Bursa Sore: Penguatan Rupiah Jadi Sentimen Penopang IHSG

Bursa Sore: Penguatan Rupiah Jadi Sentimen Penopang IHSG

Posted by Written on 07 November 2018


Ipotnews - Setelah fluktuatif sepanjang sesi, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat di perdagangan hari Rabu (7/11). IHSG naik +0,27 persen (+15 poin) ke level 5.939.

Indeks LQ45 +0,31% ke level 947 poin. IDX30 +0,31% ke level 522 poin. Indeks JII +0,60% ke level 659. Indeks Kompas100 +0,37% ke level 1.208. Indeks Sri Kehati +0,33% ke posisi 364. Indeks Sinfra18 +0,80% ke level 308.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: ERAAWSKTBBRITLKMUNVR, SATu dan BBCA

Saham-saham top gainer LQ45: BKSL, WKST , PTPPWIKAWSBPBSDE dan KLBF

Saham-saham top loser LQ45: ITMGSMGRAKRA,GGRMSCMAINTP dan ELSA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,38 triliun dengan volume trading sebanyak 93,21 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp738,03 miliar.

Sektor propersi dan aneka industri menjadi penopang IHSG . Kedua sektor tersebut naik masing-masing +1,9 persen dan +1,48 persen.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas mengulas, penguatan indeks bursa global seiring ekspektasi Partai Demokrat memenangkan kursi mayoritas DPR di USA serta rupiah yang lanjut menguat menjadi sentimen positif di pasar.

Nilai tukar rupiah +1,51 persen ke level Rp14.580 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Laju pasar saham Asia relatif teredam pada akhir perdagangan hari Rabu (7/11) seiring hasil pemilu mid term di USA sebagaimana telah banyak terindikasi dalam indeks saham Wall Street.

Proyeksi NBC News menunjukkan Partai Demokrat menguasai mayoritas House of Representatives dan Republik berkuasa di Senat.

Analis RBC Capital Market, Sue Trinh mengulas pemilu mid term di USA menciptakan banyak riak perdagangan. "Pada akhirnya, hasilnya telah sebagaimana diperkirakan sebagian besar analis, lembaga polling serta peluang bagi spekulasi," ujarnya.

Trinh menambahkan bahwa reaksi cepat pelemahan dolar AS di berbagai kawasan berbarengan dengan pelemahan yields dan bursa berjangka menyerah seiring Demokrat mengontrol House of Representatives tampak menurunkan kesempatan kebijakan fiskal lebih banyak lagi.

Pasar saham Jepang beralih melemah setelah naik di sesi pagi. Indeks Nikkei 225 dan Indeks Topix tertekan. Indeks Topix drop 0,42 persen. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel juga melemah -0,52 persen. Market saham Australia bergerak positif setelah Indeks ASX200 menguat 0,37 persen.

Sementara itu market saham Hong Kong juga melaju positif. Namun tidak dengan Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen di pasar saham China. Indeks Shenzhen tertekan 0,43 persen setelah sempat menghijau di sesi pagi.

Indeks dolar AS ke posisi 96,155 atau melemah dibanding sesi sebelumnya di level 96,464. USD Index turun dari level 96,800 yang terjadi pada pekan lalu. Nilai tukar yen ke posisi 113,21 terhadap USD. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7242.

"Dalam jangka pendek kekalahan Republiken secara mayoritas DPR akan memperkuat volatilitas, mengurangi sentimen positif dan menjadi positif bagi suku bunga di USA," kata Ed Al Hussainy, analis pada Columbia Threadneedle Invesment. Dia menambahkan posisi beli USD dan jual pada surat utang relatif menguat dan dapat membesarkan pergerakan harga tersebut dalam jangka pendek.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,28% ke posisi level 22.085.

Indeks Hang Seng (Hong +0,10% ke posisi 26.147.

Indeks Shanghai (China) -0,68% ke posisi 2.641.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,15% ke level 3.065.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melaju positif di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (7/11) pagi waktu setempat seiring hasil pemilu sela di USA.

Indeks FTSE (Inggris) +0,54% ke level 7.078

Indeks DAX (Jerman) +0,48% pada elevl 11.539.

Indeks CAC (Perancis) +0,54 di posisi 5.102


Oil

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan hari Rabu (7/11) sore di pasar Asia seiring kenaikan produksi minyak dan pengecualian sanksi USA yang tetap membolehkan negara tertentu impor minyak dari Iran memperkuat prospek suplai bagi market.

Minyak Brent drop 30 sen ke harga USD71,83 per barel (pukul 07:50 GMT). Harga minyak WTI turun 37 sen ke harga USD61,84 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author