Bursa Sore: Profit Taking, IHSG Gagal Bertahan di Zona Hijau

Bursa Sore: Profit Taking, IHSG Gagal Bertahan di Zona Hijau

Posted by Written on 19 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir di area negatif pada akhir perdagangan hari Senin (19/11). IHSG terkoreksi turun -0,12 persen (-8 poin) ke level 6.005.

Indeks LQ45 -0,29% ke level 956 poin. IDX30 -0,26% ke level 527 poin. Indeks JII -0,89% ke level 670. Indeks Kompas100 -0,21% ke level 1.219. Indeks Sri Kehati +0,04% ke posisi 373. Indeks Sinfra18 -0,39% ke level 315.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: ERAATRUKBBCABBRIADROINKP dan WSKT

Saham-saham top gainer LQ45: WSKTWIKA,PTPPWSBPADHIBSDE dan TPIA

Saham-saham top loser LQ45: LPPFUNVRGGRMEXCLBJBRBRPT dan ASII

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp6,57 triliun dengan volume trading sebanyak 73,92 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp600,62 miliar.

Sektor infrastruktur dan tambang menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,43 persen dan -1,00 persen.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas mengulas, melemahnya harga komoditas CPO dan batubara serta investor yang melakukan aksi ambil untung menjadi katalis negatif yang menekan indeks

Nilai tukar rupiah +0,15 persen ke level Rp14.590 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia berubah arah dari menguat menjadi mixed pada perdagangan hari Senin (19/11). 

Sementara the Fed mengingatkan kekhawatiran baru pada ekonomi global sehingga menekan dolar AS.
MSCI Asia Pacific Index bergerak sideways.

Tolok ukur indeks bursa saham China variatif. Indeks Shanghai menguat sementara Indeks Shenzhen turun 0,267 persen. Di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng ke zona hijau.

Penguatan juga terjadi di bursa saham Jepang. Indeks Topix dan Indeks Nikkei 225 berada di area positif. Laju pasar saham Jepang terjadi setelah ekspor Jepang naik 8,2 persen di periode Oktober, bangkit dari pelemahan di bulan September. Namun data tersebut dibawah ekspektasi sebesar 9 persen.

Sementara itu market saham Korsel stagnan. Namun tekanan terjadi pada Indeks ASX200 di bursa Australia. Indeks ASX200 turun 0,58 persen.

Ketidakpastian prospek kenaikan suku bunga the Fed juga mewarnai aktivitas perdagangan bursa Asia.

Para pejabat the Fed masih mengisyaratkan kenaikan suku bunga tetapi juga menyuarakan lebih banyak kecemasan terhadap potensi perlambatan ekonomi global sehingga memicu kecurigaan pasar bahwa siklus pengetatan moneter mungkin tidak berlanjut.

"Pejabat the Fed melonggarkan waktu menunjukkan kecenderungan sedikit pesimis dengan mempertimbangkan munculnya perlambagan global," kata Analis Deutsche Bank, Alan Ruskin.

Menurut Ruskin, sinyal tersebut memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga berubah menjadi netral yang mana kenaikan suku bunga telah diperkirakan antara 2,5 persen hingga 3 persen. Dia menambahkan pergeseran ini bersifat halus tetapi cocok dengan market obligasi yang lebih bullish akhir-akhir ini dan mulai berdampak terhadap dolar AS.

Indeks dolar AS ke posisi 96,488, turun dibanding posisi pekan kemarin di level kisaran 97. Nilai tukar yen ke posisi 112,71 terhadap USD setelah melemah di atas level 114,1 di sesi sebelumnya. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7311 menguat dari posisi $0,725 pada sesi kemarin.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,54% ke posisi level 21.797.

Indeks Hang Seng (Hong +0,41% ke posisi 26.290.

Indeks Shanghai (China) +0,22% ke posisi 2.685.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,44% ke level 3.070.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Senin (19/11) pagi waktu setempat di tengah situasi ketidakpastian masa depan relasi Inggris dengan Uni Eropa yang berlarut-larut.

Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,25% ke posisi 7.031

Indeks DAX (Jerman) +0,37% di level 11.382.

Indeks CAC (Perancis) +0,31% pada posisi 5.040


Oil

Harga minyak naik pada perdagangan hari Senin (19/11) sore di pasar Asia ditengah ekspektasi eksportir minyak papan atas seperti Saudi Arabia dan Rusia akan mendorong OPEC memangkas suplai hingga akhir tahun ini.

Minyak Brent naik 65 sen ke harga USD67,41 per barel (pukul 07:46 GMT). Harga minyak WTI naik 76 sen ke harga USD57,22 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author