Bursa Sore: IHSG Tertekan Profit Taking Dan Pelemahan Rupiah

Bursa Sore: IHSG Tertekan Profit Taking Dan Pelemahan Rupiah

Posted by Written on 14 December 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertengger di zona negatif pada akhir sesi pagi perdagangan hari Jumat (14/12) akhir pekan ini. IHSG minus -0,13 persen (-8 poin) ke level 6.169.

Indeks LQ45 -0,06% ke level 986 poin. IDX30 -0,05% ke level 543 poin. Indeks JII -0,03% ke level 684. Indeks Kompas100 -0,17% ke level 1.261. Indeks Sri Kehati -0,27% ke posisi 379. Indeks Sinfra18 -0,56% ke level 315.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILTLKMBBRIKPASRIMOTRAM dan ADRO

Saham-saham top gainer LQ45: MNCNICBPINDFWIKAWSBPBJBR dan HMSP

Saham-saham top loser LQ45: JSMRWSKTSSMSINTPTLKMKLBF dan MEDC

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp9,65 triliun dengan volume trading sebanyak 100,21 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp84,47 miliar.

"Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta adanya aksi ambil untung menjadi katalis negatif bagi indeks," demikian ulas Tim Riset Indo Premier Sekuritas.

Sektor tambang dan industri dasar menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -0,65 persen dan -0,62 persen.

Nilai tukar rupiah -0,62 persen ke level Rp14.585 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia tumbang pada sesi pagi perdagangan hari Jumat (14/12) pasca rilis data indikator perekonomian China memanaskan lagi ketakutan terhadap perlambatan tajam ekonomi global. Para pemodal mengabaikan keresahan atas dampak lebih luas sengketa dagang USA dan China yang belum selesai.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia dan Pasifik) tumbang 1,3 persen.

Penjualan ritel di China periode November tumbuh paling buruk sejak 2003, hanya tumbuh 8,1 persen atau di bawah ekspektasi sebesar 8,8 persen. Sedangkan Output Industri naik paling rendah dalam 3 tahun terakhir seiring demand domestik yang berlanjut melemah. Output industri tumbuh 5,4 persen di periode November jauh dari perkiraan para analis sebesar 5,9 persen.

Hal ini memperlihatkan lonjakan risiko terhadap perekonomian. China berupaya meredakan sengketa dagang dengan USA.

Pernyataan resmi kantor Biro Statistik China mengatakan data periode November menunjukkan tekanan pada perekonomian meningkat. Analis pada lembaga RBC Capital Markets (Hong Kong), Sue Trinh, menilai para pembuat keputusan di pemerintah China sangat khawatir, terutama dengan pertumbuhan konsumsi yang turun tajam.

"Jadi diperkirakan kebijakan stimulus lebih lanjut di antaranya pemangkasan suku bunga akan muncul pada pekan mendatang walaupun data ini akan mengindikasikan kebijakan hingga saat ini belum benar-benar bekerja.

Pasar saham China untuk sementara berada di zona negatif pada aktivitas trading hari ini ditandai Indeks Shenzhen drop 2,462 persen. Sementara Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melemah signifikan.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 tumbang lumayan signifikan dan Indeks Topix melemah, drop 1,51 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel melorot 1,25 persen.

Sedangkan Indeks ASX 200 (Australia) melemah 1,05 persen. Dolar Australia pada posisi $0,7183 atau melemah dibanding trading sehari sebelumnya di level $0,7226.

Indeks dolar AS ke level 97,202 menguat dibanding sesi closing sebelumnya di level 97,064. Kurs yen di level 113,57 terhadap dolar AS.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,02% ke level 21.374.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,62% ke posisi 26.094.

Indeks Shanghai (China) -1,53% ke posisi 2.593.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,09% ke level 3.077.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (14/12) pagi waktu setempat. Pelemahan terjadi seiring ketakutan terhadap perlambatan perekonomian China.

Indeks FTSE (Inggris) -0,86% ke posisi 6.818.

Indeks DAX (Jerman) -1,07% pada level 10.815

Indeks CAC (Perancis) -0,82% di posisi 4.856


Oil

Harga minyak ambrol pada perdagangan hari Jumat (14/12) sore di pasar komoditas Asia. Tekanan harga terjadi di tengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi China serta faktor profit taking para investor setelah harga minyak naik 2 persen pada sesi sebelumnya.

Minyak Brent drop 46 sen ke harga USD60,99 per barel (pukul 06:30 GMT). Harga minyak WTI drop 30 sen ke harga USD52,28 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author