Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Dorong IHSG Keluar dari Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Dorong IHSG Keluar dari Jenuh Beli

Posted by Written on 08 November 2018


Ipotnews - Perdagangan saham Asia pagi ini, Kamis (8/11), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street merespon hasil pemilu sela di AS yang memecah kekuasaan di Kongres AS. Pasar mencermati data perdagangan China yang akan dirilis hari ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,35%, didukung pergerakan sebagian besar sektor ke zona hijau, dipimpin kenaikan harga saham sektor energi sebesar 0,77%. Kenaikan indeks berlanjut 0,54% (31,60 poin) menjadi 5.928,50 padap pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melesat 2,11% (465,68 poin) ke level 22.551,48, setelah dibuka melompat 1,89% di tengah pelemahan dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melonjak 1,75% dan berlanjut naik 1,71% ke posisi 2.114,25.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik pesat 1,31% (343,58 poin) ke vele 26.491,27 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,71% ke posisi 2.660,09.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan tajam sejumlah indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menguat 0,27% menjadi 5.939,89. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan didukung sentimen positif rilis data ekonomi Indonesia dan laporan keuangan emiten yang cenderung positif. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional pasca kemenangan partai demokrat pada pemilihan sela kemarin diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Sementara itu tren penguatan rupiah dan naiknya cadangan devisa di bulan Oktober akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 5.900 dan resistance di 5.980.

  • Saham : KLBF (Buy, Support: Rp1.360, Resist: Rp1.430), TLKM (Buy, Support: Rp3.890, Resist: Rp4.000), ADHI (Buy, Support: Rp1.320, Resist: Rp1.390), RALS (Buy, Support: Rp1.190, Resist: Rp1.260).

  • ETF : XPES (Buy, Support: Rp448, Resist: Rp452), XIJI (Buy, Support: Rp664, Resist: Rp672), XPLQ
     (Sell on Strength, Support: Rp521, Resist: Rp527).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, menyambut hasil pemuli sela di AS yang mengindikasikan terjaadinya pemisahan kekuasaan di Kongres. Indikasi pengusaan Partai Demokrat di kursi DPR diperkirakan akan menghambat kebijakan ekonomi populis Presiden AS Donald Trump dan memunculkan kemungkinan impeachmen terhadap Trump. Namun investor mengharapkan, kebijakan pro-bisnis Trump akan tetap berlanjut. Kenaikan harga saham terjadi hampir di semua sektor. Saham sektor teknologi melesat; Amazon melambung 6,9 persen, Google-induk Alphabet naik 3,6 persen dan Microsoft menambahkan 3,9 persen.

Dow Jones Industrial Average melonjak 2,13% (545,29 poin) ke level 26.180,30.

Standard&Poor's 500 juga melompat 2,12% (58,44 poin) ke posisi 2,813.89.

Nasdaq Composite naik tinggi 2,6% (194,79 poin) menjadi 7.570,75.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 2,91% menjadi USD24,05.

Bursa saham utama Eropatadi malam juga berakhir menguat tajam, pasar merespon positif hasil pemilu sela yang menghasilkan pembagian kekuasaan di Kongres AS. Indeks Stoxx 600 naik 1,06% ke level 366,39, dipimpin kenaikan harga saham perbankan, ritel, dan konstruksi. Saham perbankan Spanyol menjadi pendorong kenaikan harga saham perbankan Eropa. Saham ritel diperdagangkan lebih tinggi; Delivery Hero melonjakk lebih dari 4% karena kinerja kuartal ketiga yang kua, namun saham Adidas, anjlok 3,6%. Data penjualan ritel zona euro periode September melonjak 0,8 yoy, mengindikasikan permintaan konsumen yang kuat.

FTSE 100 Inggris melonjak 1,09% (76,60 poin) ke posisi 7.117,28.

DAX 30 Jerman naik 0,83% (94,76 poin) menjadi 11.579,10.

CAC 40 Paris melompat 1,24% (62,75 poin) ke level 5.137,94.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup kembali melemah merespon hasil pemilu sela Kongres AS, yang menghasilkan pemisahan kekuasaan, dengan Demokrat memenangkan kendali DPR, dan Republik mengukuhkan mayoritas mereka di Senat. Pasar mengekspektasi bahwa hasil pemilu akan mempersulit langkah-langkah stimulus fiskal lebih lanjut. Pasar juga menunggu hasil rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) bank sentral AS, yang akan merilis keputusan kebijakannya pada Kamis waktu setempat, meskipun diperkirakan akan mempertahankan suku bunga The Fed. Pemodal untuk memindahkan sebagian dananya ke aset berisiko, mendorong kenaikan tajam di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Indeks dolar AS turun 0,33% menjadi USD95,997.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14340.0008+0.07%6:36 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31310.0005+0.04%6:35 PM
Yen (USD-JPY)113.570.05+0.04%6:35 PM
Yuan (USD-CNY)6.920.0006+0.01%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,590.00-214.00-1.45%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com,7/11 /2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, tertekan lonjakan produksi minyak mentah dan kenaikan stok minyak domestik AS. Badan Informasi Energi (EIA) AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah domestik naik 5,8 juta barel dalam sepekan terakhir, jauh melebihi ekspektasi. Produksi minyak mentah mencapai 11,6 juta barel per hari, menembus rekor mingguan AS.

Harga minyak sempat naik setelah TASS melaporkan bahwa Rusia dan Arab Saudi sedang membahas kemungkinan mengurangi produksi minyak mentah tahun depan. Ekspor minyak Iran diperkirakan akan jatuh setelah pemberlakuan sanksi AS, namun laporan dari OPEC mengindikasikan pasar minyak global dapat mengalami surplus pada 2019 karena melambatnya permintaan.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 54 sen menjadi USD61,67 er barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 49 sen menjadi USD71.64 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir cenderung mendatar, gagal memanfaatkan penurunan indeks dolar AS, karena investor menunggu sinyal kenaikan suku bunga The Fed. Hasil pemilu sela AS yang memecah penguasaan di Kongres AS dan mengurangi ekspektasi untuk dorongan kebijakan fiskal pemerintahan Trump, tidak mempengaruhi harga emas. Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun untuk sesi ketiga berturut-turut menjadi 756,70 ton pada perdagangan Selasa.

Harga emas di pasar spot naik tipis 0,01% menjadi USD1.226,53 per ounce.

Harga emas berjangka AS bergeming di posisi USD1.228,70 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author