Bursa Pagi: Lompatan Global Melandai Di Asia, Uji Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Lompatan Global Melandai Di Asia, Uji Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 27 November 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (27/11) dibuka menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang didukung kenaikan tajam harga minyak, perkembangan positif Brexit dan anggarran Italia, jelang rencana pertemuan Presiden AS dan China di KTT G-20 akhir pekan ini. Dalam wawancara The Wall Street Journal, Trump mengatakan, "highly unlikely" akan menunda kenaikan tarif dari 10% menjadi 25% pada awal Januari.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka menguat 0,2% ditopang kenaikan harga saham sektor keuangan 0,28% dan sektor energi 0,81%. Indeks berlanjut melemah 0,02% (-0,90 poin) di posisi 5.670,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,11% (23,03 poin) menjadi 21.835,03, setelah dibuka naik 0,35%, di tengah pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,27% dan berlanjut melemah 0,06% di posisi 2.081,68.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka melemah 0,12% (-30,81 poin) di posisi 26.345,37 pada pukul 8:35 WIB.Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melaju 0,39% ke level 2.585,83.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan posisinya di atas level 6.000 pada sesi perdagangan kemarin, ditutup menguat 0,28% menjadi 6.022. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha melanjutkan manuvernya zona hijau dengan mengandalkan capital inflow, di tengah minimnya sentimen positif. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan terbatas di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional diprediksi akan memberikan sentimen positif ke pasar. Sementara itu tren penguatan rupiah yang terus berlanjut dan masuknya modal asing akan menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang supportdi level 5.990 dan resistance di 6.055.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : BMRI (Buy, Support: Rp7.250, Resist: Rp7.500), WSBP (Buy, Support: Rp334, Resist: Rp358), 

    ACES (Buy, Support: Rp1.430, Resist: Rp1.475), INKP (Buy, Support: Rp13.100, Resist: Rp14.050).

  • ETF : XPES (Buy on Weakness, Support: Rp446, Resist: Rp452), XIJI (Buy on Weakness, Support: Rp672, Resist: Rp678), XPLQ (Buy on Weakness, Support: Rp524, Resist: Rp535).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat, setelah mengalami reli menjelang pertemuan Presiden AS dan China dalam KTT G-20 pekan ini di Argentina yang diharapkan akan menghasilkan sebuah terobosan. Investor juga mencermati pernyataan pejabat tinggi Federal Reserve, serta risalah pertemuan bank sentral yang akan dirilis pekan ini, dan berharap sinyal lebih hati-hati tentang kenaikan suku bunga pada 2019. Harga minyak WTI melonjak lebih dari 2%.

Saham emiten ritel menguat setelah data awal Adobe Analytics menunjukkan, dicanangkannya "Cyber Monday" - yang ditargetkan menjadi hari belanja online terbesar tahun ini - akan menghasilkan total USD7,8 miliar, meningkat 18,3% dari tahun lalu. Amazon melesat 5,3%, dan perusahaan ritel tradisional seperti Target, Best Buy, dan Macy's semua menguat. Microsoft melonjak 3,3%, dan Apple, Netflix, Alphabet naik lebih dari 1%. General Motors melejit 4,8% setelah mengumumkan rencana penutupan 7 pabrik dan merumahkan ribuan pekerja di seluruh dunia untuk menghemat USD6 miliar.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,46% (354,29 poin) ke level 24.640,24.

  • S&P 500 melompat 1,55% (40,89 poin) ke posisi 2.673,45.

  • Nasdaq Composite melesat 2,06% (142,87 poin) menjadi 7.081,85.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,16% menjadi USD24,45.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir menguat, didukung sentimen positif seputar Brexit. para pemimpin Uni Eropa (UE) memilih untuk mendukung kesepakatan penarikan Brexit yang diusung Perdana Menteri Inggris Theresa May, kendati masih membutuhkan persetujuan parlemen. Reuters melaporkan, koalisi pemerintahan Italia akan memangkas target defisit anggaran 2019 menjadi serendahnya 2% dari PDB. Indeks Stoxx 600 naik 1,23% menjadi 358,33, dipimpin reli saham sektor perbankan, otomotif, dan asuransi.

Sektor perbankan Eropa melesat 2,63% dengan sejumlah bank Italia menyentuh level tertinggi. Saham Eurofins Scientific melambung 7,91%, setelah mengonfirmasi target 2018, dan memperpanjang target pertumbuhan organiknya melampaui 2020. Saham Logitech naik 3,99% setelah mengumumkan telah menghentikan pembicaraan untuk mengakuisisi Plantronics.

  • FTSE 100 London Inggris melonjak 1,20% (83,14 poin) ke posisi 7.036,00.

  • DAX 30 Frankfurt melesat 1,45% (162,03 poin) ke level 11.354,72.

  • CAC 40 Paris naik 0,97% (48,03 poin) menjadi 4.994,98.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, di tengah pelemahan euro seiring pelemahan pertumbuhan zona euro. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), mengakui perlambatan pertumbuhan di kawasan tersebut. Sentimen bisnis Jerman turun lebih dari perkiraan pada periode November, memasuki bulan ketiga berturut-turut. Poundsterling sedikit menguat setelah adanya persetujuan Uni Eropa terhadap rencana Brexit. Investor menunggu pengumuman risalah rapat The Fed awal November lalu dan berekspektasi positif terhadap rencana pertemuan Presiden AS dan China di KTT G20 di Buenos Aires, akhir pekan ini. Indeks dolar AS menguat 0,16% menjadi 97,074.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13310.0003+0.03%6:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2812-0.0015-0.12%6:27 PM
Yen (USD-JPY)113.53-0.05-0.04%6:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.9408-0.0077-0.11%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,475.00-69.00-0.47%3:54 AM

Sumber : Bloomberg.com, 26/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, melambung hampir 3% meski masih dibayangi ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global dan sinyal peningkatan pasokan lebih lanjut. Mendukung harga minyak, bursa saham Wall Street mencatatkan reli karena dimulainya "Cyber Monday". 

Minyak mentah berjangka beberapa kali mengikuti pergerakan pasar ekuitas. Mengutip Genscape, para pedagang mengatakan, stok minyak mentah AS di titik pengiriman untuk WTI di Cushing, Oklahoma, naik hanya 126 barel dari Selasa hingga Jumat pekan lalu.

Namun, kekhawatiran permintaan dan rekor output Arab Saudi membatasi rebound. Produksi minyak mentah Saudi mencapai 11,1 juta hingga 11,3 juta barel per hari (bph) pada November, tertinggi sepanjang masa. OPEC akan bertemu di Wina pada 6 Desember, di tengah ekspektasi Arab Saudi bakal mendorong pemotongan produksi hingga 1,4 juta bph. Goldman Sachs mengatakan pertemuan G20 pekan ini bisa menjadi katalis untuk kebangkitan harga komoditas, mungkin mendorong pencairan dalam ketegangan perdagangan AS-China, dan menawarkan kejelasan potensi pemangkasan OPEC.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik USD1,68 (2,9%) menjadi USD60,48 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik USD1,21 (2,4%) menjadi USD51,63 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil, di tengah ketidakpastian perkiraan laju kenaikan suku bunga AS di masa mendatang, menjelang KTT G20 yang akan menyoroti masalah ketegangan perdagangan. Donald Trump dan Xi Jinping, direncanakan akan membahas sengketa perdagangan kedua negara di ajang itu. Pergerakan emas dalam jangka pendek akan ditentukan oleh pergerakan greenback, yang bisa tertekan jika The Fed mengambil pendekatan lebih hati-hati untuk pengetatan kebijakan di masa mendatang. Harga emas merosot sekitar 10% dari puncaknya, April lalu, dan turun 6% sepanjang tahun ini.

  • Harga emas di pasar spot turun tipis 0,05% menjadi USD1.221,81 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga stabil di posisi USD1.222,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author