Bursa Pagi: Global-Regional Merosot, IHSG Cenderung Bergerak Negatif

Bursa Pagi: Global-Regional Merosot, IHSG Cenderung Bergerak Negatif

Posted by Written on 18 December 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (18/12) , dibuka melemah, melanjutkan tren kejatuhan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, terseret kekhawatiran penurunan ekonomi global. Pasar menunggu pidato Presiden China Xi Jinping memperingati 40 tahun reformasi ekonomi China, dan pembukaan rapat kebijakan Federal Reserve, hari ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200 sebesar 1,26% pada sesi awal perdagangan, diwarnai penurunan harga saham hampir di semua sektor. Harga saham pertambangan berguguran. Indeks berlanjut melorot 1,15% (65,30 poin) ke level 5.593,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,25% (268,44 poin) ke level 21.238,44, setelah dibuka terperosok 1,55%, di tengah pelemahan indeks dolar. Harga harga saham Fast Retailing merosot 2,1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,22%, dan berlanjut melemah 0,13% menjadi 2.068,47.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,71% (-184,00 poin) ke posisi 25.903,98 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China uga turun 0,55% menjadi 2.583,63.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini, kembali dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham gobal dan regional, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup merosot 1,3% ke level 6.089. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih mempunyai peluang penguatan menjelang penutupan 2018, dengan dukungan capital inflow. Namun masih naiknya imbal hasil obligasi AS yang diikuti dengan pelemahan rupiah akan menghalangi IHSG untuk bergerak ke jalur hijau. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan pergerakan indeks yang cenderung negatif, di rentang konsolidasi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya bursa global dan regional menjelang rapat The Fed - yang diprediksikan akan kembali menaikan suku bunga acuan sebanyak 25 bps menjadi 2,25%-2,50% - diperkirakan akan menjadi sentimen negatif di pasar. Data neraca perdagangan yang membukukan defisit di atas konsensus juga diprediksi akan menjadi tambahan sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.025 dan resistance di 6.140.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham : ACES (Buy, Support: Rp1.455, Resist: Rp1.545), SRIL (Buy, Support: Rp32, Resist: Rp368), 
  • PTPP (Buy on Weakness, Support: Rp1.935, Resist: Rp1.995), AKRA ( SELL , Support: Rp4.020, Resist: Rp4.420)

  • ETF : XISR ( SELL , Support: Rp374, Resist: Rp383), XPDV ( SELL , Support: Rp488, Resist: Rp499), 

    XIIF ( SELL , Support: Rp658, Resist: Rp679)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir beguguran, karena investor masih mengkhawatirkan melemahnya pertumbuhan global. Indeks S&P dan Nasdaq menyentuh level terendah tahun ini. Aksi jual terjadi setelah Presiden Donald Trump mendesak Federal Reserve agar tidak menaikkan suku bunga. Beberapa analis mengatakan, bursa saham sudah berada di area bear market, mendekati level teknikal yang dapat memicu aksi jual otomatis.

Survei aktivitas manufaktur di New York menunjukkan penurunan yang tak terduga, sementara indeks sentimen di kalangan pengembang perumahan juga turun tajam. Saham Goldman Sachs anjlok 2,7% menyusul keputusan otoritas Malaysia untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap perusahaan itu atas penipuan investasi 1MDB. Johnson & Johnson, terperosok 2,9%, Microsoft drop 2,9%, Amazon longsor 4%, dan Alphabet turun 2%.

  • Down Jones Industrial Average terpenggal 2,1% (-507,53 poin) ke level 23.592,98.

  • S&P 500 rontok 2,08% (-54,01 poin) menjadi 2.545,83.

  • Nasdaq Composite tumbang 2,27% (-156,93 poin) ke posisi 6.753,73.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,055 menjadi USD24,32.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi global. Bank of International Settlements (BIS), Minggu, mengatakan, ketegangan pasar baru-baru ini adalah tanda dari lebih banyak gejolak yang akan datang, dan normalisasi kebijakan moneter cenderung memicu aksi jual. Indeks Stoxx 600 merosot 1,14% menjadi 343,26, dipimpin kejatuhan harga saham ritel hingga 2,7%.

Saham ritel Inggris mencatatkan kerugian besar; Asos tumbang 37,55%, Next rontok 4,63%, Marks & Spencer jatuh 4,94% dan Boohoo terjungkal 13,74%. H&M juga jatuh, meski melaporkan pertumbuhan penjualan pada periode September-November sebesar 6% dari tahun sebelumnya, terperosok 8,53%.Sementara itu, PM Inggris Theresa May mengumumkan di parlemen bahwa pemungutan suara Brexit akan berlangsung pada pertengahan Januari.

  • FTSE 100 London, melorot 1,05% (-71,93 poin) ke posisi 6.773,24.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,86% (-93,57 poin) menjadi 10.772,20.

  • CAC 40 Paris terpangkas 1,11% (-53,83 poin) ke level 4.799,87.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, turun dari level tertinggi 18 bulan, menjelang rapat kebijakan The Fed, Selasa-Rabu pekan ini. The Fed diperkirakan akan memutuskan kenaikan suku bunga, namun mengisyaratkan kehati-hatian dalam menghadapi perekonomian tahun depan. Para investor yakin bahwa The Fed akan memberlakukan jeda siklus kenaikan suku bunga. Sementara itu, Euro menguat 0,42%, setelah melemah pekan lalu ketika setelah Bank Sentral Eropa mengungkapkan kehati-hatian tentang prospek ekonomi dunia, dan memangkas proyeksi inflasi dan pertumbuhan. Investor akan mencermati pidato Presiden Xi Jinping, Selasa ini, memperingati ulang tahun ke-40 reformasi pasar China. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,35% menjadi 97,10.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13520.0004+0.04%6:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2616-0.0008-0.06%6:23 PM
Yen (USD-JPY)112.79-0.04-0.04%6:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.8973-0.0103-0.15%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,580.00-1.30-0.01%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/12/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, ditutup turun lebih dari 1%. Harga minyak WTI menembus level terendah sejak September 2017, diwarnai isu kelebihan pasokan (oversupply) di AS. Sentimen investor yang mengkhawatirkan pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan dampaknya terhadap permintaan bahan bakar, ikut menekan harga minyak. Harga minyak mentah WTI dan Brent sudah turun lebih dari 30% sejak awal Oktober hingga akhir November karena persediaan yang berlimpah.

Persediaan di pusat penyimpanan dan titik pengiriman minyak untuk kontrak berjangka, Cushing, Oklahoma, hingga akhir pekan lalu, naik lebih dari 1 juta barel menurut Genscape. Investor masih meragukan bahwa rencana pengurangan pasokan 1,2 juta barel per hari (bph) oleh OPEC dan produsen lain seperti Rusia, akan cukup signifikan untuk menyeimbangkan pasar. Sementara itu, laporan bulanan Badan Informasi Energi AS menyebutkan produksi minyak dari tujuh cekungan shale oil AS sudah melampaui 8 juta pada akhir tahun. Produksi minyak Rusia dikabarkan mencapai rekor 11,42 juta bph sepanjang Desember ini.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 67 sen (-1,11%) menjadi USD59,61 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD1,32 (-2,58%) menjadi USD49,88 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terangkat oleh depresiasi dolar AS. Beberapa investor memilih emas untuk berlindung dari kejatuhan harga saham global menjelang rapat kebijakan The Fed, Selasa-Rabu pekan ini. Pasar saham yang lemah dan pertumbuhan global yang melambat menimbulkan spekulasi bahwa The Fed akan menghentikan siklus pengetatannya, atau berisiko merugikan ekonomi AS. Jika The Fed tidak menaikkan suku bunga, harga emas diperkirakan akan melonjak. 

Pasar juga mengkhawatirkan kemungkinan government shutdown di AS. Spekulan beralih ke net long position emas sebanyak 10.252 kontrak, bertambah 11.791 kontrak hingga 11 Desember lalu.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,64% menjadi USD1.246,06 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD10,40 menjadi USD1.251,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author