Bursa Pagi: Asia Meredup, Laju IHSG Berpotensi Terkoreksi

Bursa Pagi: Asia Meredup, Laju IHSG Berpotensi Terkoreksi

Posted by Written on 04 December 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (4/11) dibuka melorot, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang didorong oleh 'gencatan senjata' 90 hari perang dagang AS-China. Investor mulai mengkhawatirkan ketidakpastian kelanjutan dari kesepakatan tersebut.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melemah 0,16% dengan hampir semua sektor berada di teritori negatif. Saham sektor keuangan turun 0,25%. Indeks berlanjut melorot 0,57% (-32,70 poin) menjadi 5.738,50 pada pukul 8:35 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,37% (-82,57 poin) ke posisi 22.492,19, setelah dibuka melemah 0,14%, di tengah pelemahan dolar AS. Saham Nissan turun 0,25% jelang rapat penggantian Carlos Gohsn. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,21% dan berlanjut anjlok 0,61% ke level 2.118,49.

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,23% (62,85 poin) menjadi 27.119,19. Indeks Shanghai Compositemelemah 0,12% menjadi 2.651,56.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa Asia, setelah berjaya di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin, dan ditutup naik 1,03% ke level 6.118,32. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan berupaya membukukan kenaikan jangka pendek, di jalur uptrend, didukung rilis data ekonomi yang positifNamun secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks, memperlihatkan adanya potensi koreksi jangka pendek di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan kesepakatan dagang antara AS-China diprediksi masih akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya harga minyak mentah, nikel dan timah akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan rentang support di level 6.085 dan resistance di 6.150.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;


  • Saham : INTP (Buy, Support: Rp19.600, Resist: Rp20.800), KLBF (Buy, Support: Rp1.525, Resist: Rp1.580), ELSA (Buy, Support: Rp320, Resist: Rp560), ANTM (Buy, Support: Rp680, Resist: Rp790).

  • ETF : R-LQ45 (Buy, Support: Rp1.017, Resist: Rp1.037), XIIT (Buy, Support: Rp547, Resist: Rp560),

    XBNI (Buy, Support: Rp1.070, Resist: Rp1.090)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tdai berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, Sentimen investor terangkat oleh pemberitaan selama akhir pekan kemarin bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bersepakat untuk menunda pengenaan tarif baru selama 90 hari dan mempertahankan pembicaraan lanjutan. Rilis data aktivitas manufaktur AS periode November naik lebih besar dari perkiraan, tetapi belanja konstruksi Oktober turun tiga bulan berturut-turut menjadi USD1,31 triliun, lebih buruk dari perkiraan. Indeks PMI manufaktur ISM tercatat 59,3, lebih baik dari Oktober di level 57,7.

Saham Boeing dan Caterpillar, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, masing-masing melesat 3,81% dan 2,42%. Saham sektor teknologi naik 2,1%, saham-saham produsen chips yang beroperasi di China, Advanced Micro Devices melambung 11,31% dan Nvidia melesat 4,04%, Apple melonjak 3,5%. Saham sektor energi juga naik 2,3% menyusul rebound harga minyak.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,13% (287,97 poin) ke posisi 25.826,43.

  • S&P 500 melompat 1,09% (30,20 poin) menjadi 2.790,37.

  • Nasdaq Composite melesat 1,51% (110,98 poin) ke level 7.441,51 poin.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 2,18% menjadi USD25,26.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, didongkrak saham perusahaan tambang, otomotif, teknologi, dan minyak. Pasar terpengaruh oleh eforia kesepakatan AS-China untuk menunda penerapan tarif tambahan. Meski pasar bereaksi positif, sejumlah investor dan analis mengatakan hasil pertemuan kedua pemimpin negara tersebut sebagian sudah diantisipasi dan masih ada banyak hal yang perlu disepakati.

Indeks Stoxx 600 Eropa naik 1,03% menjadi 361,18, dipimpin kenaikan harga saham sektor pertambangan sebesar 4,3%. Saham Antofagasta, Anglo American, dan Glencore naik antara 3,7%-7,8%. Saham sektor otomotif melesat 3,1%, Daimler, BMW, dan Volkswagen naik 2,9%-4,8%. Saham produsen ban Continental naik 3,3% dan Faurecia naik 5,6%. Saham teknologi juga naik 2,6%, Infineon, STMicroelectronics, dan AMS masing-masing naik 3,8%-6%. sektor minyak naik 2,1% setelah harga minyak mentah melonjak menjelang pertemuan OPEC pekan ini.

  • FTSE 100 London melonjak 1,18% (82,17 poin) ke posisi 7.062,41.
  • DAX 30 Frankfurt melesat 1,85% (208,22 poin) ke level 11.465,46.

  • CAC 40 Paris melaju 1% (50,06 poin) menjadi 5.053,98.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, seiring dengan menurunnya ketegangan perang dagang AS-China. Investor melepas dolar AS untuk berburu yuan China dan mata uang negara lain yang bergantung pada perdagangan. Kurs yuan di luar China naik sekitar 1%, dolat Australia - yang sering dianggap sebagai barometer permintaan China - naik 0,7%. Mata uang emerging market (EM) secara keseluruhan menguatm, indeks MSCI mata uang EM naik 0,2%.

Euro juga menguat terhadap dolar AS. Namun poundsterling Inggris anjlok ke level terendah sejak akhir Oktober, pasar mengkhawatirkan persetujuan parlemen terhadap proposal Breaxit. Indeks dolar yang mengukur kurs dolar AS terhadap enam mata uang negara maju turun 0,24% menjadi 97,04.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13550.0001+0.01%6:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.27270.0002+0.02%6:33 PM
Yen (USD-JPY)113.55-0.11-0.10%6:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.8830-0.0775-1.11%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,244.00-57.50-0.40%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/12/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, melonjak hampir 4% pada penutupan, setelah 'gencatan senjata' 90 hari, perang dagang AS-China. Analis mengatakan, sinyal awal perbaikan hubungan dagang AS-China memberikan dorongan terhadap harga minyak, tapi apakah momentum ini akan terus bertahan akan bergantung pada hasil akhir negosiasi.

Kenaikan harga minyak juga didukung Provinsi Alberta, Kanada yang memerintahkan pemotongan produksi sebesar 8,7 persen atau 325.000 barel per hari (bph), untuk mengatasi kemacetan saluran pipa yang telah menyebabkan peningkatan stok minyak mentah. Sementara itu, OPEC bersiap-siap untuk mengurangi pasokan yang akan diputuskan dalam pertemuan di Wina, Kamis pekan ini. Qatar mengatakan akan keluar dari OPEC pada Januari. Produksi minyak eksportir LNG terbesar di dunia ini, hanya sekitar 600.000 barel per hari.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,23 (3,75%) menjadi USD61,69 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,02 (3,97%) menjadi USD52,95 per barel.
Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melaju lebih dari 1%, terangkat oleh pelemahan dolar AS, setelah AS dan China bersepakat untuk melanjutkan perundingan dagang. 

Momentum kenaikan dolar juga melemah setelah Federal Reserve AS kemungkinan akan mengambil jeda kenaikan suku bunga secara berkelanjutan.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,78% menjadi USD1.231,35 per ounce.

  • Harga emas untuk pengiriman Februari 2019 naik USD13,6 (1,11%) menjadi USD1.239,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author