Bursa Sore: IHSG Takluk, Pelaku Pasar Khawatirkan Ekonomi Global

Bursa Sore: IHSG Takluk, Pelaku Pasar Khawatirkan Ekonomi Global

Posted by Written on 21 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berada di area negatif pada akhir perdagangan hari Rabu (21/11). IHSG terkoreksi turun -0,95 persen (-58 poin) ke level 5.948.

Indeks LQ45 -1,15% ke level 945 poin. IDX30 -1,18% ke level 521 poin. Indeks JII -0,97% ke level 663. Indeks Kompas100 -1,17% ke level 1.205. Indeks Sri Kehati -1,46% ke posisi 368. Indeks Sinfra18 -1,94% ke level 309.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: ADROPTBAPGASUNTRBBRIERAA dan ITMG

Saham-saham top gainer LQ45: BRPTTPIABSDEINKPINTPGGRM dan KLBF

Saham-saham top loser LQ45: SSMSEXCLASIIMNCNBKSLUNVR dan BBCA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,17 triliun dengan volume trading sebanyak 83,41 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp587,04 miliar.

Sektor tambang dan agri menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -5,27 persen dan -1,84 persen.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas memandang pelemahan bursa global dan regional dipicu kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi global.

Nilai tukar rupiah -0,10 persen ke level Rp14.605 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia melemah pada perdagangan hari Rabu (21/11). Pelemahan ini terkait kecemasan yang intesif terhadap pertumbuhan ekonomi global di pasar finansial. Hal ini juga mengantarkan harga minyak dan bursa Wall Street terkoreksi serta membangkitkan Dolar AS dari level terendah dalam 2 pekan terakhir.

MSCI Asia Pacific Index tumbang -0,45 persen.

Bursa China berbalik menguat setelah di zona merah pada sesi pagi. Usai tertekan pada sesi sebelumnya, Indeks Shenzhen menguat 0,544 persen.

Pemerintah USA menyatakan China gagal mengubah cara relasi perdagangan internasionalnya dengan USA yang dinilai tidak fair dan tidak masuk akal. Penemuan investigasi USA terkait hak intelektual China dan kebijakan transfer teknologi yang memicu tarif impor barang China oleh pemerintah USA belakangan ini.

Sebagian besar analis mengatakan kesepakatan (USA dengan China) tidak mungkin terjadi selama pertemuan. Presiden USA Donald Trump dan koleganya Xi Jinping akan menggelar meeting pada forum G-20 di Argentina pada 30 November hingga 1 Desember mendatang.

"Terlalu dini memperkirakan sebuah kesepakatan tetapi apa yang kita dapat harapkan adalah semacam kesepakatan yang berubah kepada kemajuan," ujar Analis Strategi Investasi pada Citi Private Bank, Ken Peng. 

Dia memberi contoh Kunjugan PM Jepang Shinzo Abe ke USA yang mana kerangka kerja negosiasi dapat tercapai.

"Untuk kasus China dengan USA, saya pikir kesepakatan akhir akan datang tetapi butuh waktu lebih lama," ujar Ken Peng menambahkan.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi turun 0,29 persen. Sementara Indeks ASX200 (Australia) juga bergerak melemah, turun 0,51 persen. Indeks Shenzhen (China) drop 0,544 persen. Indeks Topix (Jepang) tertekan turun 0,6 persen.

Indeks dolar AS ke posisi 96,682, menguat dibanding posisi sebelumnya level kisaran 96,87. Nilai tukar yen ke posisi 112,86 terhadap USD setelah menguat di atas level 112,61 di sesi sebelumnya. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7236 menguat dari posisi $0,729 pada sesi kemarin.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,35% ke posisi level 21.507.

Indeks Hang Seng (Hong +0,51% ke posisi 25.971.

Indeks Shanghai (China) +0,21% ke posisi 2.651.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,39% ke level 3.038.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (21/11) pagi waktu setempat, bangkit dari pelemahan signifikan yang terjadi di sesi sebelumnya.

Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,22% ke posisi 6.963.

Indeks DAX (Jerman) +0,63% di level 11.136.

Indeks CAC (Perancis) +0,47% pada posisi 4.947.


Oil

Harga minyak rebound pada perdagangan hari Rabu (21/11) sore di pasar Asia terdongkrak sentimen penurunan persediaan minyak USA serta impor India yang mencapai rekor.

Minyak Brent naik 1% ke harga USD63,39 per barel (pukul 07:47 GMT). Harga minyak WTI naik 90 sen ke harga USD54,33 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author