Bursa Pagi: Sinyal Positif Dorong Bursa Global, IHSG Berpeluang Balik Arah

Bursa Pagi: Sinyal Positif Dorong Bursa Global, IHSG Berpeluang Balik Arah

Posted by Written on 29 November 2018


Ipotnews - Jelang akhir November, Kamis (29/11), bursa saham Asia dibuka melaju, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street, menyambut pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang dinilai dovish, dan sinyal positif perundingan sengketa dagang Presiden AS dan China akhir pekan ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia melaju 0,92% ditopang kenaikan harga saham hampir di semua sektor. Saham sektor pertambangan mempimpin kenaikan dengan 1,97%, sektor energi naik 0,97%, dan sektor keuangan bertambah 0,83%. Kenaikan indeks berlanjut 0,67% (38,40 poin) ke posisi 5.763,50 pada pukul 8;15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga bergerak naik 0,77% (171,71 poin) ke level 22.348,73, setelah dibuka melaju 0,93% di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 1,27% dan berlanjut naik 0,73% menjadi 2.123,70.

Lanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,68% (181,56 poin) ke level 26.864,12 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga naik 0,41% menjadi 2.612,49.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mepertahankan posisinya di atas level 6.000, turun 0,37% ke level 5.991. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik arah, didukung sentimen positif bursa global dan capital inflow meski masih dibayangi momentum bearish. Seara teknika, beberapa indikator memperlihatkan adanya peluang kenaikan mendekati jenuh beli, namun indikator lain menunjukkan adanya indikasi bearish .

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional setelah adanya komentar dari gubernur bank sentral Amerika, Jerome Powellbahwa secara historikal suku bunga acuan relatif masih rendah namun untuk saat ini sudah mendekati level netral (level dimana suku bunga tidak akan menghambat atau mendorong pertumbuhan ekonomi), diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah di pembukaan perdagangan hari ini juga akan menambah sentimen positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.960 dan resistance di 6.025.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : AKRA (Buy, Support: Rp3.840, Resist: Rp3.960), HMSP (Buy, Support: Rp3.550, Resist: Rp3.680), ASRI (Buy, Support: Rp306, Resist: Rp324), PWON (Buy, Support: Rp590, Resist: Rp610).

  • ETF : XPSG ( SELL , Support: Rp430, Resist: Rp440), XISI ( SELL , Support: Rp314, Resist: Rp328), 

    XISR ( SELL , Support: Rp370, Resist: Rp378)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, menyambut pidato Kepala Federal Reserve Jerome Powell yang mengatakan suku bunga masih terlalu rendah tetapi hanya "tepat di bawah" perkiraan netral, tingkat yang tidak merangsang atau menghambat ekonomi. Investor menagkap pidato tersebut sebagai isyarat bahwa tingkat suku bunga mungkin tidak akan naik lebih jauh. 

Meredanya kekhawatiran terhadap konflik perdagangan AS-China juga mendorong pergerakan Wall Street. New York Times melaporkan Trump mengkhawatirkan dampak perang dagang berpanjangan terhadap pasar dan ekonomi.

Saham-saham big cap yang berada di bawah tekanan akhir-akhir ini, termasuk Apple dan Boeing masing-masing melejit 3,9% dan 4,9%. Saham teknologi mengudara memulihkan beberapa kerugian baru-baru ini. Amazon dan Netflix membubung 6%, Alphabet melompat lebih dari 3,5%, dan Facebook melaju 1,3%.

  • Dow Jones Industrial Average melesat 2,50% (617,70 poin) ke level 25.366,43.

  • S&P 500 melesat 2,30% (61,61 poin) ke posisi 2.743,78.

  • Nasdaq Composite melambung 2,95% (208,89 poin) menjadi 7.291,59.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,77% menjadi USD24,72.

Bursa saham utamaEropa tadi malam ditutup hampir mendatar, investor masih berusaha menangkap sinyal-sinyal yang bertentangan tentang penyelesaian konflik dagang AS-China. Indeks Stoxx 600 berkurang 0,01 poin menjadi 357,39. Saham teknologi Eropa naik 0,71% di tengah harapan baru penyelesaian ketegangan perdagangan AS-China. Saham sektor sumber daya alam juga menghijau. Kekhawatiran mengenai Brexit terus bergemuruh. Parlemen Inggris yang terpecah, setelah para pemimpin Uni Eropa mendukung kesepakatan Brexit yang diusung Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Saham EDF Prancis menguat 1,8% setelah Presiden Emmanuel Macron, mengatakan kemungkinan meningkatkan saham negara di perusahaan tersebut tahun depan. Danone merosot 1,6% karena Goldman Sachs menurunkan rekomendasi sahamnya. Tenaris, Italia anjlok hampir 7% dihantam berita bahwa perusahaan itu masuk radar penyelidikan karena dugaan memberikan informasi investasi menyesatkan.

  • FTSE 100 London melemah 0,18% (-12,33 poin) di posisi 7.004,52.

  • DAX 30 Frankfurt berkurang 0,09% (-10,23 poin) menjadi 11.298,88.

  • CAC 40 Paris naik tipis 0,09 poin di level 4.983,24.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup dengan menurun tajam, Jerome Powell mengatakan suku bunga hanya di bawah netral sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga. Powell mengatakan tingkat suku bunga, di rentang 2-2,25%, saat ini "di bawah" kisaran luas perkiraan netral, yang pada September lalu tercatat 2,5-3,5%. Padahal pada 3 Oktober lalu Powell mengatakan The Fed mungkin menaikkan suku bunga melewati netral, dan mungkin masih "jauh" dari titik itu. Pasar menunggu rilis risalah rapat The Fed 7-8 November lalu, untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut tentang kemungkinan menaikkan suku bunga. Indeks dolar AS, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negaraa maju anjlok 0,60% menjadi 96,786.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13690.0003+0.03%6:35 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2824-0.0001-0.01%6:35 PM
Yen (USD-JPY)113.56-0.12-0.11%6:35 PM
Yuan (USD-CNY)6.95390.0024+0.03%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,529.0014.00+0.10%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, merosot ke bawah level USD60 per barel. Brent turun 32% dari level tertinggi 4 tahun, USD87 per barel pada awal bulan lalu. Hingga kahir pekan lalu stok minyak mentah AS melonjak 3,6 juta barel, naik 14 persen dengan mencatatkan kenaikan sepuluh pekan berturut-turut, melampaui ekspektasi. Pasar juga menyangsikan apakah OPEC akan mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi. Arab Saudi, menyatakan tidak akan sendirian memotong produksi, dan Nigeria tidak mau berkomitmen untuk untuk membatasi pasokan.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,27 (-2,5%) menjadi USD50,29 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,31 (-2,2%) menjadi USD59,09 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, pulih dari posisi terendah dua pekan, dengan membukukan kenaikan 1% di tengah pelemahan dolar AS. Sementara itu, harga palladium mencapai rekor tertinggi baru di posisi USD1.186,30 per ounce. Investor menunggu rilis risalah rapat The Fed 7-8 November lalu, untuk mendapatkan gambaran rencana kenaikan suku bunga AS. Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, dlam jamuan makan malam, Sabtu besok, di sela-sela pertemuan G-20 di Argentina untuk membahas sengketa perdagangan kedua negara itu.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.222,45 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD10,20 (0,8%) menjadi USD1.223,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author