Bursa Sore: Minus Sentimen Regional, IHSG Terpangkas Lagi

Bursa Sore: Minus Sentimen Regional, IHSG Terpangkas Lagi

Posted by Written on 18 December 2018


Ipotnews - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut pada akhir perdagangan hari Selasa (18/12). IHSG berkurang -0,12 persen (-8 poin) ke level 6.081.

Indeks LQ45 -0,04% ke level 970 poin. IDX30 -0,07% ke level 534 poin. Indeks JII +0,31% ke level 675. Indeks Kompas100 -0,1% ke level 1.240. Indeks Sri Kehati 0,06% ke posisi 374. Indeks Sinfra18 +0,07% ke level 310.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILBBCABBRITLKMLPPFPTBA dan UNTR

Saham-saham top gainer LQ45: INKPANTMBRPTBJBRWIKAELSA dan BBTN

Saham-saham top loser LQ45: SMGRJSMRPTPPHMSP, WKST , GGRM dan BMRI

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp10,72 triliun dengan volume trading sebanyak 145,48 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp916,51 miliar.

Sektor tambang dan properti menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,16 persen dan -1,13 persen.

Nilai tukar rupiah +0,51 persen ke level Rp14.500 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia tumbang pada perdagangan hari Selasa (18/12) dipicu oleh ketakutan terhadap perlambatan ekonomi global. Pidato kunci Presiden China Xi Jinping tidak mendongkrak sentimen bagi pasar saham Asia.
MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia dan Pasifik) tumbang 0,9 persen.

Dalam pidato peringatan 40 tahun reformasi ekonomi China hari Selasa (18/12), Xi Jinping menyerukan agar China tetap pada jalur reformasi saat ini dan menekankan bahwa tidak ada seorang dalam posisi apapun mendikte rakyat China apa yang harus dilakukan atau tidak seharusnya dilakukan.

Para pelaku pasar memantau pidato Jinping guna menangkap sinyal apakah ada kemajuan ide pemimpin China sejalan dengan tuntutan Barat agar kontrol negara berkurang yang dapat berimplikasi pada apakah USA mencapai kesepakatan dagang dengan China pada 90 hari terakhir kesepakatan gencatan perang dagang.

"Event utama antara saat ini hingga akhir tahun akan ke arah apa yang akan dilakukan the Fed besok," kata Jim McCafferty, Analis Nomura (Hong Kong).

Dia menambahkan laju perubahan sentimen dilihat dari bukan hanya pada kinerja perusahaan tetapi juga dari ekonomi makro. "Mungkin ada peluang di luar yang mana the Fed mengisyaratkan pertumbuhan yang terendam dan seberapa agresif hal itu akan menjadi syarat kenaikan suku bunga ke depan," ujarnya.

Pasar saham China di zona negatif pada aktivitas trading hari ini ditandai Indeks Shenzhen drop 0,813 persen. Sementara Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga bergerak melemah.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 tumbang lumayan signifikan dan Indeks Topix melemah, drop 1,99 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel melorot 0,43 persen.

Sedangkan Indeks ASX 200 (Australia) melemah -1,22 persen. Dolar Australia di posisi $0,7182 persen setelah sesi sebelumnya melemah di posisi $0,7170.

Indeks dolar AS ke level 97,139 setelah melemah di sesi sebelumnya di level 97,036. Kurs yen di level 112,55 terhadap dolar AS setelah sempat melorot di posisi 113,5.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,82% ke level 21.115.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,05% ke posisi 25.814.

Indeks Shanghai (China) -0,82% ke posisi 2.576.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,93% ke level 3.053. 


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Selasa (18/12) pagi waktu setempat. Pelemahan tersebut sehubungan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Indeks FTSE (Inggris) -0,69 persen ke level 6.726.

Indeks DAX (Jerman) -0,36 persen di posisi 10.733.

Indeks CAC (Perancis) -0,53 persen pada level 4.774.


Oil

Harga minyak turun signifikan di pasar komoditas Asia sore ini, hari Selasa (18/12). Tekanan muncul seiring proyeksi persediaan minyak dan shale di USA mencapai rekor sehingga memicu ketakutan over supply.

Minyak Brent drop 83 sen ke harga USD58,78 per barel (pukul 07:22 GMT). Harga minyak WTI drop 87 sen ke harga USD49,01 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author