Bursa Sore: Spekulasi Stimulus di Pasar Regional Tak Berefek ke IHSG

Bursa Sore: Spekulasi Stimulus di Pasar Regional Tak Berefek ke IHSG

Posted by Written on 28 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berdiam di zona merah pada akhir perdagangan hari Rabu (28/11). IHSG tergerus -0,37 persen (-23 poin) ke level 5.991.

Indeks LQ45 -0,68% ke level 954 poin. IDX30 -0,68% ke level 526 poin. Indeks JII -1,86% ke level 648. Indeks Kompas100 -0,57% ke level 1.216. Indeks Sri Kehati -1,18% ke posisi 369. Indeks Sinfra18 -2,11% ke level 303.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: SRILTLKMTKIMUNTRPTBALPPS dan INKP

Saham-saham top gainer LQ45: BJBRITMGPTBAADROLPPFGGRM dan INDY

Saham-saham top loser LQ45: BBCABSDESSMSJSMRSMGRBMRI dan LPKR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp9,72 triliun dengan volume trading sebanyak 127,23 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp235,16 miliar.

Sektor infrastruktur dan aneka industri menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -2,33 persen dan -1,62 persen.

Nilai tukar rupiah -0,10 persen ke level Rp14.528 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia naik secara moderat pada perdagangan hari Rabu (29/11). Penguatan tersebut seiring harapan China akan mengambil langkah-langkah menopang ekonomi. Para pemodal mencoba untuk menguraikan sinyal saling bertentangan terhadap deeskalasi sengketa dagang USA dengan China.

MSCI Asia Pacific Indeks sebagai tolok ukur pasar saham regional (tidak termasuk bursa Jepang) naik 0,7 persen dimotori pasar saham Taiwan dan China yang menguat.

"Pemerintah China benar-benar tidak mau membiarkan pasar saham berlanjut melemah mengingat ada masalah saham yang dijaminkan oleh perusahaan," kata Naoki Tashiro, Analis pada TS China Research yang berbasis di Tokoname, Jepang.

"Suasana pasar telah berubah hati-hati sekali di tengah hiruk pikuk berita konflik dagang menjelang ke prospek perundingan baru tarif impor," kata Analis pada National Australia Bank, Rodrigo Catril.

Menurut Rodrigo pasar tampaknya sedang melompati bayang-bayang momen tersebut dan melawan latar belakang ketidakpastian, dolar AS tetap menjadi pilihan yang disenangi untuk mengatasi badai tersebut.

Tolok ukur pasar saham China kompak bergerak menguat. Indeks Shanghai bersinar dan Indeks Shenzhen naik 1,399 persen. Penguatan juga terjadi di bursa Hong Kong setelah Indeks Hang Seng di zona hijau.

Indeks Nikkei 225 dan Indeks Topix di bursa Jepang ada di level penguatan. Indeks Topix naik 0,58 persen. 

Sementara di bursa Korsel, Indeks Kospi melaju positif naik 0,42 persen dan Indeks ASX 200 (Australia) melemah terbatas.

Indeks dolar AS ke level 97,407 setelah sesi sebelumnya menguat di posisi 97,439. Kurs yen di level 113,87 terhadap dolar AS atau melemah dibanding level sebelumnya pada posisi 113,4. Dolar Australia di level $0,7236.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,05% ke level 22.182.

Indeks Hang Seng (Hong +0,91% ke posisi 26.572.

Indeks Shanghai (China) +0,86% ke posisi 2.596.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,13% ke level 3.094.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (28/11) pagi waktu setempat. Para pemodal terus memantau semua hal tentang KTT G20 pada akhir pekan ini. Stoxx 600 Index (tolok ukur bursa Eropa) naik 0,46 persen sesaat setelah opening.

Indeks FTSE (Inggris) +0,51% pada posis 7.052.

Indeks DAX (Jerman) +0,33 ke level 11.345.

Indeks CAC (Perancis) +0,40 di posisi 5.003.


Oil

Harga minyak bergerak naik pada perdagangan hari Rabu (28/11) sore di pasar Asia. Laju harga minyak didorong oleh penghentian produksi minyak di Laut Utara serta ekspektasi di pasar bahwa OPEC pada pekan depan akan memutuskan pemangkasan suplai guna mengatasi kelebihan pasokan.

Minyak Brent naik 89 sen ke harga USD61,10 per barel. Harga minyak WTI naik 80 sen ke harga USD52,36 per barel. (pukul 07:48 GMT)


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author