Likuiditas Cukup, BI: Sentimen Bunga The Fed Tak Ganggu Ekonomi Domestik

Likuiditas Cukup, BI: Sentimen Bunga The Fed Tak Ganggu Ekonomi Domestik

Posted by Written on 03 December 2018


Ipotnews - Bank Indonesia (BI) memastikan tingkat likuiditas perbankan masih mencukupi untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, sehingga kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tidak berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

"Kami memastikan bahwa ke depan likuiditas perbankan dan keuangan masih cukup. Sehingga, kenaikan suku bunga dari eksternal tidak berdampak terlalu besar pada pertumbuhan ekonomi domestik," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam seminar "Strategi Memperkuat Daya Saing Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global" di Jakarta, Senin (3/12).

Perry menyebutkan, saat ini desain kebijakan ekonomi di Indonesia merupakan sinergi antarkebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil. "Begitu banyak inisiatif-inisitif kebijakan yang sekaligus memperkuat ketahanan kita terhadap risiko global dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," ucapnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, sejauh ini pertumbuhan ekonomi global melandai dan tidak merata. Dari sisi normalisasi kebijakan di AS, kata Perry, baseline BI memperkirakan bahwa suku bunga The Fed pada tahun depan akan mengalami kenaikan hingga tiga kali.

"Tetapi, dengan melihat apa yang terjadi di terakhir-terkhir ini, memang pasar sekarang ini melihat bahwa kenaikan Fed Fund Rate kemungkinan di tahun depan tidak tiga kali, kemungkinan hanya dua kali," ujar Perry.

Dia menjelaskan, sinergi kebijakan ekonomi nasional di bidang fiskal dan moneter sudah diarahkan untuk menjaga stabilitas dari sisi demand. "Tetapi, jangan dikatakan stabilitas itu tidak akan menciptakan growth. Karena, kebijakan di sektor riil juga mendukung upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Dengan demikian, menurut Perry, stabilitas yang terjaga akan didukung melalui kebijakan-kebijakan BI yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi. "Kami memperkirakan inflasi akhir tahun ini 3,2 persen dan tahun depan 3,5 persen plus minus 1 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,1 persen dan tahun depan 5-5,4 persen," tegasnya. (Budi)


Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author