Bursa Siang: Jelang Putusan the Fed Regional Mixed, IHSG Bangkit

Bursa Siang: Jelang Putusan the Fed Regional Mixed, IHSG Bangkit

Posted by Written on 19 December 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mampu bangkit dari pelemahan pada akhir sesi pagi perdagangan hari Rabu (19/12). IHSG menguat +1,02 persen (+62 poin) ke level 6.144.

Indeks LQ45 +1,25% ke level 982 poin. IDX30 +1,17% ke level 541 poin. Indeks JII +1,37% ke level 684. Indeks Kompas100 +1,29% ke level 1.256. Indeks Sri Kehati +0,90% ke posisi 378. Indeks Sinfra18 +1,12% ke level 314.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: BBRIINKPCPINJPFANUSABBTN dan HMSP

Saham-saham top gainer LQ45: WSBPTPIAAKRAHMSPBRPTINCO dan EXCL

Saham-saham top loser LQ45: UNTRPTBALPPFMNCNINKPELSA dan BJBR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,78 triliun dengan volume trading sebanyak 64,72 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp202,86 miliar.

Sektor industri dasar dan konsumer menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +2,49 persen dan +1,77 persen.

Nilai tukar rupiah -0,77 persen ke level Rp14.388 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia mixed pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (18/12). MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia dan Pasifik) menguat 0,4 persen.

Keputusan kebijakan moneter di USA menjadi perhatian yang luas. The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya serta merupakan kesempatan terakhir di tahun 2018 dan prospek di tahun 2019 juga akan dicermati oleh para investor.

"Bukan soal apakah (suku bunga) naik atau tidak, tetapi mengejutkan jika mereka (the Fed) menahan diri. Pertanyaannya adalah apakah yang disampaikan the Fed adalah jalur yang bergerak maju. Jadi cerita sebenarnya adalah bukan tentang kenaikan suku bunga di bulan Desember 2018, tetapi apakah pada 2019 dan secara kritis yang terjadi pada 2020," kata Frances Donald, Analis pada Manulife Asset Management.

Pasar saham China untuk sementara berada di zona negatif pada aktivitas trading hari ini ditandai Indeks Shenzhen drop 0,395 persen. Sementara Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong bergerak menguat.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 tumbang lumayan signifikan dan Indeks Topix melemah, drop 0,59 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel melaju 0,68 persen.

Sedangkan Indeks ASX 200 (Australia) melemah -0,34 persen. Dolar Australia di posisi $0,7197 persen setelah sesi sebelumnya melemah di posisi $0,7180.

Indeks dolar AS ke level 96,862 atau melemah dibanding sesi kemarin bertengger di 97,104. Kurs yen di level 112,27 terhadap dolar AS setelah sempat melorot di posisi 112,51.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,61% ke level 20.986 (11:47 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,16% ke posisi 25.855.

Indeks Shanghai (China) -0,25% ke posisi 2.570.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,48% ke level 3.060. (12:00 pm).


Oil

Harga minyak bangkit dari keterpurukan di pasar komoditas Asia pagi ini, hari Rabu (19/12) setelah turun tajam 5 persen pada sesi sebelumnya. Beragam sentimen mengiringi pergerakan harga di antaranya ketakutan akan over supply dan perlambatan ekonomi global sehingga pasar di bawah tekanan.

Minyak Brent drop 71 sen ke harga USD58,90 per barel (pukul 03:40 GMT). Harga minyak WTI drop 60 sen ke harga USD49,27 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author