Bursa Sore: IHSG Fluktuatif, Tarif Cukai Rokok Jadi Katalis Positif

Bursa Sore: IHSG Fluktuatif, Tarif Cukai Rokok Jadi Katalis Positif

Posted by Written on 05 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berujung ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Senin (5/11) setelah bergerak fluktuatif di sepanjang sesi. IHSG berubah menguat +0,24 persen (+14 poin) ke posisi 5.920.

Indeks LQ45 -0,08% ke level 940 poin. IDX30 -0,07% ke level 518 poin. Indeks JII -0,52% ke level 651. Indeks Kompas100 -0,12% ke level 1.198. Indeks Sri Kehati -0,67% ke posisi 359. Indeks Sinfra18 -0,54% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: ESTIBHITCAKKPGASBMTRINDX dan TLKM

Saham-saham top gainer LQ45: BJBRPTBAMEDCINDYGGRMADHI dan HMSP

Saham-saham top loser LQ45: SMGRBBRIJSMRSRILMNCNADRO dan BMRI

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp6,70 triliun dengan volume trading sebanyak 78,47 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp922,55 miliar.

Sektor infastruktur dan industri dasar menjadi pelemah IHSG . Kedua sektor tersebut drop masing-masing -0,66 persen dan -0,51 persen.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas mengulas penguatan harga komoditas dan kebijakan pemerintah mempertahankan besaran tarif cukai rokok di tahun 2019 menjadi katalis positif bagi indeks.

Nilai tukar rupiah -0,15 persen ke level Rp14.976 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia tergelincir ke zona merah pada perdagangan hari Senin (5/11) seiring kekhawatiran kenaikan suku bunga the Fed berlangsung lebih cepat dari perkiraan selain faktor ketidakpastian perang dagang antara USA dengan China menghalangi aliran investasi ke pasar saham.

Indeks MSCI Asia Pasifik tumbang 1,4 persen, melemah menuju ke titik terendah dalam 1,5 tahun terakhir di posisi 505,61.

Tim Analis Citigroup memperkirakan tensi sengketa dagang USA dengan China akan memburuk sebelum mereka (kedua negara) tersebut mencapai kesepakatan yang lebih baik. Menurut Citigroup, walaupun pertumbuhan pertumbuhan dagang global masih stabil, berdasarkan survei bisnis, kekhwatiran tetap meningkat.

"Pasar saham belum tampak sepenuhnya menggabungkan risiko peningkatan ketegangan perang dagang yang dapat berdampak kepada investasi, sentimen, inflasi dan pertumbuhan," demikian kata Citigroup.

Mendung yang juga membayangi pasar saham global adalah prospek moneter ketat di USA mengingat data indikator perekonomian yang kuat dalam beberapa bulan terakhir. Pertumbuhan lapangan kerja bulan Oktober dibarengi dengan kenaikan upah tertinggi dalam 9,5 bulan terakhir, mendorong lebih lanjut ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed di bulan Desember.

Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang turun 344 poin dan Indeks Topix melemah 1,11 persen. Indeks Kospi (Korsel) turun 0,91 persen.

Pasar saham China dalam tekanan seiring Indeks Shenzhen 1,351 persen dan Indeks Shanghai melemah. Sementara di bursa Australia, Indeks ASX 200 menurun 0,53 persen. Mayoritas Saham-saham energi bergerak dalam tekanan.

Presiden China Xi Jinping dalam pidato pembukaan China International Import Expo berjanji akan menerapkan tarif impor rendah dan membuka akses pasar (China) secara lebih luas. Tetapi menurut Jinping, situasi global telah menciptakan tantangan bagi perekonomian China.

Nilai tukar yuan di pasar onshore di level 6,9203 terhadap dolar AS. Sedangkan di pasar offshore ke posisi 6,9161. Bank sentral China menetapkan kurs tengah yuan terhadap USD di level 6,8976. Batas tolerasi bagi yuan untuk menguat atau melemah adalah 2 persen dari kurs tengah yang ditetapkan.

Indeks dolar AS di posisi 96,431 atau melemah dibandingkan dengan sesi sebelumnya di posisi 96,519. Sementara nilai tukar yen di posisi 113,19 terhadap dolar AS. Dolar Australia di posisi $0,7189.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,55% ke posisi level 21.898.

Indeks Hang Seng (Hong -2,08% ke posisi 25.934.

Indeks Shanghai (China) -0,41% ke posisi 2.665.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,79% ke level 3.060.


Bursa Eropa

Market saham Eropa mixed di menit-menit awal perdagangan hari Senin (5/11) pagi waktu setempat. Para pmeodal mencermati situasi politik dan rilis data indikator perekonomian.

Indeks FTSE (Inggris) -0,29% ke posisi 7.094.

Indeks DAX (Jerman) +0,05% ke level 11.525.

Indeks CAC (Perancis) -0,01% pada posisi 5.101


Oil

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan hari Senin (5/11) sore di pasar Asia seiring sanksi larangan ekspor Iran mulai berlaku di awal pekan ini melunak setelah sejumlah negara tetap boleh impor minyak Iran. 

Pemerintah Iran menyatakan akan mengabaikan embargo tersebut dan akan terus menjual minyak.

Minyak Brent drop 17 sen ke harga USD72,66 per barel (pukul 07:40 GMT). Harga minyak WTI turun 30 sen ke harga USD62,84 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author