Emiten tambang minyak China terkoreksi menyusul pelemahan harga minyak tadi malam. Saham Petrochina turun 3,28 persen. China Petroleum and Chemical Corp drop 4,85 persen.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 di zona merah dan Indeks Topix melemah, drop 0,41 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel melaju 0,81 persen. Sementara Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong bergerak menguat.

Sedangkan Indeks ASX 200 (Australia) melemah -0,16 persen tertekan pelemahan sebagian besar saham energi. Saham Origin Energy drop 5,69 persen. Woodside Petroleum turun 1,82 persen.

Indeks dolar AS ke level 96,871 atau melemah dibanding sesi kemarin bertengger di 97,104. Kurs yen di level 112,37 terhadap dolar AS setelah sempat melorot di posisi 112,51. Dolar Australia di posisi $0,7197 persen setelah sesi sebelumnya melemah di posisi $0,7180.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,60% ke level 20.987.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,20% ke posisi 25.865.

Indeks Shanghai (China) -1,05% ke posisi 2.549.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,37% ke level 3.056.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (19/12) pagi waktu setempat. Pergerakan pasar saham Eropa tersebut terjadi jelang putusan penentuan suku bunga acuan oleh bank sentral USA (the Fed).

Indeks FTSE (Inggris) +0,29% ke level 6.720.

Indeks DAX (Jerman) +0,20% ke posisi 10.762

Indeks CAC (Perancis) +0,31% pada level 4.768.


Oil

Harga minyak bangkit dari keterpurukan di pasar komoditas Asia, hari Rabu (19/12) sore. Hal ini terjadi seiring pasar saham global mengisyaratkan stabil tetapi harga minyak masih di bawah tekanan akibat kekhawatiran over supply dan perlambatan ekonomi global.

Minyak Brent naik 20 sen ke harga USD56,46 per barel. Harga minyak WTI naik 7 sen ke harga USD46,31 per barel. (pukul 07:22 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author