Sektor Tambang Jadi Pelopor, IHSG Sesi I Melemah

Sektor Tambang Jadi Pelopor, IHSG Sesi I Melemah

Posted by Written on 21 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kembali melanjutkan tren pelemahannya pada penutupan perdagangan sesi pagi, Rabu (21/11). IHSG terkoreksi 0,95 persen ke level 5.948 dan konsisten di zona merah pada level 5.908 - 5.978 sejak dibuka perdagangan tadi pagi.

Sebanyak delapan sektor melemah dan dua sektor bergerak positif. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor pertambangan sebesar 3,03 persen menjadi 1.789, keuangan melemah 1,43 persen menjadi 1.130, infrastruktur melemah 1,28 persen menjadi 1.063 dan perkebunan melemah 1,14 persen menjadi 1.426.

Selain itu sektor perdagangan melemah 0,92 persen menjadi 800, konsumer melemah 0,68 persen menjadi 2.322, aneka industri melemah 0,27 persen menjadi 1.410 dan manufaktur melemah 0,25 persen ke level 1.502. 

Sementara industri dasar menguat 0,7 persen menjadi 796 dan sektor properti menguat 0,43 persen menjadi 425.

Dari Indeks Kompas100, lima emiten yang bergerak paling positif yaitu TPIA (6,56 persen), BRPT (5,73persen), 

GJTL (4,69 persen), PNBN (4,31 persen) dan BMTR (3,20 persen). Sedangkan emiten yang statis nilai sahamnya SSMSSRILBJTMTOWR dan TOPS. Kemudian emiten yang terkoreksi paling dalam yaitu DOID (-7,53 persen), ADRO (-6,73 persen), INCO (-5,10 persen), HRUM (-4,96 persen) dan UNTR (-4,94 persen).

Sebanyak 106 emiten menguat, 246 emiten melemah dan 125 emiten statis. Sedangkan emiten yang tercatat paling aktif diantaranya BBCA membukukan transaksi sebesar Rp231 miliar, BMRI Rp198,94 miliar, PGAS Rp97,46 miliar, ERAA Rp61,35 miliar dan AKRA Rp18,15 miliar. Dari market statistik investor asing dominan menjual sahamnya senilai Rp309,77 miliar (nett sell) dengan volume perdagangan sebanyak 1,24 juta lot.

(Marjudin)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author