Tujuh Sektor Melemah, IHSG Sesi Pagi Bertengger di Zona Merah

Tujuh Sektor Melemah, IHSG Sesi Pagi Bertengger di Zona Merah

Posted by Written on 19 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kembali melemah setelah pekan lalu mencatatkan penguatan yang cukup masif. IHSG melemah 0,25 persen menjadi 5.997. Indeks bergerak di level 5.982 - 6.036 sepanjang perdagangan hari ini hingga penutupan sesi I, Senin (19/11).

Sebanyak tiga sektor bergerak menguat dan tujuh sektor lainnya melemah. Penguatan tertinggi terjadi pada sektor properti sebesar 0,54 persen ke level 423, keuangan sebesar 0,23 persen menjadi 1.141, sektor perkebunan menguat 0,07 persen menjadi 1.446.

Sementara sektor yang mendorong pelemahan IHSG dipimpin oleh sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,83 persen menjadi 1.083, konsumer melemah 0,74 persen menjadi 2.330, perdagangan melemah 0,52 persen menjadi 806. Selain manufaktur melemah 0,49 persen menjadi 1.503, sektor pertambangan melemah 0,48 persen menjadi 1.855, aneka industri melemah 0,38 persen menjadi 1.413 dan industri dasar melemah 0,03 persen menjadi 792.

Dari Indeks Kompas100, lima emiten yang menjadi top gainers yaitu LINK (5,48 persen), PNBN (4,50 persen), ERAA (4,08 persen), ASRI (3,33 persen) dan BMTR (3,31 persen). Sementara emiten dengan nilai saham stagnan yaitu BKSLSRILHOKITINS dan MNCN

Sedangkan emiten yang terkoreksi paling dalam yaitu SCMA (-3,96 persen), DOID (-3,36 persen), INDY (-3,14 persen), INKP (-2,94 persen) dan INCO (-2,44 persen).

Sebanyak 183 emiten bergerak menguat, 164 melemah dan 131 bergerak stagnan. Sementara itu emiten yang teraktif yaitu BBCA mencatatkan pembukuan sebesar Rp209,69 miliar, BMRI

 Rp94,18 miliar, 

BBNI Rp57,10 miliar, SSMS Rp51,08 miliar dan UNTR sebesar Rp48,24 miliar.

Dari catatan market statistik, investor asing dominan melakukan aksi beli bersih sebesar Rp152,65 miliar dengan volume transaksi sebanyak 239.518.


(Marjudin)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author