Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Posted by Written on 19 November 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (19/11), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung menguat, investor tetap berhati-hati mencermati perkembangan sengketa dagang AS-China, dan perundingan Brexit yang memasuki babak ketidakpastian baru.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,31%, dengan sebagian besar sektor berada di teritori negatif. Saham-saham sektor energi rontok 1,43%, dan saham keuangan melorot 0,38%. Tekanan penurunan berlanjut menjadi 0,57% (-32,70 poin) ke level 5.697,90 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,20% (42,57 poin) menjadi 21.722,91, setelah dibuka melaju cepat hingga 0,52% pada sesi awal perdagangan, didukung rilis data perdagangan yang menunjukkan lonjakan ekspor Oktober sebesar 08,2% (yoy) kendati masih di bawah ekspektasi 9%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,32%, namun berlanjut melemah tipis 0,02% di posisi 2.091,97.

Berusaha melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,36% (95,34 poin) menjadi 26.278,87 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga menguat 0,10% di posisi 2.681,90.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks yang cenderung menguat di bursa Asia, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan membukukan kenaikan 0,95% menembus level 6.000, di posisi 6.012.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha menggeser rentang konsolidasi, mempertahankan level 6.000, didukung stabilitas rupiah dan capital inflow. Namun secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi pasca penguatan sepanjang pekan kemarin, mendekati overbought sehingga bepotensi memicu profit taking.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pernyatan Donald Trump yang mengharapkan terjadinya kesepakatan dagangan antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Berlanjutnya penguatan rupiah dan aksi beli asing juga akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 5.970 dan resistance di 6.050.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : GGRM (Buy, Support: Rp77.400, Resist: Rp79.500), INCO (Buy, Support: Rp3.150, Resist: Rp3.410), ERAA (Buy, Support: Rp1.750, Resist: Rp1.930), BBTN (Buy, Support: Rp2.320, Resist: Rp2.480).

  • ETF : XMTS (Buy, Support: Rp508, Resist: Rp522), XBLQ (Buy, Support: Rp480, Resist: Rp491), XDIF (Buy, Support: Rp474, Resist: Rp485)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street akhir pekan lalu ditutup mixed cenderung menguat, didukung kenaikan harga saham real estat dan utilitas,etelah Trump mengatakan China tampaknya bersedia membuat kesepakatan dalam sengketa perdagangan dengan AS. Komentar Vice Chairman the Fed yang baru diangkat, Richard Clarida bahwa suku bunga di USA mendekati perkiraan bank sentral ikut menopang penguatan pasar. 

Rilis data produksi industri AS periode Oktober naik tipis 0,1%, meleset dari perkiraan pasar. Output manufaktur naik 0,3%, meredam penurunan di sektor lain. Secara mingguan indeks S&P 500 turun 1,61%, Dow Jones melorot 2,22% dan Nasdaq drop 2,15%.

Tujuh dari 11 sektor S&P 500 menguat, sektor real estat dan utilitas masing-masing naik 1,36% dan 1,31%. 

Sektor energi juga naik 1,1 persen seiring kenaikan harga minyak. Namun kejatuhan harga saham produsen chip membatasi kenaikan indeks. Saham Nvidia longsor 18,76% karena laba dan prospek produsen chip itu turun jauh dari perkiraan Wall Street. Advanced Micro Devices dan Micron Technology anjlok 3,9% dan 1,2%. Indeks saham konsumer turun 0,5%, saham operator departement store Nordstrom Inc tumbang 13,7%

Dow Jones Industrial Average naik 0,49% (123,95 poin) ke level 25.413,22.

S&P 500 menguat 0,22% (6,07 poin) menjadi 2.736,.27.

Nasdaq Compisite turun 0,15% (-11,16 poin) ke posisi 7.247,87.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,36% menjadi USD24,62.
Bursa saham utamaEropaakhir pekan lalu tersungkur di zona merah, pasar mengkhawatirkan kemungkinan mosi tidak percaya terhadap PM Inggris Theresa May terkait penyelesaian Brexit. Indeks Stoxx 600 turun 0,20% menjadi 357,71, dipimpin penurunan harga saham perbankan 0,74% karena mencemaskan kemungkinan crash jika Uni Eropa gagal menyelesaikan Brexit. Saham teknologi juga turun 0,7%, terperngaruh kejatuhan harga saham Nvidia, AS yang menyeret kejatuhan saham pembuat semi konduktor Siltronic, Jerman sebesar 3%.

Emiten di bursa saham Eropa yang mencetak kinerja triwulan III melampaui ekspektasi, lebih sedikit dari biasanya. Mereka kesulitan mengubah hasil penjualan menjadi laba seiring meningkatnya biaya produksi. Hasil survei IBES Refinitiv memperlihatkan, para analis memperkirakan laba triwulan III tumbuh 15,8 persen (YoY) dalam mata uang euro.

DAX 30 Frankfurt berkurang 0,11% (-12,67 poin) menjadi 11.341,00.

FTSE 100 London turun 0,34% (-24,13 poin) ke level 7.013,88.

CAC 40 Paris melemah 0,17% (-8,42 poin) di posisi 5.025,20.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah, terpengaruh komentar hati-hati Wakil Ketua The Fed, Richard Clarida, tentang pertumbuhan ekonomi global. Ia mengatakan, melihat beberapa bukti bahwa pertumbuhan global mendingin. Suku bunga pinjaman jangka pendek AS sudah mendekati netral dan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan bergantung pada data ekonomi.

Secara terpisah, Presiden Federal Reserve Dallas Robert Kaplan mengatakan bahwa pertumbuhan global akan menjadi hambatan yang dapat menyebar ke AS. Para pedagang membaca komentar tersebut, sebagai terbukanya kemungkinan bagi bank sentral AS itu untuk menunda kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan. Poundsterling dan euro menguat di tengah kekhawatiran menganai akhir penyelesaian Brexit. Indeks Dolar AS merosot 0,48% menjadi 96,465.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.14150.0087+0.77%
Poundsterling (GBP-USD)1.28340.006+0.47%
Yen (USD-JPY)112.83-0.81-0.71%
Yuan (USD-CNY)6.9380-0.0012-0.02%
Rupiah (USD-IDR)14,611.50-53.50-0.36%
Sumber : Bloomberg.com, 16/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan berbeda arah, setelah sempat menguat di awal dengan ekspektasi OPEC dan aliansinya sepakat memangkas produksi pada bulan depan. Harga tetap dalam tekanan di tengah kecemasan akan kelebihan pasokan global kelebihan pasokan, turun untuk pekan keenam secara beruntun. Aksi jual telah memangkas lebih dari seperlima harga minyak Brent, dan 25% harga minyak WTI terhitung sejak awal Oktober. Morgan Stanley memperingatkan bahwa pemangkasan produksi OPEC mungkin tidak memiliki efek yang diinginkan, karena banjir pasokan.

Harga minyak Brent naik 14 sen menjadi USD66,76 per barel, turun 5,0% secara mingguan.

Harga minyak WTI bergerak flat di posisi USD56,46 per barel, turun 6,2% secara mingguan.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup menguat seiring melemahnya dolar AS. Pernyataan dua pejabat The Fed mengindikasikan keraguan akan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan. Secara minggguan, harga emas masi 1% dibanding pekan sebelumnya. 

Kenaikan harga emas juga didukung oleh berkurangnya gairah membel saham di Wall Street dan imbal hasil US Treasury yang lebih rendah.

Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.221,38 per once, secara mingguan baik 1%.

Harga emas berjangka naik USD8 menjadi USD1.22300 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author