Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Adang Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Adang Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 14 December 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (14/12), perdagangan saham di bursa Asia dibuka melemah, melanjutkan tren pergerakan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang ditutup cenderung melemah, setelah pernyataan resmi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengakhiri program stimulus pelonggaran kuantitatif pada Desember ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, sebesar 0,54%. Penurunan indeks berlanjut semakin deras sebesar 0,79% (-44,80 poin) ke level 5.616,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 1,37% (-297,90 poin) ke posisi 21.518,29, setelah dibuka melorot 0,55% meskipun rilishasil survei Tankan memperlihatkan bahwa keyakinan para pengusaha manufaktur besar tetap stabil, menepis perkiraan penurunan sentimen. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,36% dan berlanjut anjlok 1,04% menjadi 2.073,75.

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 1,15% (-305,35 poin) ke level 26.219,00 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,26% di posisi 2.627,28.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah berhasik bermanuver di zona hijau di sepanjang sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melaju 1,02% ke level 6,177. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan didukung rilis data penjualan otomotif dan capital inflow, menuju 6.200. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bullish continuation, bergerak di area positif di atas area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasianya bursa global seiring dan menguatnya beberapa komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu peluang terjadinya aksi ambil untung dan tertekannya rupiah pada pembukaan hari ini diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.130 dan resistance di 6.220.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham : TLKM (Buy, Support: Rp3.680, Resist: Rp3.830), INCO (Buy, Support: Rp3.060, Resist: Rp3.290), GGRM (Buy, Support: Rp81.325, Resist: Rp83.550), JSMR (Buy, Support: Rp4.500, Resist: Rp4.670).

  • ETF : XIIT (Buy, Support: Rp548, Resist: Rp554), XPES (Buy, Support: Rp447, Resist: Rp455), 

    XPLQ (Buy, Support: Rp531, Resist: Rp539)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif cenderung melemah, dalam sesi perdagangan yang volatile, di tengah perkembangan terbaru mengenai perang dagang Amerika Serikat-China dan sejumlah katalis lainnya. Sentimen positif di sekitar perdagangan dan rebound saham General Electric berkontribusi pada kenaikan awal Wall Street. BUMN China dikabarkan membeli setidaknya 500.000 ton kedelai AS, pembelian pertama dalam lebih dari 6 bulan. Bank Sentral Eropa memangkas proyeksi pertumbuhan 2019 dan memperingatkan meningkatnya risiko dalam pertumbuhan di blok ekonomi tersebut.

Saham General Motors anjlok 1,6% setelah Trump kembali mengecam perusahaan tersebut, dan CEO GM Mary Barra, memperbaharui rencana pengurangan tenaga kerja dan menutup pabrik di AS. Saham General Electric melambung 7,2% menyusul upgrade analis. Produsen consumer good,Procter & Gamble, melonjak 2,6%, setelah Bank of America meng-upgrade sahamnya.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,29% (70,11 poin) menjadi 24.597,38.

  • S&P 500 melemah tipis 0,02% (-0,53 poin) di posisi 2.650,53.

  • Nasdaq Composite turun 0,39% (-27,98 poin) ke level 7.070,33.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchangenaik 1,41% menjadi USD25,12.
Bursa saham utamaEropatadi malam berakhir melemah setelah Bank Sentral Eropa (ECB) secara resmi menyatakan akan mengakhiri program Pelonggaran Kuantitatif (QE) senilai 2,6 triliun euro (USD3 triliun) pada Desember ini. Indeks Stoxx 600 melemah 0,17% menjadi 349,42, dipimpin kejatuhan harga saham perusahaaan grosir Metro, Jerman lebih dari 7% karena melaporkan kondisi bisnis yang buruk di Rusia.
Sebaliknya, saham-saham berbasis sumber daya alam secara keseluruhan menampilkan kinerja terbaik. Unicredit melompat 1,4% merespon rencana berakhirnya program stimulus ECB.

  • FTSE 100 London turun tipis 0,04% (-2,69 poin) di posisi 6.877,50.

  • DAX 30 Frankfurt juga melemah 0,04% (-4,73 poin) menjadi 10.924,70.

  • CAC 40 Paris turun 0,26% (-12,53 poin) ke level 4.896,92.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, didukung optimisme kemajuan perundingan dagang China-AS. Euro bertahan stabil, setelah ECB menghentikan program pembelian obligasi yang baru dan berjanji mempertahankan dukungan kebijakan untuk zona euro karena risiko dari ketegangan perdagangan, Brexit dan masalah anggaran di Italia dan gejolak Prancis. Di sisi lain, ECB mempertahankan target suku bunga utamanya di posisi -0,40%. Indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap enam mata uang negara maju naik tipis 0,02% menjadi 97,064.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1358-0.0003-0.03%6:35 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26520.0009+0.07%6:35 PM
Yen (USD-JPY)113.60-0.03-0.03%6:35 PM
Yuan (USD-CNY)6.88160.0016+0.02%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,496.50-101.00-0.69%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/12/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat signifikan, di tengah berita penurunan stok minyak AS. Stok minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, menurut Genscape, turun hampir 822.000 barel selama sepekan hingga Selasa kemarin. Hingga akhir pekan lalu persediaan minyak AS sudah turun sebesar 1,2 juta barel, masih lebih rendah dari ekspektasi penurunan 3 juta barel.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasar minyak global bisa mencatat defisit pasokan pada kuartal kedua tahun depan, lebih cepat daripada dugaan sebelumnya jika OPEC dan Rusia mempertahankan kesepakatan pengurangan produksi, dan Kanada tetap membatasi produksi. Sebelumnya, OPEC mengatakan permintaan minyak mentah pada 2019 akan menyusut jadi 31,44 juta bph, 100.000 bph di bawah prediksi bulan lalu dan 1,53 juta bph di bawah produksi saat ini.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik USD1,3 (2,1%) menjadi USD61,45 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik USD1,43 (2,8%) menjadi USD52,58 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi jatuh ke level terendah dalam sepekan, karena penguatan dolar dan investor berburu keuntungan di saham global karena meredanya konflik perdagangan AS-China. Analis mengatakan, jika The Fed bersikap lebih dovis, harga emas akan berpeluang menguat.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.242,60 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD2,60 (-0,2%) menjadi USD1.247,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author