Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, Tekanan Jual Bebani Gerak IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, Tekanan Jual Bebani Gerak IHSG

Posted by Written on 13 November 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (13/11) dibuka rontok, terseret aksi jual di Wall Street dan bursa utama Eropa, di tengah penguatan dolar AS, dan diwarnai celoteh Presiden AS Donald Trump lewat akun Twitter-nya. Trump dikabarkan tengah merencanakan untuk mengenakan tarif impor mobil sebesar 25%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka anjlok 1,76%, dipimpin kejatuhan harga saham sektor keuangan 2,32% dan energi 1,72%. Hampir semua sektor terbenam di zona merah. Penurunan indeks berlanjut 1,72% (-102,30 poin) ke level 5.839,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang meluncur deras 3,41% (-759,99 poin) ke level 21.509,89, setelah dibuka rontok 3,4%, diwarnai longsornya harga saham Japan Display, pemasok Apple sebesar 8,57%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terperosok 2,12%, di tengah kejatuhan harga saham Samsung Electronics 2,88%, dan SK Hynix 5,5%, dan berlanjut turun 2,09% ke posisi 2.037,02.

Melanjutkan tekanan jual global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terpangkas 2,11% (-540,88 poin) ke level 25.092,30 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga rontok 1,14% menjadi 2.600,50.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah terbenam di teritori negatif sepanjang sesi kemarin, ditutup merosot 1,66% ke level 5.777. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSGhari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi, terbebani oleh aksi jual global, dan penguatan dolar AS. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan dengan bearish trend linedi area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksi dalamnya indeks bursa global dan regional serta berlanjutnya pelemahan harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Tambahan sentimen negatif juga datang dari tren pelemahan rupiah dan rencana BEI untuk menerapak aturan free floatIHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.700 dan resistance di 5.850.

Beberapa ekuitas yang layak dicermati, antara lain;

  • Saham : PTBA (Buy, Support: Rp4.360, Resist: Rp4.470), MAIN (Buy, Support: Rp1.230, Resist: Rp1.285), 

    JPFA (Buy, Support: Rp2.040, Resist: Rp2.140), LPCK ( SELL , Support: Rp1.505, Resist: Rp1.575).

  • ETF : XISC ( SELL , Support: Rp639, Resist: Rp668), XPFT ( SELL , Support: Rp484, Resist: Rp506), 

    XIIF ( SELL , Support: Rp591, Resist: Rp625).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam dihantam aksi jual, diwarnai kejatuhan harga saham Apple yang menyeret kejatuhan harga saham sektor teknologi. 

Presiden AS Donald Trump menuduh bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela pekan lalu menyebabkan pasar saham bergejolak. Volume perdagangan relatif tipis karena libur Veteran's Day, pasar obligasi juga ditutup.

Saham Apple melorot 5% setelah pemasok software Lumentum Holdings mengatakan Apple meminta untuk mengurangi pengiriman produknya. Saham Lumentum longsor 33%. Saham Alphabet, dan Amazon masing-masing anjlok 2,7% dan 4,3%. Amazon terjungkal sekitar 20% dari level tertinggi 52 pekan. Penguatan dolar dan laporan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif mobil impor menekan pasar lebih rendah.

  • Dow Jones Industrial Average rontok 2,38% (-619,05 poin) ke level 25.370,25.

  • Standard&Poor's 500 anjlok 1,97% (-54,79 poin) ke posisi 2.726,22.

  • Nasdaq Composite terpenggal 2,78% (-206,03 poin) menjadi 7.200,87.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,61% menjadi USD22,38.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir di zona merah, di tengah kejatuhan harga saham teknologi dan kenaikan harga minyak yang mendongkrak saham sektor energi. Indeks Stoxx 600 turun 1,01% menjadi 362,03, dipimpin kejatuhan harga saham sektor teknologi sebesar 3,58%. Harga saham-sahaam pemasok Apple berguguran. Saham AMS, Austria terjungkal 22,41%, Infineon, Jerman terpangkas 7,31%, dan SAP tergerus 5,52%.

Sebaliknya harga saham minyak dan gas naik lebih dari 0,24% setelah Arab Saudi mengumumkan pemotongan pasokan untuk Desember. Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 1%. Saham BP dan Royal Dutch Shell naik 0,80% dan 0,71%. Telecom Italia melesat 2,79% setelah bisa bergabung dengan pesaingnya Open Fiber. British American Tobacco rontok 10,62% karena pemberitaan potensi larangan rokok mentol di AS.

  • FTSE 100 London melorot 0,74% (-52,16 poin) menjadi 7.053,08.

  • DAX 30 Frankfurt terperosok 1,77% (-203,72 poin) ke level 11.325,44.

  • CAC 40 Paris merosot 0,93% (-47,66 poin) ke posisi 5.059,09.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York tadi malam ditutup menguat, menyentuh level tertinggi 16 bulan. Investor memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga bulan depan karena ekspansi ekonomi AS tetap berada di jalurnya. Sementara itu, kekhawatiran tidak tercapainya kesepakatan Brexit, dan meningkatnya ketegangan di Eropa karena anggaran Italia menekan euro dan poundsterling, masing-masing turun 0,82% dan 0,98% terhadao dolar. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,66% menjadi 97,542, setelah sempat mencapai 97,578 pada sesi awal.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12220.0004+0.04%6:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28510.0002+0.02%6:33 PM
Yen (USD-JPY)113.80-0.04-0.04%6:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.96360.0069+0.10%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,820.00142.50+0.97%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi ditutup melemah, kendati sempat menguat pada awal sesi. 

Harga minyak WTI melemah 11 sesi berturut-turut, rekor pelemahan terpanjang. Kenakan indeks dolar AS ke level tertinggi 16 bulan, ikut menekan harga minyak.

Harga minyak berbalik dari reli di awal sesi karena Trump mengharapkan OPEC tidak akan ada pengurangan produksi minyak, merespon komentar Menteri Energi Arab Saudi bahwa OPEC sedang mempertimbangkan pemotongan pasokan 1 juta bph tahun depan. Harga minyak anjlok sekitar 20%, bulan lalu, terpukul oleh peningkatan pasokan global dan ancaman perlambatan permintaan, terutama dari pelanggan yang mata uangnya melemah terhadap dolar.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI pasca settlement turun USD1,48 menjadi USD58,71 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent pasca settlement turun USD1,13 menjadi USD69,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup melemah, dan sempat merosot ke level terendah dalam satu bulan, USD1.201,91 per ounce, tertekan penguatan dolar AS. 

Dolar melejit ke posisi tertinggi 16-bulan, didorong kebijakan suku bunga Federal Reserve yang hawkish dan ketidakpastian politik di Eropa. Harga emas anjlok sekitar 12 persen dari puncaknya pada April lalu terpukul oleh perang dagang AS-China dan suku bunga AS yang lebih tinggi.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,59% menjadi USD1.202,07 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD5,10 menjadi USD1.203,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author