Bursa Siang: IHSG Parkir di Zona Merah, Regional Merespon Kekhawatiran The Fed

Bursa Siang: IHSG Parkir di Zona Merah, Regional Merespon Kekhawatiran The Fed

Posted by Written on 19 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir di area negatif pada akhir sesi pagi perdagangan hari Senin (19/11). IHSG terkoreksi turun -0,25 persen (-15 poin) ke level 5.997.

Indeks LQ45 -0,49% ke level 954 poin. IDX30 -0,47% ke level 526 poin. Indeks JII -0,86% ke level 670. Indeks Kompas100 -0,37% ke level 1.217. Indeks Sri Kehati -0,27% ke posisi 372. Indeks Sinfra18 -0,53% ke level 315.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: BBCATRUKLPPFSMGRBMRIUNTR dan DEAL

Saham-saham top gainer LQ45: BJBRBBCAWSKTBSDEELSASMGR dan LPKR

Saham-saham top loser LQ45: JSMRBRPTAKRABBRIKLBFSSMS dan INTP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,18 triliun dengan volume trading sebanyak 47,32 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp152,65 miliar.

Bank sentral USA mengingatkan kekhawatiran baru pada perekonomian dunia berpotensi menggerogoti dolar AS.

Sektor infrastruktur dan konsumer menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -0,83 persen dan -0,74 persen.

Nilai tukar rupiah -0,08 persen ke level Rp14.623 (pukul 12:00 pm)

Bursa Asia
Market saham Asia menguat pada sesi pagi perdagangan hari Senin (19/11). Pergerakan bursa Asia di tengah sinyal peluang damai perang dagang USA dan China. Sementara the Fed mengingatkan kekhawatiran baru pada ekonomi global menekan dolar AS.
MSCI Asia Pacific Index naik 0,1 persen.
Tolok ukur indeks bursa saham China variatif. Indeks Shanghai menguat sementara Indeks Shenzhen turun 0,19 persen. Di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng ke zona hijau.
Penguatan juga terjadi di bursa saham Jepang. Indeks Topix dan Indeks Nikkei 225 berada di area positif. Laju pasar saham Jepang terjadi setelah ekspor Jepang naik 8,2 persen di periode Oktober, bangkit dari pelemahan di bulan September. Namun data tersebut dibawah ekspektasi sebesar 9 persen.
Sementara itu market saham Korsel menguat setelah Indeks Kospi naik 0,34 persen. Namun tekanan terjadi pada Indeks ASX200 di bursa Australia. Indeks ASX200 turun 0,68 persen.
Ketegangan USA dan China tergambar jelas pada forum APEC meeting di Papua New Guinea pada akhir pekan lalu. Untuk pertama kali pada pemimpin APEC gagal menyepakati komunike bersama.
Dalam pidatonya pada forum APEC , Wakil Presiden USA Mike Pence menyebut tidak akan ada akhir kebijakan tarif impor senilai USD250 miliar terhadap barang-barang impor China sampai Pemerintah China mengubah kebijakannya.
"Komentar Trump dilihat sebagai penawaran harapan bahwa penerapan tarif lebih lanjut dapat ditunda. Pertukaran polemik antara Pence dan Xi Jinping di forum APEC akhir pekan lalu terus menunjukkan hal ini tidak mungkin," kata Analis pada National Australia Bank, Ray Attrill.
Indeks dolar AS ke posisi 96,437, turun dibanding posisi pekan kemarin di level kisaran 97. Nilai tukar yen ke posisi 112,70 terhadap USD setelah melemah di atas level 114,1 di sesi sebelumnya. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7318 menguat dari posisi $0,725 pada sesi kemarin.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,54% ke posisi level 21.797 (11.42 am).
Indeks Hang Seng (Hong +0,41% ke posisi 26.290.
Indeks Shanghai (China) +0,22% ke posisi 2.685.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,62% ke level 3.064. (12.00 pm).

Oil
Harga minyak naik pada perdagangan hari Senin (19/11) pagi di pasar Asia. Para trader memperkirakan eksportir minyak papan atas seperti Saudi Arabia akan mendorong OPEC memangkas pasokan sampai akhir tahun.
Minyak Brent naik 53 sen ke harga USD67,29 per barel (pukul 02:59 GMT). Harga minyak WTI naik 71 sen ke harga USD57,17 per barel.

(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author