Bursa Siang: Pemodal Regional Waspada Risiko Global, Pelemahan IHSG Berlanjut

Bursa Siang: Pemodal Regional Waspada Risiko Global, Pelemahan IHSG Berlanjut

Posted by Written on 12 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menyusut pada akhir sesi pagi perdagangan hari Senin (12/11). IHSG melemah turun -0,82 persen (-48 poin) ke level 5.826.

Indeks LQ45 -1,16% ke level 920 poin. IDX30 -1,22% ke level 506 poin. Indeks JII -1,06% ke level 648. Indeks Kompas100 -1,10% ke level 1.176. Indeks Sri Kehati -1,28% ke posisi 356. Indeks Sinfra18 -1,88% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: HMSPUNVRPGASBBRIDEALBBNI dan TLKM

Saham-saham top gainer LQ45: PTBAINDYSSMSTPIASRIL dan GGRM

Saham-saham top loser LQ45: BBCAITMGSMGRPGAS,KLBFLPKR dan BRPT

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,16 triliun dengan volume trading sebanyak 45,55 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp151,86 miliar.

Sektor properti dan aneka industri menjadi penekan utama IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,37 persen dan -1,28 persen.

Nilai tukar rupiah -0,46 persen ke level Rp14.753 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Bursa saham Asia perlahan menanggalkan pelemahan yang terjadi di menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (12/11). Namun para pemodal tetap waspada terhadap risiko global yang mencakup perang dagang USA dengan China, prospek pertumbuhan serta harga minyak.

Indeks Kospi di bursa Korsel menanggalkan pelemahan 0,6 persen di awal sesi lalu closing sesi pagi turun sebesar 0,1 persen. Di bursa Australia, Indeks ASX 200 bergerak flat, perlahan menjauhi zona merah. Sektor finansial turun 0,66 persen seiring koreksi harga saham bank papan atas seperti ANZ drop 3,74 persen. National Australia Bank drop 0,24 persen. Westpac drop 0,13 persen dan Commonwealth Bank menguat 0,58 persen.

Indeks dolar AS ke posisi 96,944, bergerak menguat dibanding posisi pekan kemarin di level kisaran 96,000. Nilai tukar yen ke posisi 113,95 terhadap USD. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7229.

Tolok ukur indek saham regional, MSCI Asia Pacifik Index drop 0,07 persen seiring rebound pasar saham China.

Kombinasi data inflasi di level produsen di China serta pelemahan harga minyak membebani sentimen bursa global pada akhir pekan lalu. Hal ini menyeret Indeks MSCI Asia Pasifik drop 0,0 persen.

Analis pada Daiwa Capital Market, Kevin Lai mengatakan ada kekhawatiran dari perspektif pasar saham terkait pertumbuhan ekonomi China secara umum dan beban utang yang signifikan pada khususnya.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,10% ke posisi level 22.272 (11.44 am).

Indeks Hang Seng (Hong +0,31% ke posisi 25.681.

Indeks Shanghai (China) +0,67% ke posisi 2.616.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,22% ke level 3.071. (12.00 pm).


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Senin (12/11) pagi di pasar Asia. Laju harga naik setelah Arab Saudi mengumumkan pemangkasan suplai pada bulan Desember mendatang, dilihat sebagai kebijakan untuk menahan pelemahan pasar yang telah memperlihatkan penurunan 20 persen terhitung sejak awal Oktober lalu.

Minyak Brent naik 93 sen ke harga USD71,11 per barel, (pukul 00:51 GMT). Harga minyak WTI menguat 54 sen ke harga USD60,73 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author