Meski Neraca Perdagangan Defisit, IHSG Sesi I Tetap Menguat

Meski Neraca Perdagangan Defisit, IHSG Sesi I Tetap Menguat

Posted by Written on 15 November 2018


Ipotnews - IHSG sesi 1 menguat meski rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca perdagangan bulan Oktober 2018 negatif alias defisit USD1,82 miliar. IHSG pada akhir perdagangan sesi I (Kamis, 15/11) naik 0,83 persen menjadi 5.906. Bahkan sepanjang perdagangan sejak dibuka tadi pagi IHSG konsisten di zona hijau pada range 5.880 - 5.928.

Sebanyak sembilan sektor tercatat menguat dan satu sektor melemah. Penguatan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 2,41 persen menjadi 1.066, aneka industri menguat 1,37 persen sebesar 1.383, konsumer menguat 1,09 persen menjadi 2.324 dan manufaktur menguat 1 persen ke level 1.488.

Selain itu sektor properti menguat 0,82 persen menjadi 414, perkebunan menguat 0,8 persen menjadi 1.422, perdagangan menguat 0,58 persen menjadi 804, industri dasar menguat 0,55 persen menjadi 777 dan sektor keuangan menguat 0,5 persen 1.112. Satu-satunya sektor yang melemah adalah pertambangan sebesar 0,81 persen ke level 1.842.

Dari indeks Kompas100 lima emiten yang menduduki puncak penguatan (top gainers) yaitu POOL (10,94 persen), INTP (4,35 persen), TLKM (3,73 persen), BKSL (3 persen) dan AALI (2,97 persen). BRMSMEDC

SSIABWPTBHIT menjadi lima emiten yang nilai sahamnya menetap. Sedangkan emiten yang terkoreksi paling dalam yaitu PTBA (-3,07 persen), DOID (-2,67 persen), TRAM (-2,16 persen), INDY (-1,91 persen) dan ADRO (-1,60 persen).

Sebanyak 180 emiten bergerak positif, 157 emiten terkoreksi dan 154 emiten stagnan. Sementara emiten yang tercatat paling aktif adalah POOL membukukan transaksi sebesar Rp195,58 miliar, IIKP sebesar Rp70,47 miliar, UNTR Rp49,43 miliar, UNVR Rp42,63 miliar dan MABA Rp30,72 miliar.

Dari statistik market, investor asing dominan melakukan aksi beli bersih senilai Rp874,62 miliar denga volume perdagangan sebanyak 2,66 juta lot.


(Marjudin)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author