Bursa Siang: Sinyal The Fed Topang Regional, IHSG Dan Rupiah Solid

Bursa Siang: Sinyal The Fed Topang Regional, IHSG Dan Rupiah Solid

Posted by Written on 29 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melaju signifikan pada akhir sesi pagi perdagangan hari Kamis (29/11). IHSG melompat +1,47 persen (+87 poin) ke level 6.079.

Indeks LQ45 +1,92% ke level 972 poin. IDX30 +1,87% ke level 536 poin. Indeks JII +2,28% ke level 663. Indeks Kompas100 +1,88% ke level 1.239. Indeks Sri Kehati +1,83% ke posisi 376. Indeks Sinfra18 +2,14% ke level 310.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: UNTRERAABBTNADROHMSPPGAS dan BMRI

Saham-saham top gainer LQ45: PTPPINCOLPPFWIKASMGRBSDE dan ADHI

Saham-saham top loser LQ45: KLBF

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp5,22 triliun dengan volume trading sebanyak 56,47 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp594,81 miliar.

Sektor properti dan konsumer menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melesat masing-masing +2,41 persen dan +2,19 persen.

Nilai tukar rupiah +1,26 persen ke level Rp14.345 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia menguat pada sesi pagi perdagangan hari Kamis (29/11) mengekor jejak penguatan bursa Wall Street. Bursa Wall Street menguat setelah Chairman the Fed menyatakan siklus ketat tingkat suku 3 tahunnya akan mendekati akhir. Hal ini mendorong daya tarik terhadap pasar saham.

MSCI Asia Pacific Indes sebagai tolok ukur pasar saham regional (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak naik 0,8 persen.

"Pasar saham menguat seiring the Fed mengisyaratkan untuk menerapkan frekuensi kenaikan suku bunga lebih rendah saat perekonomian masih dalam keadaan baik," ujar Masafumi Yamamoto, Analis Pasar Finansial pada Mizuho Securities yang berbasis di Tokyo seperti dilansir Reuters.

Dia menambahkan, kemungkinan pengetatan moneter di USA yang lebih lambat menyebabkan dolar AS merosot terhadap basket currency, terutama euro. Kurs euro segera mendapat manfaat dari kenaikan suku bunga bank sentral Eropa.

Tolok ukur pasar saham China kompak bergerak menguat. Indeks Shanghai bersinar dan Indeks Shenzhen naik 0,56 persen. Penguatan juga terjadi di bursa Hong Kong setelah Indeks Hang Seng di zona hijau.

Indeks Nikkei 225 dan Indeks Topix di bursa Jepang ada di level penguatan. Indeks Topix naik 0,75 persen. 

Sementara di bursa Korsel, Indeks Kospi melaju positif naik 0,82 persen dan Indeks ASX 200 (Australia) melaju 0,57 persen.

Indeks dolar AS ke level 96,838 melemah dari sesi sebelumnya di kisaran 97,200. Kurs yen di level 113,51 terhadap dolar AS. Dolar Australia di level $0,7298 atau menguat dari pelemahan di bawah posisi $0,7250.

Euro menguat ke $1,1374 atau menguat 0,7 persen dibanding sesi sehari sebelumnya.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,60% ke level 22.309. (11:42 am)

Indeks Hang Seng (Hong -0,13% ke posisi 26.646.

Indeks Shanghai (China) +0,28% ke posisi 2.608.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,82% ke level 3.119. (12.00 pm).


Oil

Harga minyak bergerak naik pada perdagangan hari Kamis (29/11) pagi di pasar Asia sehubungan optimisme terhadap pembahasan perang dagang pada KTT G20 dapat membantu perekonomian global serta karena prospek penguatan demand. Sementara kenaikan persediaan minyak di USA ke level tertinggi tahun ini berpotensi menahan penguatan harga minyak.


Minyak Brent naik 27 sen ke harga USD59,03 per barel. Harga minyak WTI naik 38 sen ke harga USD50,67 per barel. (pukul 03:38 GMT)


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author