Bursa Siang: Pemodal Menahan Diri, IHSG Tergelincir Melemah

Bursa Siang: Pemodal Menahan Diri, IHSG Tergelincir Melemah

Posted by Written on 07 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergerus pada akhir sesi pagi perdagangan hari Rabu (7/11). IHSG melemah -0,25 persen (-15 poin) ke level 5.909.

Indeks LQ45 =0,43% ke level 940 poin. IDX30 -0,46% ke level 518 poin. Indeks JII +0,06% ke level 656. Indeks Kompas100 -0,30% ke level 1.200. Indeks Sri Kehati -0,3% ke posisi 362. Indeks Sinfra18 -0,05% ke level 305.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: BBRITLKMTKIM,WSKTUNVRBMRI dan INDY

Saham-saham top gainer LQ45: BKSLBSDEWSKTWSBPINCOANTM dan INKP

Saham-saham top loser LQ45: SMGRPTBAMNCNITMGBMRIHMSP dan ELSA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,88 triliun dengan volume trading sebanyak 49,86 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp885,23 miliar.

Sektor konsumer dan keuangan menjadi penekan IHSG . Kedua sektor tersebut drop masing-masing -1,05 persen dan -0,56 persen.

Nilai tukar rupiah +0,97 persen ke level Rp14.660 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Sebagian besar indeks saham Asia di zona positif pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (7/11) seiring hasil pemilu sela di USA yang berpotensi memiliki implikasi signifikan.

Pasar saham Jepang di zona hijau setelah Indeks Nikkei 225 dan Indeks Topix menguat. Indeks Topix naik 1,06 persen. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel juga ke area hijau, menguat 0,65 persen. Market saham Australia ditopang saham-saham banking bergerak positif setelah Indeks ASX200 menguat 0,25 persen.

Sementara itu market saham Hong Kong juga melaju positif. Begitu pula dengan Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen di pasar saham China bertengger di zona hijau. Indeks Shenzhen naik 0,33 persen.

Kalangan analis mengulas pelaku pasar dalam posisi menahan diri menjelang rilis hasil pemilu sela di USA.

"Dampak pemilu sela di USA bagi pasar saham Asia belum jelas benar," demikian ulasan Tim Riset DBS. 

Lembaga tersebut menambahkan kemungkinan pasar lebih baik fokus pada fundamental domestik, valuasi serta sinyal pergerakan dolar AS.

Diperkirakan hasil pemilu di USA tersebut berdampak terhadap masa depan kebijakan ekonomi USA serta kemungkinan nasib Presiden Donald Trump.

Ulasan lembaga investment banking seperti Bank of America Merril Lynch, Goldman Sachs dan Morgan Stanley menyatakan bila hasil pemilu Partai Demokrat menguasai House of Representatives dan Republik menang mayoritas Senat, reaksi pasar akan teredam. Namun tidak bila ada sebuah kekecewaan yang mana salah satu partai secara mengejutkan menang dan mengontrol secara total Kongres.

Indeks dolar AS ke posisi 96,314. USD Index turun dari level 96,800 yang terjadi pada pekan lalu. Nilai tukar yen ke posisi 113,69 terhadap USD. Sementara dolar Ausie ke posisi $0,7217.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,49% ke posisi level 22.256 (11.55 am).

Indeks Hang Seng (Hong +1,17% ke posisi 26.423.

Indeks Shanghai (China) +0,26% ke posisi 2.666.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,52% ke level 3.076. (12.00 pm).


Oil

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan hari Rabu (7/11) pagi di pasar Asia seiring kenaikan produksi minyak dan pengecualian sanksi USA yang tetap membolehkan negara tertentu impor minyak dari Iran memperkuat prospek suplai bagi market.

Minyak Brent drop 9 sen ke harga USD72,04 per barel (pukul 03:37 GMT). Harga minyak WTI turun 29 sen ke harga USD61,92 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author