Bursa Sore: Sentimen Perang Dagang Tertahan, Posisi IHSG Balik Menanjak

Bursa Sore: Sentimen Perang Dagang Tertahan, Posisi IHSG Balik Menanjak

Posted by Written on 13 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit pada akhir perdagangan hari Selasa (13/11). IHSG menguat +1,01 persen (+58 poin) ke level 5.835.

Indeks LQ45 +1,38% ke level 920 poin. IDX30 +1,57% ke level 506 poin. Indeks JII +1,22% ke level 645. Indeks Kompas100 +1,19% ke level 1.176. Indeks Sri Kehati +1,53% ke posisi 357. Indeks Sinfra18 +1,39% ke level 300.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: LPPSHMSPTLKMPTBASMCBKPAS dan UNVR

Saham-saham top gainer LQ45: KLBFINTPUNTRPTBABBNIBJBR dan BMRI

Saham-saham top loser LQ45: TLKMSSMSWSBPMNCNBSDEITMG dan PTPP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,88 triliun dengan volume trading sebanyak 96,90 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp158,30 miliar.

Sektor keuangan dan aneka industri menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,49 persen dan +1,33 persen.

Nilai tukar rupiah -0,03 persen ke level Rp14.810 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Pelemahan bursa saham Asia tertahan pada perdagangan hari Selasa (13/11) seiring harapan redanya perang dagang USA dengan China. Hal ini didukung delegasi tingkat tinggi tim negosiator China bersiap ke USA jelang pertemuan kedua kepada pemerintahan tertinggi.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,5 persen setelah sempat melemah 1,7 persen di sesi pagi.

"Kabar baik tetapi masih ada warning. Perlu banyak informasi tentang hal tersebut dalam konteks kebijakan baru yang dipertimbangkan USA dan China," kata Rodrigo Catril, Analis pada National Australia Bank. Alhasil pasar melihat penguatan sentimen di berbagai pasar saham.

Setelah kabar tersebut muncul, dolar Australia yang sering terpengaruh situasi China, langsung bergerak menguat 0,6 persen ke level $0,7214 terhadap dolar AS.

Aksi jual saham teknologi terjadi di pasar Asia. Di bursa Jepang, saham Display turun 11 persen. Murata Manufacturing dan TDK Corp tumbang masing-masing 8,9 persen dan 8,4 persen.

Pelaku pasar secara bertahap berpikir masa emas saham teknologi berakhir, kata Yoshinori Shigemi, Analis pada JPMorgan Asset Management. Dia menyarankan agar beralih ke saham unggulan yang memiliki ROE tinggi serta utang rendah.

"Sektor teknologi di Amerika Serikat secara umum mahal, jenuh beli dan momentum laba tidak dapat mempertahankan ekspektasi," kata Jordan Cvetanovski, Analis pada Pengana International Equities.

Pelemahan bergulir ke pasar saham Korsel setelah Indeks Kospi turun 0,44 persen ke posisi 2.071,23. Saham unggulan seperti Samsung Electronics turun 1,55 persen dan SK Hynix turun 3,49 persen.

Di bursa China, Indeks Shenzhen menguat 1,628 persen. Indeks ASX200 (Australia) turun 1,8 persen dibarengi hampir sebagian besar sektor saham di zona merah.

Indeks dolar AS ke posisi 97,518, bergerak rally dibanding posisi pekan kemarin di level kisaran 97. Nilai tukar yen ke posisi 113,94 terhadap USD setelah menguat dari level di atas 114,1 di sesi sebelumnya.

Analis ANZ Banking Group (Singapura), Khoon Goh menyebut sentimen investor juga ditekan oleh perang dagang antara USA dengan China. Emerging market terpuruk ke level terburuk bulanan seiring capital outflow asing sejak Agustus 2011.

"Hasil pertemuan (kedua negara) akan memiliki dampak pengaruh pada aliran portfolio ke Asia sampai akhir tahun ini," kata Goh menambahkan.

Risiko di pasar Asia termasuk di antaranya adalah kenaikan suku bunga the Fed. The Fed diperkirakan kembali mengetatkan moneter pada bulan Desember mendatang.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,06% ke posisi level 21.810.

Indeks Hang Seng (Hong +0,62% ke posisi 25.792.

Indeks Shanghai (China) +0,93% ke posisi 2.654.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,47% ke level 3.053.


Bursa Eropa

Market saham Eropa di zona hijau pada menit-menit awal perdagangan hari Selasa (13/11) pagi waktu setempat.

Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,18% ke level 7.065

Indeks DAX (Jerman) +0,47 pada posisi 11.378.

Indeks CAC (Perancis) +0,49% di level 5.083.


Oil

Harga minyak tertekan signifikan pada perdagangan hari Selasa (13/11) sore di pasar Asia. Hal ini terjadi setelah Presiden USA Donald Trump menekan OPEC agar tidak memangkas suplai untuk menopang pasar.

Minyak Brent drop 71 sen ke harga USD69,41 per barel atau turun 1 persen. Harga minyak WTI tumbang 70 sen ke harga USD59,22 per barel, (pukul 07:40 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author