Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Tertahan di Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Tertahan di Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 28 November 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (28/11) dibuka mixed cenderung melemah, terseret tren penurunan indeks acuaan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah ketidakpastian arah rencana perundingan dagang AS-China dan kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.

Perdagangan saham hari ini diawali dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, terangkat oleh kenaikan harga saham migas sebesar 0,33% dan harga saham sektor keuangan sebesar 0,11%. Pergerakan indeks berlanjut turun 0,19% (-10,60 poin) menjadi 5.717,70 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,73% (160,57 poin) ke level 22.112,97, setelah dibuka melaju 0,79% didukung oleh kenaikan harga saham Fast Retailing sebesar 1,9%. Indeks Kospi dibuka cenderung mendatar dan berlanjut turun tipis 0,07% di posisi 2.098,01.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,28% (74,72 poin) menjadi 26.406,68 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,07% di level 2.576,59.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan cenderung menguat di bursa regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, ditutup melemah 0,15% ke level 6013.59. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha rebound didukung capital inflow dan penguatan rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan mendekati jenuh beli, sehingga masih akan bergerak terkonsolidasi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan adanya harapan akan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya harga batu bara akan memberikan tambahan sentimen positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.980 dan resistance di 6.040.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : ASII (Buy, Support: Rp8.200, Resist: Rp8.575), GGRM (Buy, Support: Rp78.625, Resist: Rp81.975), JPFA (Buy, Support: Rp1.915, Resist: Rp2.040), TKIM ( SELL , Support: Rp12.700, Resist: Rp13.700)

  • ETF : XMTS (Buy on Weakness, Support: Rp508, Resist: Rp514), XBLQ (Buy on Weakness, Support: Rp480, Resist: Rp485), XDIF (Buy on Weakness, Support: Rp476, Resist: Rp485).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi berakhir sedikit lebih tinggi setelah pelaku pasar mencermati perkembangan dalam perang perdagangan AS-China.Saham Wall Street dibuka di zona merah setelah Presiden AS Donald Trump, tampaknya mengabaikan gagasan tentang kesepakatan dengan China pada KTT G20 pekan ini. Namun komentar bernada optimistis dari penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, membuat investor bergairah. Tingkat kepercayaan konsumen AS merosot pada bulan ini, tetapi tetap berada di dekat level tertinggi dalam sejarah dan melampaui ekspektasi analis. Investor menunggu pidato Ketua The Fed, Jerome Powell di Economic Club of New York, Rabu ini.

Saham sektor teknologi berada di bawah tekanan karena beberapa emiten seperti Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet, memasuki bear-market. Saham United Technologies, rontok 4,1% setelah merilis rencana pemecahan menjadi tiga perusahaan; aerospace, lift, serta pemanas dan ventilasi. General Motors melorot 2,6% karena Trump mengancam akan mengakhiri subsidi, menyusul keputusan untuk memangkas tenaga kerja dan menutup tujuh pabriknya.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,44% (108,49) menjadi 24.748,73.

  • S&P 500 menguat 0,33% (8,72 poin) ke posisi 2.682,20.

  • Nasdaq Composite naik tipis 0,01% (0,85 poin) di posisi 7.082,70.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,33% menjadi USD24,53.


Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di zona merah, dihantui sejumlah peristiwa politik termasuk Brexit dan rencana anggaran Italia, serta komentar Trump mengenai perdagangan AS-China. Indeks Stoxx 600 turun 0,26% menjadi 357,40 dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif dan sumber daya alam, terpengaruh oleh kekhawatiran kelangsungan perdagangan global. Saham sektor perjalaanan dan wisaata merosot hampir 1%. Saham perbankan Eropa melemah setelah berbagai penurunan peringkat oleh Morgan Stanley. Metro Bank turun 1,2%, BBVA anjlok 3,2%. Isu Brexit terus bergemuruh, para pemimpin Uni Eropa mendukung kesepakatan penarikan Brexit yang diusung Perdana Menteri Inggris Theresa May, namun masih ada rintangan yang bakal dihadapi May.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,40% (-45,61 poin) menjadi 11.309,11.

  • FTSE 100 London menyusut 0,27% (-19.15 poin) ke posisi 7.016,85.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,24% (-11,83 poin) ke level 4.983,15.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat mencapai rekor tertinggi dua pekan, setelah Wakil Kepala Federal Reserve, Richard Clarida, mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut. Clarida menekankan pentingnya pemantauan data ekonomi untuk menetapkan suku bunga yang mendekati netral, dan kesulitan The Fed untuk menentukan suku bunga netral dengan tingkat pengangguran maksimum. Pasar menunggu pidato Ketua The Fed, dan rilis risalah rapat7-8 November lalu.

Penguatan dolar juga didukung oleh kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-China, setelah Trump mengatakan kemungkinan untuk tetap menaikkan tarif impor China senilai USD200 miliar menjadi 25% dari 10%. Indeks dolar, tolok ukur greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,30% menjadi 97,369.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12980.0009+0.08%6:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2741-0.0006-0.05%6:30 PM
Yen (USD-JPY)113.74-0.05-0.04%6:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.95150.0107+0.15%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,515.0040.00+0.28%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergeraak melemah, terbebani ketidakpastian kelanjutan perundingan perang perdagangan AS-China, dan tanda-tanda peningkatan produksi minyak mentah global. Penurunan harga minyak dibatasi oleh ekspektasi bahwa OPEC akan setuju untuk memangkas produksi pada pertemuan mendatang. Harga minyak mentah anjlok lebih dari 30% sejak awal Oktober, tertekan oleh pasokan yang berlebihan dan pelemahan pasar keuangan. Pelaku pasar akan mencermati KTT G20 di Argentina pada akhir pekan nanti. Selain pertemuan presiden AS dan China, investor mengekspektasikan akan ada pembahasan soal kebijakan minyak, karena tiga produsen minyak mentah terbesar, Rusia, Amerika Serikat dan Arab Saudi, akan berada di KTT G20.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 27 sen menjadi USD60,21 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 7 sen menjadi USD51,56 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup di level terendah lebih dari satu pekan, tertekan penguatan dolar setelah komentar dari Wakil Kepala The Fed, yang mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga. Presiden The Fed St Louis, James Bullard, mengatakan bank sentral mungkin menghadapi tahun keputusan sulit, dengan suku bunga masih rendah menurut standar historis tetapi pertumbuhan menyusut. Investor juga menantikan rilis risalah rapat The Fed 7-8 November lalu, pidato Kepala The Fed. Harga emas sempat menyentuh titik terendah sejak 16 November di posisi USD1.213,94 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,66% menjadi USD1.214,18 per ounce.

  • Harga emas berjangka ditutup di posisi USD1.213,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author