Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Berpeluang Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Berpeluang Rebound

Posted by Written on 19 December 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (19/12) dibuka mixed, berusaha melanjutkan tren penguatan indeks di bursa saham Wall Street di tengah berlangsungnya rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS, dan proyeksi ekonomi yang suram. Harga minyak anjlok ke level terendah 15 bulan.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,24%, dan berlanjut turun 0,27% (-15,30 poin) menjadi 5.574,20 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah 0,21& (-43,69 poin) menjadi 21.071,76, setelah dibuka turun 0,3% diwarnai kejatuhan harga saham Softbank Corp. dalam debut pertamanya di bursa saham. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,36% dan berlanjut menguat 0,33% ke posisi 2.069,01.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,18% (46,43 poin) menjadi 25.860,68 pada pukul 8:35 WIB, indeks Shanghai Composite, China juga naik 0,18% menjadi 2.578,68.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham gobal dan regional yang bervariasi, setelah gagal keluar dari teritori negatif pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melemah 0,12% menjadi 6.081,87. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan mencoba menguat, didukung pembelian investor jangka panjang. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya indikasi positif untuk mengalami rebound dengan membentuk sinyal bullish counter attack.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan menguatnya indeks bursa global diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu menguatnya harga CPO juga akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.050 dan resistance di 6.110.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : ASII (Buy, Support: Rp8.200, Resist: Rp8.550), UNVR (Buy, Support: Rp43.375, Resist: Rp44.400), ANTM (Buy, Support: Rp730, Resist: Rp770), BRPT (Buy, Support: Rp2.080, Resist: Rp2.190).

  • ETF : XISC (Buy, Support: Rp691, Resist: Rp711), XPID (Buy, Support: Rp525, Resist: Rp537), 

    XPLC (Buy, Support: Rp505, Resist: Rp515).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, tapi kekhawatiran tentang kejatuhan harga minyak dan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve membatasi kenaikan tersebut. Gejolak di Capitol Hill, karena penolakan Partai Demokrat terhadap proposal pendanaan dari Gedung Putih dikhawatirkan dapat menyebabkan penutupan aktivitas pemerintah.

Saham raksasa minyak Chevron dan Exxon Mobil turun lebih dari 2% karena harga minyak WTI rontok 6,6% di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan akibat pertumbuhan global yang lesu. Bank-bank besar, termasuk JPMorgan Chase, Bank of America dan Wells Fargo ditutup cenderung negatif. Sebaliknya, raksasa teknologi seperti Apple, Amazon, dan Microsoft naik lebih dari 1%. Boeing melesat 3,8% dan Johnson & Johnson menguat 1%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,35% (82,66 poin) menjadi 23.675,74.

  • S&P 500 bertambah 0,01% (0,22 poin) di posisi 2.546,16.

  • Nasdaq Composite menguat 0,45% (30,18 poin) ke level 6.783,91.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,93% menjadi USD24,74.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Indeks Stoxx 600 merosot 0,82% menjadi 340,46, atau longsor lebih dari 12 persen (year-on-year), terseret kekhawatiran kemungkinan perlambatan dan ketidakpastian politik. Saham minyak dan gas terperosok 2,47% terseret kejatuhan harga minyak ke level terendah 15 bulan.Produsen obat Indivior, Inggris melambung hampir 18%, setelah mengumumkan rencana penjualan obat andalan versi yang lebih murah. Getlink, operator Channel Tunnel antara Prancis dan Inggris naik 5,5% setelah perusahaan Prancis Eiffage membeli 5% sahamnya.

Indeks sentimen bisnis Ifo, Jerman edisi Desember turun menjadi 101,0 pada Desember, dari 102,0 di November. Di Inggris PM Theresa May kembali menghadapi ancaman mosi tidak percaya dari pemimpin oposisi Jeemy Corbyn karena menunda pemungutan suara Brexit di parlemen.

  • FTSE 100 London anjlok 1,06% (-71,65 poin) ke level 6.701,59.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,29% (-31,31 poin) menjadi 10.740,89.

  • CAC 40 Paris melorot 0,95% (-45,79 poin) ke posisi 4.754,08.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun ke level terendah satu pekan, mengantisipasi kemungkinan perlambatan laju kenaikan suku bunga The Fed setelah pertemuan kebijakan pekan ini. Data ekonomi AS yang suram dan tanda-tanda perlambatan di Eropa dan China mendukung pandangan tersebut Kritik Presiden AS Donald Trump terhadap The Fed juga tidak mendukung penguatan dolar. Survei Bank of America Merrill Lynch mengindikasikan kepercayaan investor memburuk, mengarah pada outlook tersuram perekonomian dunia dalam satu dekade. Indeks dolar, kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,1% menjadi 97,012.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13730.0012+0.11%6:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26510.0012+0.09%6:23 PM
Yen (USD-JPY)112.45-0.07-0.06%6:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.8953-0.002-0.03%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,501.00-79.00-0.54%3:46 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/12/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, merosot sekitar 7% ke level terendah lebih dari 15 bulan. AS dan Rusia terus memompa output mereka di level rekor bahkan ketika analis memperingatkan bahwa tanda-tanda perlambatan permintaan semakin terlihat. Harga minyak WTI sudah jatuh sekitar 23 persen (year-to-date), dan Brent terpenggal 35% dari level tertinggi Oktober, atau 16% sepanjang tahun 2018.

Badan Informasi Energi AS, menyebutkan, produksi minyak dari ladang shale-oil AS bulan ini akan meningkat menjadi di atas 8 juta barel per hari untuk pertama kalinya. Produksi dari tujuh wilayah utama diperkirakan meningkat hampir 134.000 bph pada Januari, kenaikan terbesar sejak September. Genscape melaporkan stok minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, naik lebih dari 1 juta barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD3,64 (-7,3%) menjadi USD46,24 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD3,35 (-5,6%) menjadi USD56,26 per barel.
Harga emas di bursa komoditas berjangka AS pagi tadi ditutup bertahan di dekat level tertinggi satu pekan, karena investor meragukan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tahun depan, sementara kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global terus bertahan. Harga emas sempat mencapai USD1.250,27, sedikit di bawah level tertinggi lima bulan USD1.250,55 yang dicapai pekan lalu. Standard Chartered memperkirakan rata-rata harga emas tahun depan akan mencapai USD1.300 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,25% menjadi USD1.248,93 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik USD1,80 menjadi USD1.253,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author