Bursa Pagi: Global-Regional Dilanda Aksi Jual, IHSG Masuk Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Dilanda Aksi Jual, IHSG Masuk Jenuh Beli

Posted by Written on 21 November 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (21/11), dibuka di zona merah, melanjutkan aksi jual di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang dihantui kekhawatiran perang dagang AS-China dan pelemahan pertumbuhan, serta ketidakpastian Brexit. Harga minyak terperosok lebih dari 6%, di tengah penguatan dolar AS.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka merosot 1,18% dengan menempatkan hampir semua sektor di zona merah, dipimpin kejatuhan harga saham sektor keuangan sebesar 0,7%, dan perminyakan yang tertekan kejatuhan harga minyak. Penurunan indeks berlanjut 1,14% (-64,540 poin) ke level 5.607,40 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,20% (-257,96 poin) ke posisi 21.325,16, setelah dibuka anjlok 1,43% terseret kejatuhan harga minyak dan penurunan harga saham otomotif pasca penahanan Carlos Ghosn, CEO Nissan, Mistsubishi dan Renault, karena skandal keuangan. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka tergersu 1,31% dan berlanjut terperosok 1,39% ke level 2.053,70.

Melanjutkan tekanan kejatuhan indeks saham global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terperosok 1,33% (-343,49 poin) di level 25.496,85 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga rontok 1,31% ke posisi 2.055,21.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuab di bursa saham global dan regional, setelah gagal melanjutkan tren kenaikan pada akhir sesi perdagangan Senin lalu, dan ditutup melemah 0,12% menjadi 6.005. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan berusaha bertahan di atas level 6.000, di tengah tekanan pelemahan jangka pendek dan aksi jual global. Secaaraa teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan, mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional serta sebagian besar komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 5.975 dan resistance di 6.040.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;


  • Saham : WSKT (Buy, Support: Rp1.560, Resist: Rp1.705), WSBP (Buy, Support: Rp328, Resist: Rp340), 
  • PTBA (Buy on Weakness, Support: Rp4.580, Resist: Rp4.740), SSIA (Buy, Support: Rp442, Resist: Rp474).


  • ETF: XPID ( SELL , Support: Rp519, Resist: Rp530), XISR ( SELL , Support: Rp373, Resist: Rp383), 

    XISI ( SELL , Support: Rp329, Resist: Rp340)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah memasuki hari kedua berturut-turut,.Kejatuhan sektor teknologi menyebar ke area lainnya, terutama ke sektor energi dan ritel. Pasar mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan global yang diperparah oleh kenaikan suku bunga Federal Reserve dan perselisihan perdagangan Amerika-China. Kejatuhan itu diperparah oleh volume perdagangan rendah menjelang liburan Thanksgiving, Kamis.

Sebagian besar raksasa teknologi terjungkal; Apple dan Microsoft masing-masing terpangkas 4,8% dan 2,8%. Amazon dan Netflix juga melemah, sementara Alphabet, dan Facebook menguat didorong bargain huntingHarga saham perminyakan turun; ExxonMobil dan Chevron jatuh hampir 3%, Apache ambruk 5,1%, terseret kejatuhan harga minyak WTI sebesar 6,6%. Perusahaan ritel papan atas berguguran; Target terpuruk 10,5%, Lowe rontok 5,7%dan Kohl's terjerumus 9,2%.

  • Dow Jones Industrial Average longsor 2,21% (-551,8 poin) ke level 24.465,64.

  • S&P 500 rontok 1,82% (-48,84 poin) ke posisi 2.641,89.

  • Nasdaq Composite terperosok 1,7% (-119,65 poin) menjadi 6.908,82.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,83% menjadi USD23,56.
Bursa saham utamaEropatadi malam juga ditutup memerah, memperpanjang gelombang aksi jual global. Indeks Stoxx 600 anjlok 1,14% menjadi 351,06. Saham teknologi tergelincir lebih dari 1,9% terseret kejatuhan Wall Street. Indeks perbankan Eropa rontok 2,2% di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan.

Saham bank CYBG , Inggris tersungkur hampir 16% setelah mengumumkan rencana untuk menghadapi "periode ketidakpastian" terkait Brexit. Renault Prancis tergerus 1,3% setelah pemberitaan penangkapan Chairman Nissan dan Renault, Carlos Ghosn karena dugaan pelanggaran keuangan, mengikis harga saham otomotif lainnya. Saham BTG melambung 34%, setelah Boston Scientific menyetujui kesepakatan tunai untuk mengakuisisi perusahaan tersebut

  • FTSE 100 London merosot 0,76% (-52,97 poin) menjadi 6.947,92.

  • DAX 30 Frankfurt anjlok 1,58% (-178,13 poin) ke level 11.066,41.

  • CAC 40 Paris merosot 1,22% (-60,56 poin) ke posisi 4.924,89.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutu menguat, dengan persentase kenaikan harian terbesar dalam dua pekan, di tegah aksi jual saham global. Euro dan poundsterling melemah tertekan kejatuhan ekuitas Eropa. Saham bank Italia menembus level terendah dalam dua tahun dan obligasi Italia digempur aksi jual. Sebelumnya, dolar sempat turun ke level terendah dua pekan, setelah komentar pejabat Federal Reserve yang menyebutkan bank sentral dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga atau mengakhiri siklus pengetatannya. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,67%menjadi 96,836.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13720.0002+0.02%6:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2787-0.0001-0.01%6:34 PM
Yen (USD-JPY)112.67-0.10-0.09%6:34 PM
Yuan (USD-CNY)6.94530.0033+0.05%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,587.50-24.00-0.16%11/19/2018

Sumber : Bloomberg.com, 20/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, rontok lebih dari 6%, terpengaruh aksi jual Wall Street di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global. 

Survei mingguan analis memperkirakan memperkirakan stok minyak mentah AS naik sekitar 2,9 juta barel pada pekan lalu.

Produksi minyak mentah AS melonjak hampir 25 persen tahun ini, ke rekor 11,7 juta barel per hari (bph). OPEC akan mendorong pemotongan pasokan 1 juta bph hingga 1,4 juta bph dalam pertemuan 6 Desember nanti.

Harga WTI terpenggal 31% dari level tertinggi empat tahun USD77 pada awal Oktober. Sepanjang November harga WTI menciut 18 persen,penurunan bulanan terbesar sejak Juli 2015. Brent telah terpelanting 28% dari puncaknya, bulan lalu, hampir USD87 per barel. Brent menuju penurunan bulanan sekitar 17%, terbesar dalam tiga setengah tahun.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD3,77 (-6,6%) menjadi USD53,43 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD4,27 (-6,4%) menjadi USD62,52 per barel.
Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup melemah, tertekan oleh penguatan dolar AS, dalam sesi perdagangan yang relatif sepi menjelang liburan Thanksgiving. Investor mencermati KTT G20 di Argentina yang dijadwalkan akhir bulan ini, dimana Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas sengketa perdagangan mereka. Senin lalu, kepemilikan pada SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,16 persen menjadi 760,86 ton.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.223,33 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD4,10 menjadi USD1.221,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author