Bursa Sore: Efek Penguatan Suku Bunga BI, Laju IHSG Belum Terhadang

Bursa Sore: Efek Penguatan Suku Bunga BI, Laju IHSG Belum Terhadang

Posted by Written on 16 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berhasil parkir di area hijau pada akhir perdagangan hari Jumat (16/11). IHSG menguat +0,95 persen (+56 poin) ke level 6.012.

Indeks LQ45 +1,37% ke level 959 poin. IDX30 +1,38% ke level 528 poin. Indeks JII +1,43% ke level 676. Indeks Kompas100 +1,29% ke level 1.222. Indeks Sri Kehati +1,72% ke posisi 373. Indeks Sinfra18 +1,81% ke level 316.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: ESTIBBRITLKMBBCAHMSPKPAS-W dan WSKT

Saham-saham top gainer LQ45: SMGRBBTNINCOINKPTLKMAKRA dan BBCA

Saham-saham top loser LQ45: PGASADROMEDCUNTRBKSLINDY dan ELSA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp9,01 triliun dengan volume trading sebanyak 113,14 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,65 triliun.

Sektor infrastruktur dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,09 persen dan +1,7 persen.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas menilai, penguatan nilai tukar rupiah yang berlanjut seiring kenaikan suku bunga BI menjadi 6% serta investor asing yang terus melakukan aksi beli di pasar saham menjadi sentimen positif di pasar.

Nilai tukar rupiah +0,45 persen ke level Rp14.612 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia berubah menjadi variatif pada akhir perdagangan hari Jumat (16/11) karena sentimen positif cairnya tensi perang dagang USA dengan China tertekan oleh kinerja mengecewakan saham sektor teknologi.
Tolok ukur pergerakan bursa saham regional, MSCI Asia Pacific Index, naik tipis 0,3 persen.

Analis Pictet Asset Management, Takatoshi Itoshima menilai (tekanan) dimulai dari saham Apple, lalu Nvidia karena kinerja perusahaan-perusahaan tersebut membentuk pengaruh pada saham-saham teknologi global dan industri chip, dikaitkan dengan bursa Jepang, kemungkinan akan tertekan untuk sementara waktu.

Market saham China berbalik menguat dari tekanan setelah Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen berakhir zona hijau. Indeks Shenzhen naik 0,843 persen pasca sempat drop di sesi pagi. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga menghijau di menit-menit akhir.

Sementara itu di bursa Jepang, Indeks Nikkei dan Topix parkir di area negatif. Indeks Topix tertekan 0,59 persen. Saham perusahaan elektronik di bursa Jepang tumbang, turun 4,26 persen. Advantest turun 7,56 persen seiring pelemahan yang terjadi pada saham Nvidia.

Di bursa Australia, Indeks ASX 200 melemah tipis. Indeks Kospi (Korsel) melaju 0,21 persen.

Guncangan politik yang terjadi di Inggris mewarnai sentimen perdagangan market Asia setelah sejumlah menteri mundur dari kabinet PM Theresa May, termasuk Sekretaris Brexit, Dominic Raab. Sebanyak 16 anggota menteri dari Partai Konservatif menyatakan mosi tidak percaya kepada May, seraya mengutip usulan May untuk meninggalkan Uni Eropa.

Analis BK Asset Management, Kathy Lien mengulas hal tersebut bukan saja kemunduran besar bagi Brexit tetapi seruan mosi anggota parlemen Rees Mogg's bisa mengakhiri posisi May sebagai Perdana Menteri. Mata uang poundsterling tumbang ke posisi $1,2833 dari sesi sebelumnya pada level $1,2994.

Indeks dolar AS ke posisi 96,867, turun dibanding posisi kemarin di level kisaran 97,059. Nilai tukar yen ke posisi 113,28 terhadap USD setelah menguat di atas level 113,1 di sesi sebelumnya. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7277 menguat dari posisi $0,7288 pada sesi kemarin.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,57% ke posisi level 21.680.

Indeks Hang Seng (Hong +0,31% ke posisi 26.183.

Indeks Shanghai (China) +0,41% ke posisi 2.679.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,91% ke level 3.082.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (16/11) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa memantau guncangan politik yang terjadi di Inggris.

Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,64% ke level 7.082.

Indeks DAX (Jerman) +0,72 pada posisi 11.435.

Indeks CAC (Perancis) +0,71 ke level 5.069.


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Jumat (16/11) sore di pasar Asia. Pergerakan harga ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suplai oleh OPEC meskipun tertahan produksi minyak di USA yang mencapai rekor.

Minyak Brent naik 87 sen ke harga USD67,49 per barel (pukul 07:47 GMT). Harga minyak WTI naik 50 sen ke harga USD56,96 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author