Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Peluang IHSG Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Peluang IHSG Terbatas

Posted by Written on 11 December 2018


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (11/12) dibuka mixed cenderung melemah, melanjutkan tren pergerakan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang ditutup berlawanan arah, di tengah ketidakpastian Brexit dan perang dagang AS-China.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka menguat dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, sebesar 0,39%, didukung kenaikan harga saham di sebagian besar sektor.Penguatan indeks berlanjut 0,11% (6,00 poin) ke posisi 5.558,50 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,46% (-97,45 poin) ke level 21.122,05, setelah dibuka tergelincir 0,21% kendati diwarnaai lonjakan harga saham Softbank sebesar 2,8% pada sesi pembukaan. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah dan berlanjut menyusut 0,12% di level 2.051,24.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 0,50% (-128,98 poin) ke leve 25.623,40 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat 0,09% di posisi 2.587,01.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan yang bervariasi di bursa saham global dan regional, setelah terperosok di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemairn, turun 0,24% menjadi 6.111,36. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi tekanan dari bursa global, yang memicu aksi jual asing. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan dengan momentum bearish reversal di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global yang ditopang oleh penguatan saham sektor teknologi diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel dan timah akan menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks. Sementara itu nilai tukar rupiah yang cenderung tertekan akan menjadi katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksibergerak bervariasi cenderung menguat terbatas dengan rentang support di level 6.085 dan resistance di 6.135.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan:

  • Saham : SMRA (Buy on Weakness, Support: Rp820, Resist: Rp855), INDF (Buy on Weakness, Support: Rp6.475, Resist: Rp6.600), BSDE (Buy, Support: Rp1.275, Resist: Rp1.345), JPFA (Buy, Support: Rp2.200, Resist: Rp2.280).

  • ETF : XPID (Buy on Weakness, Support: Rp532, Resist: Rp536), XPFT (Buy, Support: Rp525, Resist: Rp536), XPLC (Buy on Weakness, Support: Rp511, Resist: Rp515)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat, setelah melalui sesi yang bergejolak karena kekhawatiran tentang Brexit dan perang dagang di tengah prakiraan pertumbuhan AS yang melambat di 2019 dan berpotensi menjadi resesi.. Kebangkitan sektor teknologi mendongkrak indeks. Investor mencermati gejolak bursa saham di Eropa, karena PM Inggris Theresa May menunda pemungutan suara Brexit dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan kenaikan upah minimum dan sejumlah langkah lain untuk mengatasi protes yang meluas.

Saham teknologi pada umumnya menghijau. Facebook melompat 3,2% , setelah meningkatkan rencana buyback saham sebesar USD9 miliar. Amazon menguat 0,7%, Microsoft melonjak 2,6%, dan Netflix melaju 1,7%. Apple naik 0,7%, Qualcomm melejit 2,2%. FedEx rontok 4,2% setelah mengumumkan pengunduran diri pemimpin perusahaan, David Cunningham.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,14% (34,31 poin) di posisi 24.423,26.

  • S&P 500 naik 0,18% (4,64 poin) menjadi 2.637,72.

  • Nasdaq Composite melaju 0,74% (51,27 poin) ke level 7.020,52.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,20% menjadi USD24,37.

Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup di zona merah, terbebani oleh kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan penundaan pemungutan suara Brexit di parlemen Inggris oleh PM Theresa May. 

Sterling merosot ke level terendah satu setengah tahun karena berita tersebut. Mata uang Inggris itu diperdagangkan pada sekitar 1,2548 terhadap dolar pada pukul 16.00 waktu London.

Indeks Stoxx ditutup anjlok sekitar 1,87% menjadi 338,99, dipimpin kejatuhan harga saham BASF SE Jerman lebih dari 4%. Saham otomotif anjlok 2,8%; Fiat Chrysler merosot lebih dari 3%, Renault dan PeugeotCitroen masing-masing terpangkas sekitar 4%. Air France KLM naik lebih dari 1,6%, setelah melaporkan angka traffic yang lebih baik dari perkiraan.

  • FTSE 100 London anjlok 0,83% (-56,57 poin) menjadi 6.721,54.

  • DAX 30 Frankfurt terperosok 1,54% (-166,02 poin) ke level 10.622,07.

  • CAC 40 Paris rontok 1,47% (-70,75 poin) ke posisi 4.742,38.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat di tengah kejatuhan poundsterling setelah PM Inggris Theresa May menunda pemungutan suara Brexit di parlemen. Poundsterling jatuh ke titik terendah 21 bulan. Dolar menikmati pemulihan setelah penurunan mingguan tertajam terhadap sekeranjang mata uang dalam tiga bulan, karena para pedagang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Traders mengekspektasikan The Fed akan menaikkan suku bungan menjadi 2,25-2,50% dalam rapat kebijakan pertengahan pekan depan.Indeks dolar AS naik 0,73% menjadi 97,219.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13570.0001+0.01%6:31 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25630.0002+0.02%6:31 PM
Yen (USD-JPY)113.2100-0.1200-0.11%6:31 PM
Yuan (USD-CNY)6.91170.0374+0.54%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,553.0073.00+0.50%3:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 10/12/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi ditutup anjlok lebih dari 2%, menghapuskan kenaikan pada akhir pekan lalu. Pasar kembali mengkhawatirkan pertumbuhan permintaan dan harga minyak mentah, terkait keputusan OPEC untuk memangkas produksi. Pasar mencermati sinyal baru dampak sengketa perdagangan AS-China terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Data makro dari sejumlah negara besar dunia termasuk AS, China, Jepang dan Jerman dalam beberapa hari terakhir terlihat melemah. Pasar juga terbebani oleh ketidakpastian dari keputusan Brexit.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,61 (-3,1%) menjadi USD51 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,68 (-2,7%) menjadi USD59,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup tutun, tertekan kenaikan dolar AS. Namun volatilitas di bursa saham dan prospek laju kenaikan suku bunga AS yang lebih rendah pada 2019, mempertahankan emas di dekat level tertinggi lima bulan. Penundaan pengabilan suara Brexit ikut menekan harga emas. Emas melonjak lebih dari dua persen, akhir pekan lalu, dan pulih sekitar 8% dari level terendah 19-bulan USD1.159,96 per ounce pada pertengahan Agustus. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,20 persen menjadi 759,73 ton, pada Jumat lalu.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.244,22 per ounce.

  • Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,2% menjadi USD1.249,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author