Bursa Pagi: Pelemahan Global Tekan Asia, Berpotensi Ganjal Laju IHSG

Bursa Pagi: Pelemahan Global Tekan Asia, Berpotensi Ganjal Laju IHSG

Posted by Written on 15 November 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (15/11), dibuka mixed, berusaha keluar dari tekanan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang diwarnai kenaikan harga minyak dan pelemahan dolar AS.

Mengawali perdagangan hari ini, indeks ASX 200, Australia menguat 0,11% di sesi awal dengan didukung kenaikan indeks sektoral. Saham sektor pertambangan naik 0,29%, namun seham perbankan turun 0,29%. Indeks berlanjut melemah 0,11% (-6,30 poin) di posisi 5.726,50 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menyusut 0,29% (-64,13 poin) menjadi 21.782,35, setelah dibuka turun 0,4%, di tengah kejatuhan harga saham SoftBank 1,3%, dan penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selaatan dibuka agak terlambat, menguat 0,16% menjadi 2.071,33.

Melawan tekanan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 0,81% (207,75 poin) ke level 25.862,18 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bergerak mendatar (-10 poin) di level 2.632,14.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks global dan regional yyang berlawanan arah, setelah kembali berhasil membukukan kenaikan pada akhir sesi perdagangan kemarin sebesar 0,39% menjad 5.858. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotesi melanjutkan kenaikan didukung rilis data perdagangan dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan menguji level 5.900 di zona netral, sehingga cenderung tertahan.

Melemahnya indeks bursa global dan komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain menguatnya nilai tukar rupiah dan meredanya dampak dari rencana penerapan free float terhadap perhitungan indeks diprediksi masih akan menjadi katalis positif indeks harga saham gabungan. Investor juga akan mencermati data neraca perdagangan dan keputusan BI terkait suku bunga acuan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.825 dan resistance di 5.885.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : AKRA (Buy, Support: Rp3.400, Resist: Rp3.620), BBTN (Buy, Support: Rp2.190, Resist: Rp2.290), SCMA (Buy, Support: Rp1.765, Resist: Rp1.875), ROTI (Buy, Support: Rp1.045, Resist: Rp1.075).

  • ETF : R-LQ45X (Buy, Support: Rp967, Resist: Rp979), XIIC (Buy, Support: Rp1.050, Resist: Rp1.062), 
  • XIIT (Buy, Support: Rp521, Resist: Rp527).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi gagal membuahkan hasil positif, dan ditutup kembali ke level terendah sejak akhir Oktober. Reli di sesi awal yang didukung angka inflasi yang rendah kehilangan momentum setelah bakal ketua Komite Jasa Keuangan DPR AS menjanjikan untuk menghentikan pelonggaran peraturan perbankan pasca-krisis. Pelemahan saham-saham perbankan membebani laju indeks, dan penurunan peringkat Apple, menekan sektor teknologi.

Indeks Harga Konsumen menunjukkan kenaikan harga-harga sesuai prediksi, namun dengan laju yang melambat diyakini akan mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara agresif. Data ekonomi yang negatif dari Jepang dan Jerman serta gejolak seputar kesimpulan Brexit menambah volatilitas.

  • Dow Jones Industrial Average merosot 0,81% (-205,99 poin) ke level 25.080,50.

  • Standard&Poor's 500 melorot 0,76% (-20,60 poin) menjadi 2.701,58.

  • Nasdaq Composite anjlok 0,90% (-64,48 poin) ke posisi 7.136,39.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,88% menjadi USD23,34.
Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir di zona merah, terbebani pembalikan momentum di Wall Street. Indeks Stoxx 600 turun 0,60% menjadi 363,27, dipimpin kejatuhan saham Debenhams sebesar 21%, setelah House of Fraser mengumumkan akan menutup toko setelah gagal menegosiasikan syarat sewa gedung. Pemilik House of Fraser, memegang 30% saham Debenhams. Saham A.P. Moller-Maersk turun 0,27% setelah mengatakan perang dagang AS-China memukul permintaan pengiriman kontainer.

Pertumbuhan PDB Jerman kuartal ketiga menyusut 0,2%. Sektor otomotif Jerman terbebani angka ekspor yang melemah, karena tekanan perang dagang AS. Kejatuhan saham perbankan juga menekan pasar yang lebih luas. Pemerintah Italia, Rabu, mempertahankan target defisit 2019 sebesar 2,4% dari PDB, menentang desakan revisi dari Uni Eropa.

  • FTSE 100 London menyusut 0,28% (-19,97 poin) menjadi 7.033,79.

  • DAX 30 Frankfur melorot 0,52% (-59,69 poin) ke posisi 11.412,53.

  • CAC 40 Paris turun 0,65% (-33,00 poin) ke level 5.068,85.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup turun, tertekan laju kenaikan poundsterling, setelah Perdana Menteri Inggris mendapatkan dukungan kesepakatan Brexit dari kabinetnya meski masih harus mendapatkan persetujuan parlemen. Penguatan poun ikut mendongkrak euro yang berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian di Uni Eropa setelah Italia menyerahkan kembali RAPBN 2019 dengan asumsi pertumbuhan dan defisit yang sama tetapi dengan penurunan tingkat utang.

Pertumbuhan ekonomi zona euro kuartal tiga naik 0,2%, mengkonfirmasikan perkiraan sebelumnya. Indeks harga konsumen AS periode Oktober menunjukkan inflasi domestik tumbuh dengan laju tahunan yang moderat, meski mencatatkan kenaikan bulanan terbesar dalam sembilan bulan. Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,51% menjadi 96,803.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13180.0008+0.07%6:44 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29970.0005+0.04%6:44 PM
Yen (USD-JPY)113.61-0.02-0.02%6:44 PM
Yuan (USD-CNY)6.9505-0.0055-0.08%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,786.50-18.50-0.12%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, ditutup melesat lebih dari satu persen. Setelah melemah dalam 12 hari berturut-turut, pasar minyak berbalik arah pasca karena laporan bahwa OPEC dan mitranya sedang membahas proposal pemangkasan produksi hingga 1,4 juta barel per hari (bph). Harga Brent sudah anjlok lebih dari 20 persen sejak awal Oktober, penurunan terbesar sejak 2014.

Laporan bulanan Badan Energi Internasional (IEA) menyebutkan, kenaikan stok untuk semester pertama 2019 sekitar 2 juta bph. Badan Informasi Energi (EIA) memperkirakan produksi minyak mentah AS diperkirakan mencapai rekor 7,94 juta bph pada Desember. Secara keseluruhan, output minyak mentah AS akan mencapai rekor 11,6 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 65 sen (1%) menjadi USD66,12 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 56 sen (1,01%) menjadi USD56,25 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguuat hampir 1%, berhasil mempertahankan level kunci USD1.200 per ounce, didukung pelemahan dolar AS. Sejumlah faktor termasuk peningkatan pembelian oleh bank sentral, return ETF emas dan permintaan musiman untuk emas fisik ikut menopang harga emas. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia mendekati level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,90% menjadi USD1.212,20 per ounce.

  • Harga emas berjangka menguat USD8,70 (0,72%) menjadi USD1.210,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author