Bursa Sore: IHSG Merespon Positif Rencana Insentif Pajak Properti

Bursa Sore: IHSG Merespon Positif Rencana Insentif Pajak Properti

Posted by Written on 22 November 2018


Ipotnews - Sepanjang sesi di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir menguat pada akhir perdagangan hari Kamis (22/11). IHSG melaju +0,72 persen (+42 poin) ke level 5.990.

Indeks LQ45 +1,17% ke level 956 poin. IDX30 +1,20% ke level 527 poin. Indeks JII +0,62% ke level 667. Indeks Kompas100 +0,97% ke level 1.217. Indeks Sri Kehati +1,14% ke posisi 372. Indeks Sinfra18 +1,44% ke level 313.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: WAPOADROLEADPTBABBRIWSKT dan BBTN

Saham-saham top gainer LQ45: SMGRBSDEBBTNWIKA BKSLINKP dan AKRA

Saham-saham top loser LQ45: SSMSUNTRPGASSRILELSALPKR dan LPPF

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,47 triliun dengan volume trading sebanyak 131,63 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp219,02 miliar.

Sektor properti dan keuangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +1,49 persen dan +1,35 persen.

Laju IHSG mendapat topangan penguatan saham-saham properti. Tim Analis Indo Premier Sekuritas menilai rencana pemerintah menaikkan batas pajak properti mewah dari Rp20 miliar menjadi Rp30 miliar menambah katalis positif untuk indeks.

Nilai tukar rupiah +0,18 persen ke level Rp14.578 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada perdagangan hari Kamis (22/11) seiring pasar China yang memperpanjang pelemahan karena investor mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global dalam menghadapi kenaikan suku bunga di USA serta akibat perang dagang. 

MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur market saham regional tetapi tidak termasuk bursa Jepang) naik 0,2 persen.

Analis pada lembaga AMP, Shane Oliver menilai para pemodal masih khawatir apakah akan (market) akan lanjut melemah mengingat tak ada lagi insentif yang mendorong pasar yang akhir-akhir ini terkoreksi.

Perang dagang USA dengan China masih tetap sebagai kecemasan terbesar bagi pasar disertai sinyal pelemahan laba korporasi, aksi jual signifikan saham tekno dan naiknya suku bunga di USA mendorong pemodal menyimpan dananya sebelum akhir tahun. "Dan itu semua terkait dengan kekhawatiran terhadap ekonomi global," tambah Oliver. 

Inflasi Jepang naik 0,1 persen sesuai dengan ekspektasi para analis. Indeks Nikkei 225 berada di zona hijau dan begitu pula dengan Indeks Topix naik 0,81 persen. Di bursa China Indeks Shenzhen bergerak flat.

Indeks ASX200 di bursa Australia naik 0,86 persen ditopang sebagian besar sektor ada di zona hijau. Tekanan terjadi terhadap Indeks Kospi (Korsel) melemah 0,32 persen. 

Indeks dolar AS ke posisi 96,680, atau melemah setelah sempat ke level 96,8 di awal-awal sesi. Nilai tukar yen ke posisi 113,00 terhadap USD, melemah dibanding sesi kemarin di level 112,7. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7254 menguat dari posisi $0,72 pada sesi kemarin.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,65% ke posisi level 21.646.

Indeks Hang Seng (Hong +0,18% ke posisi 26.019.

Indeks Shanghai (China) -0,23% ke posisi 2.645.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,12% ke level 3.042.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (22/11) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa bertindak hati-hati dalam menghadapi isu Brexit dan hambatan anggaran negara Itali serta tensi geopolitik yang kian melebar.

Indeks FTSE 100 (Inggris) -0,33% ke posisi 7.026.

Indeks DAX (Jerman) -0,27% di level 11.213.

Indeks CAC (Perancis) -0,38% pada posisi 4.956.


Oil

Harga minyak dalam tekanan pada perdagangan hari Kamis (22/11) sore di pasar Asia seiring persediaan minyak di USA naik tertinggi terhitung sejak Desember 2017 di tengah kekhawatiran atas banjir suplai di pasar global. Meski demikian, diperkirakan pemangkasan suplai oleh OPEC mencegah kejatuhan harga lebih lanjut. 

Minyak Brent drop 14 sen ke harga USD63,34 per barel. Harga minyak WTI turun 16 sen ke harga USD54,47 per barel. (pukul 07:40 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author