Market Terancam Banjir Pasokan, Harga Minyak Tertekan

Market Terancam Banjir Pasokan, Harga Minyak Tertekan

Posted by Written on 08 November 2018


Ipotnews - Harga minyak tertekan pada trading hari Kamis (8/11) sore seiring produksi minyak USA yang mencapai rekor meningkatkan kekhawatiran pasar kembali banjir pasokan.

Hal tersebut juga memicu pembahasan internal OPEC bahwa mengendalikan produksi mungkin menjadi perlu dilakukan lagi untuk mencegah banjir pasokan.

Minyak Brent turun 14 sen ke harga USD71,93 (pukul 00:30 GMT). Sedangkan minyak WTI bergerak flat ke harga USD61,68.

"Harga minyak terus memperlihatkan bearish di tengah kekhawatiran pasar terhadap kenaikan persediaan global dan level kenaikan produksi minyak USA mengancam lonjakan pasokan di kuartal keempat 2018," kata Benjamin Lu of Brokerage Phillip Futures (Singapura).

OPEC dan mitranya Rusia pada Juni lalu memutuskan untuk melonggarkan pengendalian produksi yang mana pengendalian produksi telah disepakati pada 2017. Pelonggaran produksi itu setelah datang tekanan dari Presiden Trump guna memangkas harga dan menutup kekurangan pasokan yang menjadi jatah Iran.

Sumber OPEC kepada reuterse menginformasikan dengan adanya sanksi Iran saat ini sedangkan masih ada ruang ketersediaan (minyak), maka pemangkasan produksi yang dimotori OPEC tidak dapat dikesampingkan pada tahun depan.

" OPEC dan Rusia mungkin memanfaatkan pemangkasan (produksi itu) untuk menopang harga ke level USD70 per barel," ujar Ole Hansen, Analis pada Saxo Bank.

Kata Hansen, sosialisasi sanksi larangan ekspor minyak Iran di awal pekan ini gagal mengangkat market seiring pengumuman USA bahwa 8 negara tetap diizinkan impor minyak dari Iran.

Data produksi minyak USA ke level rekor sebanyak 11,6 juta barel per hari per 2 November tahun ini, demikian seperti diungkap Energy Information Administration (EIA) pada Rabu kemarin.

Sementara itu data persediaan minyak USA naik 5,8 juta barel menjadi 431,79 juta barel.


(reuters/cnbc/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author