Bursa Sore: Rupiah Melaju Signifikan, Modal Asing Tahan IHSG Dari Zona Merah

Bursa Sore: Rupiah Melaju Signifikan, Modal Asing Tahan IHSG Dari Zona Merah

Posted by Written on 06 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kembali hanya bergerak melandai pada akhir perdagangan hari Selasa (6/11). IHSG menguat tipis +0,06 persen (+3 poin) ke level 5.923.

Indeks LQ45 +0,03% ke level 944 poin. IDX30 -0,06% ke level 520 poin. Indeks JII +0,08% ke level 655. Indeks Kompas100 +0,05% ke level 1.204. Indeks Sri Kehati +0,36% ke posisi 363. Indeks Sinfra18 +0,96% ke level 305.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: GZCOERAABBRIKPASPGASPTBA dan BHIT

Saham-saham top gainer LQ45: INDYEXCLBSDEADROBKSLBJBR dan MNCN

Saham-saham top loser LQ45: UNVRBMRIPTPPKLBFSRILWSBP dan ICBP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,53 triliun dengan volume trading sebanyak 77,91 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,06 triliun.

Sektor tambang dan properti menjadi penguat IHSG . Kedua sektor tersebut naik masing-masing +1,07 persen dan +0,96 persen.

Nilai tukar rupiah +1,16 persen ke level Rp14.803 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia naik tipis di ujung perdagangan hari Selasa (6/11) di tengah penguatan yang terjadi di pasar saham Wall Street walaupun sentimen memanas jelang pemilu sela di USA. Ini adalah ujian elektoral perdana kebijakan pemangkasan pajak dan serta perang dagang Presiden Trump.

Indeks benchmark pasar saham regional, MSCI Asia Pacific Index naik 0,4 persen.

Indeks patokan pasar saham China kompak melemah. Indeks Shenzhen turun 0,356 persen dan Shanghai Index ada di zona merah. Pasar saham Hong Kong yang tertekan di sesi pagi bangkit pada perdagangan sore hari.

Market saham Jepang menguat dibarengi penguatan Indeks Topix sebesar 1,16 persen.

Jelang pemilu sela USA, para investor secara umum memperkirakan Partai Demokrat memenangkan mayoritas kursi DPR (House of Representatives). Sedangkan Partai Republik (Kubu Presiden Trump) akan mempertahankan kursi mayoritas Senat.

"Pasar saham global pulih setelah tumbang pada Februari yang dipicu oleh lonjakan yield obligasi di USA. Tetapi pemulihan saat ini mungkin akan terbatas sebab pasar kini tidak punya dukungan yang didapat dari inflasi rendah dan dorongan ekonomi berupa pemotongan pajak oleh Presiden Trump," kata Shuji Shirota, Analis pada HSBC (Tokyo).

Di pasar saham Australia, Indeks ASX 200 naik 0,98 persen dibarengi pergerakan positif mayoritas sektor saham. Sektor energi naik 1,55 persen dan material sector naik 1,66 persen. Financial subindex naik 0,84 persen. Adapun Indeks Kospi (Korsel) menguat 0,61 persen.

Indeks dolar AS ke posisi 96,334 pin atau melemah dibandingkan dengan posisi kemarin di level 96,6. Nilai tukar yen ke posisi 113,42, bergerak melemah dibanding sesi sebelumnya yang hanya di kisaran 113. Sementara dolar Ausie melemah ke $0,7216 setelah kemarin menguat di atas level $0,718.

Para analis juga terus memantau perang dagang USA-China yang sedang berlangsung dengan ekspektasi rendah terhadap kemajuan pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada akhir November.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,14% ke posisi level 22.147.

Indeks Hang Seng (Hong +0,72% ke posisi 26.120.

Indeks Shanghai (China) -0,23% ke posisi 2.659.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,79% ke level 3.060.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Selasa (6/11) pagi waktu setempat. Para pemodal melanjutkan monitoring terhadap data kinerja keuangan emiten serta menunggu hasil pemilu sela di USA.

Indeks FTSE (Inggris) +0,14% ke level 7.103.

Indeks DAX (Jerman) +0,29% pada level 11,527.

Indeks CAC (Perancis) +0,14% ke posisi 5.108.


Oil

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan hari Selasa (6/11) sore di pasar Asia, terbebani oleh pengecualian dari USA yang akan mengizinkan importer besar untuk tetap boleh membeli minyak Iran. Selain itu minyak tertekan oleh kecemasan bahwa perlambatan ekonomi mungkin akan menahan pertumbuhan demand terhadap minyak.

Minyak Brent drop 48 sen ke harga USD72,69 per barel. Harga minyak WTI turun 24 sen ke harga USD62,86 per barel. (Pukul 08:00 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author