Bursa Siang: Data Perekonomian Buruk, IHSG Tergerus Tipis

Bursa Siang: Data Perekonomian Buruk, IHSG Tergerus Tipis

Posted by Written on 14 December 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertengger di zona negatif pada akhir sesi pagi perdagangan hari Jumat (14/12). IHSG minus -0,06 persen (-4 poin) ke level 6.173.

Indeks LQ45 +0,03% ke level 987 poin. IDX30 +0,01% ke level 543 poin. Indeks JII +0,12% ke level 685. Indeks Kompas100 -0,10% ke level 1.262. Indeks Sri Kehati -0,18% ke posisi 380. Indeks Sinfra18 -0,14% ke level 317.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: BHIT, JSMRWIKATARAPTPPCPIN dan ITMG

Saham-saham top gainer LQ45: MNCNICBPWIKAINDFADHIWSBP dan ADRO

Saham-saham top loser LQ45: BBCABBRIINTPEXCLBSDEBKSL dan LPPF

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,11 triliun dengan volume trading sebanyak 50,70 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp270,62 miliar.

Sektor industri dasar dan keuangan menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing 0,83 persen dan -0,3 persen.

Nilai tukar rupiah -0,41 persen ke level Rp14.555 (pukul 11:30 am)


Bursa Asia

Market saham Asia tumbang pada sesi pagi perdagangan hari Jumat (14/12) pasca rilis data indikator perekonomian China memanaskan lagi ketakutan terhadap perlambatan tajam ekonomi global. Para pemodal mengabaikan keresahan atas dampak lebih luas sengketa dagang USA dan China yang belum selesai.

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham Asia dan Pasifik) tumbang 1,4 persen.

Penjualan ritel di China periode November tumbuh paling buruk sejak 2003. Sedangkan Output Industri naik paling rendah dalam 3 tahun terakhir seiring demand domestik yang berlanjut melemah. Hal ini memperlihatkan lonjakan risiko terhadap perekonomian. China berupaya meredakan sengketa dagang dengan USA.

Walaupun negosiasi konflik dagang USA dan China memunculkan harapan serta valuasi aset murah menopang pasar pada saat ini, tetapi pelaku pasar memiliki banyak potensi jebakan," kata Nobuhiko Kuramochi, Analis pada Mizuho Securities. Menurut dia jika pasar saham USA melemah di bawah triple bottomnya yang terendah baru-baru ini, itu akan menjadi sinyal teknikal yang sangat lemah.

Pasar saham China untuk sementara berada di zona negatif pada aktivitas trading hari ini ditandai Indeks Shenzhen drop 0,71 persen. Sementara Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melemah signifikan.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 tumbang lumayan signifikan dan Indeks Topix melemah, drop 1,45 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel melorot 1,40 persen.

Sedangkan Indeks ASX 200 (Australia) melemah -1,08 persen. Dolar Australia melemah 0,55 persen.

Indeks dolar AS ke level 97,094. Kurs yen di level 113,42 terhadap dolar AS.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,57% ke level 21.473 (11:21 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,37% ke posisi 26.159. (11:22 am).

Indeks Shanghai (China) -0,57% ke posisi 2.619. (11:22 am)

Indeks Straits Times (Singapura) -1,22% ke level 3.073. (11:23 am).


Oil

Aksi profit taking melanda pasar komoditas minyak. Harga minyak tertekan pada perdagangan hari Jumat (14/12) pagi di pasar komoditas Asia. Profit taking terjadi akibat ketakutan terhadap kemungkinan pelemahan demand di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global walaupun terdapat harapan OPEC akan memangkas produksi.

Minyak Brent drop 36 sen ke harga USD61,09 per barel (pukul 03:53 GMT). Harga minyak WTI drop 11 sen ke harga USD52,47 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author